Access by KAI Dominasi Penjualan Tiket, Integrasikan Enam Moda Transportasi Kereta dalam Satu Aplikasi

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 14:28 WIB
Access by KAI mencatat 17 juta transaksi tiket pada Semester I 2026 atau 76,34 persen dari total penjualan KAI. (Antara)
Access by KAI mencatat 17 juta transaksi tiket pada Semester I 2026 atau 76,34 persen dari total penjualan KAI. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran aplikasi Access by KAI sebagai pusat layanan digital untuk seluruh ekosistem KAI Group. Melalui integrasi dalam satu platform, pelanggan kini dapat mengakses berbagai layanan perjalanan kereta secara lebih praktis, mulai dari perencanaan perjalanan hingga pemantauan posisi kereta secara real-time.

Efektivitas platform digital tersebut tercermin dari tingginya penggunaan aplikasi sepanjang Semester I 2026. Selama periode Januari hingga Juni 2026, penjualan tiket kereta api utama dan kereta api lokal melalui Access by KAI mencapai 17.009.374 transaksi. Jumlah itu menyumbang 76,34 persen dari total 22.281.645 transaksi yang terjadi melalui seluruh kanal penjualan KAI.

Dari sisi volume, aplikasi tersebut mencatat pembelian sebanyak 24.544.468 tiket atau setara 73,68 persen dari total penjualan tiket KA utama dan KA lokal yang mencapai 33.313.364 tiket pada semester pertama tahun ini.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan capaian tersebut menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan digital dalam merencanakan perjalanan menggunakan transportasi berbasis rel.

"Digitalisasi kami arahkan untuk mengurangi tahapan perjalanan yang terpisah. Pelanggan memiliki kendali lebih besar sejak menentukan layanan, menyusun rencana perjalanan, membeli tiket, menyiapkan kebutuhan selama perjalanan, hingga memantau posisi kereta api," ujarnya, dikutip Antara.

Hingga 30 Juni 2026, jumlah pengguna terdaftar Access by KAI telah mencapai 30.449.049 akun. Sepanjang semester pertama tahun ini, aplikasi tersebut memperoleh tambahan 3.154.132 pengguna baru.

Tingkat aktivitas pengguna juga tergolong tinggi. Dalam 30 hari terakhir, jumlah pengguna aktif tercatat mencapai 9.058.935 akun. Sementara itu, total unduhan kumulatif Access by KAI telah mencapai 41.011.320 kali.

KAI juga mencatat sebanyak 4.893.743 pengguna atau sekitar 16,07 persen dari total pengguna terdaftar telah beralih menjadi member premium.

Selain berfungsi sebagai kanal pembelian tiket, Access by KAI menghadirkan berbagai fitur pendukung perjalanan. Di antaranya Trip Planner untuk menyusun perjalanan antarmoda, layanan reservasi hotel di kota tujuan, Railfood untuk pemesanan makanan selama perjalanan, Female Seat Map guna memudahkan pemilihan tempat duduk, hingga Live Tracking yang memungkinkan pelanggan memantau posisi kereta secara langsung.

Melalui aplikasi tersebut, pelanggan dapat mengakses layanan enam moda transportasi rel dalam satu ekosistem, yakni KA antarkota, KA lokal, Commuter Line, LRT Jabodebek, KA Bandara, dan kereta cepat. Integrasi ini memungkinkan perjalanan antarmoda berlangsung lebih mudah dan tanpa hambatan karena seluruh layanan dapat direncanakan melalui satu aplikasi.

Anne menegaskan, KAI terus memanfaatkan data dari ekosistem digital tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menyelaraskan informasi sekaligus menyempurnakan alur pelayanan di lapangan.

"Kami ingin pelanggan merasakan perjalanan sebagai satu rangkaian pengalaman yang utuh. Pergantian jenis layanan seharusnya tetap mudah direncanakan, mudah diakses, dan informasinya dapat dipahami sejak awal," katanya.

Untuk menjaga kualitas layanan, KAI secara konsisten menghimpun masukan masyarakat melalui berbagai kanal voice of customer. Aspirasi tersebut menjadi dasar peningkatan navigasi aplikasi, penyempurnaan stabilitas fitur, hingga pengembangan infrastruktur digital agar mampu menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat yang terus berkembang.

"Setiap masukan pelanggan memberikan gambaran mengenai bagian perjalanan yang perlu disempurnakan. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi KAI dalam mengembangkan Access by KAI agar semakin mudah digunakan dan mampu mendukung kebutuhan perjalanan yang terus berkembang," tutup Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Access by KAI Kereta Api