RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menjadi stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi selama Semester I 2026. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, stasiun tersebut melayani 3.849.606 aktivitas penumpang naik dan turun pada layanan kereta api jarak jauh.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, secara keseluruhan aktivitas naik dan turun penumpang di 232 stasiun kereta api jarak jauh maupun lokal di Jawa dan Sumatera mencapai 59.716.534 aktivitas selama enam bulan pertama tahun ini.
"Stasiun Pasar Senen menempati posisi tertinggi dengan 3.849.606 aktivitas, disusul Gambir sebanyak 3.227.508 aktivitas dan Yogyakarta 3.217.240 aktivitas," ujar Anne dalam keterangan tertulis, Senin (20/7/2026), dikutip Antara.
Selain tiga stasiun tersebut, Stasiun Semarang Tawang mencatat 2.152.894 aktivitas. Berikutnya Surabaya Gubeng dengan 1.904.845 aktivitas, Purwokerto 1.839.475 aktivitas, Surabaya Pasarturi 1.823.529 aktivitas, Semarang Poncol 1.740.518 aktivitas, Solo Balapan 1.706.290 aktivitas, serta Bandung 1.694.448 aktivitas.
Meski 10 stasiun tersebut menjadi pusat mobilitas terbesar, mayoritas aktivitas penumpang justru terjadi di stasiun lain. Dari total 59.716.534 aktivitas, sebanyak 36.560.181 aktivitas atau 61,22 persen berlangsung di 222 stasiun di luar kelompok 10 stasiun dengan volume tertinggi.
Menurut Anne, komposisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat tersebar di berbagai wilayah dengan beragam tujuan. Mobilitas tersebut tidak hanya untuk perjalanan bisnis, tetapi juga menuju sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat layanan publik, destinasi wisata, hingga mengunjungi keluarga.
"Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat," katanya.
KAI juga mencatat perluasan layanan melalui dibukanya pelayanan naik dan turun penumpang di Stasiun Comal, Plabuan, dan Rajapolah sejak April 2026. Ketiga stasiun tersebut mulai menunjukkan pertumbuhan volume penumpang dalam tiga bulan pertama operasional.
Stasiun Comal mengawali pelayanan dengan 512 aktivitas pada April. Angka tersebut meningkat menjadi 5.623 aktivitas pada Mei dan kembali naik menjadi 5.861 aktivitas pada Juni. Secara kumulatif, Comal melayani 11.996 aktivitas selama April hingga Juni, dengan pertumbuhan Juni sebesar 4,23 persen dibandingkan Mei.
Sementara itu, Stasiun Plabuan mencatat 23 aktivitas pada April, meningkat menjadi 375 aktivitas pada Mei dan 416 aktivitas pada Juni. Total pelayanan selama tiga bulan mencapai 814 aktivitas, sedangkan volume Juni tumbuh 10,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pertumbuhan lebih tinggi terjadi di Stasiun Rajapolah. Aktivitas naik dan turun penumpang meningkat dari 88 pada April menjadi 154 pada Mei, kemudian melonjak menjadi 286 aktivitas pada Juni atau naik 85,71 persen dibandingkan Mei. Selama April hingga Juni, Rajapolah melayani total 528 aktivitas.
Secara gabungan, Comal, Plabuan, dan Rajapolah melayani 623 aktivitas pada April. Jumlah tersebut meningkat menjadi 6.152 aktivitas pada Mei dan kembali bertambah menjadi 6.563 aktivitas pada Juni. Selama tiga bulan pertama pelayanan, ketiga stasiun itu mencatat total 13.338 aktivitas penumpang.
"Perkembangan Comal, Plabuan, dan Rajapolah menunjukkan kebutuhan perjalanan mulai terlihat ketika pelayanan naik dan turun tersedia," ujar Anne.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara