KAI Tekan Konsumsi Energi 15,39 Persen, Pelayanan Kereta Api Tetap Tumbuh

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 15:05 WIB
KAI mencatat efisiensi energi sepanjang 2025 dengan konsumsi turun 15,39 persen di tengah peningkatan pelanggan dan volume angkutan barang. (Antara)
KAI mencatat efisiensi energi sepanjang 2025 dengan konsumsi turun 15,39 persen di tengah peningkatan pelanggan dan volume angkutan barang. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat capaian positif dalam pengelolaan energi sepanjang 2025. Di tengah peningkatan jumlah pelanggan dan aktivitas angkutan barang, perusahaan mampu menekan penggunaan energi hingga 15,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, total konsumsi energi perusahaan tercatat sebesar 10.107.302 gigajoule (GJ). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan konsumsi energi pada 2024 yang mencapai 11.945.467 GJ.

Efisiensi tersebut terjadi ketika skala pelayanan KAI terus mengalami pertumbuhan. Jumlah pelanggan yang menjadi dasar penghitungan intensitas energi pada 2025 mencapai 492.657.571 pelanggan, meningkat 8,67 persen dibandingkan 2024 yang sebanyak 453.343.189 pelanggan.

Selain layanan penumpang, volume angkutan barang juga mengalami peningkatan. Pada 2025, KAI mencatat pengangkutan barang sebesar 69.571.601 ton, naik dari 69.201.670 ton pada tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengelolaan energi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasional perusahaan. Efisiensi dilakukan melalui pengukuran konsumsi, pemantauan rutin, penguatan tata kelola, serta evaluasi di seluruh wilayah kerja KAI.

“Energi menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan perjalanan kereta api, merawat sarana dan prasarana, serta mendukung fasilitas pelayanan. KAI terus mengelolanya secara terukur agar peningkatan layanan dapat berjalan dengan konsumsi energi yang semakin efisien,” ujar Anne, dikutip Antara.

Efisiensi KAI juga terlihat dari penurunan intensitas penggunaan energi. Pada 2025, konsumsi energi per pelanggan turun menjadi 0,0205 GJ per pelanggan dari sebelumnya 0,0263 GJ per pelanggan pada 2024.

Penurunan tersebut mencapai sekitar 22,05 persen. Artinya, energi yang digunakan untuk melayani setiap pelanggan semakin rendah meski jumlah pengguna jasa meningkat.

Pada sektor angkutan barang, intensitas energi juga mengalami penurunan. Konsumsi energi per ton barang turun 15,82 persen, dari 0,1726 GJ per ton pada 2024 menjadi 0,1453 GJ per ton pada 2025.

Sementara itu, intensitas energi terhadap pendapatan ikut membaik. Angkanya turun 14,57 persen dari 0,3308 GJ per Rp miliar menjadi 0,2826 GJ per Rp miliar.

Menurut Anne, data intensitas energi menunjukkan hubungan antara konsumsi energi dengan skala layanan yang dihasilkan perusahaan.

“Semakin rendah intensitasnya, semakin efisien energi yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan, mengelola layanan barang, dan mendukung aktivitas bisnis perusahaan,” jelasnya.

Dari sisi sumber energi, konsumsi KAI pada 2025 masih didominasi Biosolar B40/B35 dengan penggunaan mencapai 255.047,87 kiloliter atau setara 9.666.314,31 GJ.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 305.585,40 kiloliter atau setara 11.581.686,81 GJ.

KAI juga memanfaatkan sumber energi lain, seperti listrik dari PLN dan energi baru terbarukan yang berasal dari pembangkit listrik tenaga surya. Penghitungan konsumsi energi mencakup seluruh unit kerja di wilayah operasional perusahaan, termasuk kegiatan perkeretaapian dan fasilitas pendukung.

Pada 2025, KAI mulai menerapkan penggunaan bahan bakar B40 untuk operasional kereta api. Pengujian dilakukan pada lokomotif layanan barang relasi Jakarta–Surabaya serta mesin genset KA Bogowonto relasi Lempuyangan–Pasar Senen.

Untuk mendukung implementasi tersebut, KAI membangun fasilitas pencampuran dan pengisian B40 di lima lokasi, yakni Cipinang, Arjawinangun, Lempuyangan, Cepu, dan Pasar Turi.

Pada akhir 2025, perusahaan juga mulai mempersiapkan pengujian penggunaan B50 yang kemudian diterapkan secara bertahap mulai Juli 2026.

Efisiensi energi menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pelanggan KAI Group. Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, naik 7,55 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 240.805.920 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut berasal dari berbagai layanan. KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI mencatat 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72 persen dibandingkan Semester I 2025.

Sementara itu, KAI Commuter melayani 204.151.200 pelanggan atau naik 6,58 persen. LRT Jabodebek juga mengalami pertumbuhan dengan jumlah pengguna mencapai 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen.

Layanan KA Makassar–Parepare mencatat 172.015 pelanggan, naik 15,44 persen. Sedangkan KAI Wisata mengalami peningkatan signifikan dengan jumlah pelanggan 164.743 orang atau tumbuh 64,45 persen.

Untuk layanan barang, KAI mencatat volume angkutan sebesar 32.498.043 ton sepanjang Semester I 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Anne menegaskan, pertumbuhan layanan harus berjalan seiring dengan pengelolaan sumber daya yang lebih baik.

“KAI mengarahkan efisiensi energi agar perjalanan tetap andal, kapasitas layanan terjaga, dan dampak lingkungan dapat dikelola secara bertahap,” katanya.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, KAI juga menggelar pelatihan manajemen energi bagi pekerja. Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai penghematan energi dalam aktivitas operasional maupun fasilitas pendukung.

KAI juga melakukan penyempurnaan metode perhitungan dan validasi data konsumsi energi pada 2025. Langkah tersebut dilakukan agar pengukuran energi semakin akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Efisiensi energi akan terus menjadi bagian dari evaluasi operasional KAI. Dengan skala pelayanan yang semakin besar, pengelolaan energi perlu dijalankan secara disiplin, berbasis data, dan terhubung dengan agenda keberlanjutan perusahaan,” pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
KAI efisiensi energi Kereta Api