KAI Perluas Water Station Gratis, Penumpang Kereta Bisa Isi Ulang Air Minum di Puluhan Stasiun

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:18 WIB
KAI menghadirkan 124 Water Station gratis di 58 stasiun untuk memudahkan pelanggan mengisi ulang air minum. (Antara)
KAI menghadirkan 124 Water Station gratis di 58 stasiun untuk memudahkan pelanggan mengisi ulang air minum. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat dengan menghadirkan fasilitas yang dekat dengan kebutuhan pelanggan. Salah satunya melalui penyediaan Water Station atau fasilitas air minum gratis yang kini telah tersedia di puluhan stasiun di berbagai wilayah Indonesia.

Hingga Juni 2026, KAI telah menyediakan 124 unit Water Station yang tersebar di 58 stasiun dengan penempatan pada 70 area pelayanan pelanggan. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis dengan membawa tumbler atau botol minum sendiri.

Kehadiran Water Station menjadi bagian dari upaya KAI memberikan kenyamanan di tengah meningkatnya mobilitas pengguna kereta api. Sepanjang Semester I 2026, layanan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal KAI mencatat 29.858.267 pelanggan atau meningkat 8,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 27.463.555 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan perlu diimbangi dengan fasilitas pendukung yang mudah dijangkau selama perjalanan.

“Sebanyak 29,86 juta pelanggan menggunakan layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI selama enam bulan pertama 2026. Di tengah besarnya mobilitas tersebut, akses terhadap air minum menjadi fasilitas sederhana yang sangat berguna,” ujar Anne, dikutip Antara.

Menurut dia, pelanggan dapat mengisi kembali tumbler atau botol minumnya sebelum naik kereta maupun ketika melanjutkan perjalanan. Fasilitas tersebut juga memberikan alternatif bagi masyarakat agar tidak selalu membeli air minum dalam kemasan plastik sekali pakai.

Berdasarkan estimasi konservatif KAI, apabila 10 persen pelanggan KA Jarak Jauh dan Lokal pada Semester I 2026 memanfaatkan Water Station satu kali, potensi pengurangan penggunaan botol plastik sekali pakai dapat mencapai sekitar 2,99 juta botol selama enam bulan.

Perhitungan tersebut menggunakan asumsi satu kali pengisian ulang menggantikan satu botol air minum kemasan berukuran 600 mililiter. Dengan asumsi itu, volume air yang berpotensi diisi ulang mencapai sekitar 1,79 juta liter.

Namun, KAI menegaskan angka tersebut merupakan gambaran potensi berdasarkan jumlah pelanggan dan asumsi tingkat pemanfaatan, bukan catatan penggunaan aktual Water Station.

“Perhitungan ini memberi gambaran manfaat yang dapat tercipta apabila kebiasaan membawa tumbler dilakukan bersama. Satu kali pengisian ulang mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan oleh jutaan pelanggan, dampaknya akan semakin besar,” kata Anne.

KAI menempatkan Water Station dengan mempertimbangkan karakteristik stasiun dan kebutuhan pelanggan. Beberapa stasiun dengan aktivitas tinggi memiliki lebih dari satu titik pelayanan agar fasilitas lebih mudah ditemukan.

Stasiun Gambir dan Pasarsenen, misalnya, masing-masing memiliki delapan unit Water Station yang ditempatkan pada empat area. Sementara Stasiun Malang memiliki enam unit pada tiga area. Adapun Stasiun Surabaya Gubeng dan Surabaya Pasarturi masing-masing dilengkapi lima unit.

Selain itu, fasilitas serupa juga tersedia di sejumlah stasiun lain, seperti Bekasi, Jatinegara, Cikampek, Sukabumi, Bandung, Kiaracondong, Cirebon, Semarang Tawang Bank Jateng, Semarang Poncol, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Jember, Medan, Kertapati, hingga Tanjungkarang.

“Pada stasiun dengan aktivitas tinggi, fasilitas tersedia di beberapa area agar lebih mudah ditemukan dan digunakan pelanggan,” jelas Anne.

KAI memastikan air yang tersedia melalui Water Station aman dan layak dikonsumsi. Kualitas air telah melalui pengujian di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bersama Institut Teknologi Bandung serta mengacu pada standar kualitas air minum.

Berdasarkan pengujian yang dipublikasikan KAI, kualitas air Water Station memenuhi 20 dari 20 parameter standar baku mutu. Pemeriksaan mencakup aspek mikrobiologi seperti E. coli dan total bakteri coliform, parameter fisik berupa suhu, total dissolved solid (TDS), kekeruhan, warna, serta bau, hingga sejumlah parameter kimia.

“Air yang tersedia telah melalui pengujian kualitas sehingga pelanggan dapat menggunakannya dengan tenang. Pengujian dan perawatan fasilitas dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas serta higienitas air,” ujar Anne.

Menurut KAI, fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai kebutuhan pelanggan. Mulai dari keluarga yang membawa anak, pelanggan lansia, pelajar, pekerja, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan panjang.

Kemudahan memperoleh air minum dapat membantu pelanggan menjaga kebutuhan cairan tubuh selama perjalanan, termasuk mengisi botol minum anak maupun membantu pelanggan yang perlu minum obat.

KAI pun mengajak masyarakat membawa tumbler pribadi, menggunakan air sesuai kebutuhan, menjaga kebersihan area fasilitas, serta memanfaatkan Water Station secara tertib agar dapat digunakan bersama.

“Seteguk air sebelum berangkat dapat membuat perjalanan terasa lebih nyaman. Melalui kebiasaan membawa botol minum sendiri, pelanggan juga ikut mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai selama perjalanan,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
water station KAI