RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang bersama Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) menggelar kampanye penggunaan transportasi publik di kawasan Car Free Day (CFD) Stasiun Cinde, Palembang, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 LRT Sumsel sekaligus upaya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
Manager Humas KAI Divre III Palembang Aida Suryanti mengatakan kampanye itu bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan transportasi publik yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Menurutnya, LRT Sumsel tidak hanya menjadi moda transportasi perkotaan, tetapi juga bagian dari gaya hidup modern yang mendukung mobilitas masyarakat. Dengan tarif mulai Rp5.000 hingga Rp10.000, masyarakat dapat menikmati perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus ikut berkontribusi mengurangi kemacetan serta pencemaran udara di Kota Palembang.
Aida menjelaskan, penggunaan transportasi publik juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya bahan bakar, parkir, maupun perawatan kendaraan pribadi sehingga pengeluaran transportasi dapat ditekan.
Selain itu, meningkatnya penggunaan angkutan umum dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dan polusi udara. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Kampanye dikemas dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, mulai dari fun walk, senam bersama, penampilan marching band, hingga permainan dan kuis berhadiah. Peserta berasal dari pengguna LRT Sumsel, pengunjung CFD, serta masyarakat umum yang memadati kawasan Stasiun Cinde.
Pada kesempatan itu, KAI Divre III Palembang juga membuka gerai pelayanan dan promosi layanan perkeretaapian. Selain itu, tersedia pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Klinik Mediska Palembang bagi peserta fun walk dan masyarakat yang hadir di lokasi.
Stasiun Cinde dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu stasiun dengan aktivitas penumpang tertinggi di Kota Palembang. Letaknya yang berada di pusat kota serta terintegrasi dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat menjadikan stasiun tersebut sebagai salah satu simpul transportasi penting.
Berdasarkan data KAI Divre III Palembang, jumlah penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Cinde selama periode Januari hingga 18 Juli 2026 mencapai 110.907 orang. Rata-rata terdapat 557 penumpang yang memanfaatkan layanan LRT Sumsel setiap hari di stasiun tersebut.
"Angka ini menunjukkan bahwa LRT Sumsel semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi perkotaan yang andal dan nyaman," ujar Aida, dikutip Antara.
Ia berharap semakin banyak warga menjadikan LRT Sumsel sebagai pilihan utama dalam aktivitas sehari-hari. Dengan meningkatnya penggunaan transportasi publik, sistem transportasi perkotaan yang ramah lingkungan di Palembang diharapkan dapat terus berkembang.
KAI Divre III Palembang bersama BPKARSS juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan agar LRT Sumsel semakin menjadi pilihan utama masyarakat.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Keupendahukham Pemerintah Kota Palembang, Edison, menilai penggunaan transportasi publik tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Menurut Edison, setiap masyarakat yang memilih menggunakan LRT telah memberikan kontribusi nyata dalam mengurangi kemacetan, menekan emisi karbon, menghemat energi, serta meningkatkan kualitas udara di Kota Palembang.
Ia juga menegaskan bahwa LRT Sumsel merupakan ikon kebanggaan masyarakat sekaligus investasi jangka panjang yang perlu dijaga dan dimanfaatkan bersama demi mendukung pembangunan transportasi perkotaan yang berkelanjutan.
Editor : Lugas Rumpakaadi