Banyuwangi Kian Mendunia, Transformasi Pariwisata Berbasis Budaya Antarkan Jadi Destinasi Internasional

Daafi Adilla Achmad • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 14:27 WIB
Pantai Pulau Merah masih menjadi primadona. Objek wisata di Kecamatan Pesanggaran itu dikunjungi 11.589 wisatawan selama libur panjang Idul Adha. (Purnomo for Radar Banyuwangi)
Pantai Pulau Merah masih menjadi primadona. Objek wisata di Kecamatan Pesanggaran itu dikunjungi 11.589 wisatawan selama libur panjang Idul Adha. (Purnomo for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Selama lebih dari satu dekade terakhir, Banyuwangi menunjukkan transformasi signifikan sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa itu kini tidak lagi sekadar dikenal sebagai pintu gerbang menuju Bali, melainkan berkembang menjadi daerah tujuan wisata yang memiliki daya saing di tingkat internasional.

Keberhasilan tersebut lahir dari strategi pembangunan yang memadukan pelestarian budaya, pengembangan infrastruktur, serta promosi pariwisata yang dilakukan secara berkelanjutan. Langkah tersebut menjadikan Banyuwangi semakin dikenal wisatawan domestik maupun mancanegara sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman wisata alam, budaya, sejarah, hingga kuliner dalam satu kawasan.

Salah satu penggerak utama perkembangan pariwisata Banyuwangi adalah penyelenggaraan Banyuwangi Festival (B-Fest). Agenda tahunan itu menghadirkan puluhan kegiatan budaya yang menjadi identitas daerah, di antaranya Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Gandrung Sewu, Festival Kuwung, hingga berbagai ritual adat yang digelar di sejumlah desa.

Festival-festival tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi media promosi budaya Osing serta sejarah Kerajaan Blambangan kepada dunia. Pada penyelenggaraan BEC 2026, tema Perang Bayu berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara yang memiliki minat terhadap sejarah Indonesia dan seni pertunjukan tradisional.

Selain kekuatan budaya, Banyuwangi juga memiliki beragam destinasi wisata yang menjadi magnet kunjungan wisatawan. Kawah Ijen dengan fenomena api biru (blue fire) yang langka di dunia tetap menjadi ikon utama. Daya tarik itu diperkuat dengan keberadaan Pantai Pulau Merah, Pulau Bedil, De Djawatan, Desa Kemiren, Taman Nasional Alas Purwo, Bangsring Underwater, hingga kekayaan kuliner tradisional yang terus berkembang.

Keanekaragaman destinasi tersebut membuat Banyuwangi mampu menawarkan pengalaman wisata yang lengkap. Wisatawan dapat menikmati panorama alam, mengenal tradisi masyarakat lokal, menelusuri sejarah, sekaligus mencicipi kuliner khas dalam satu perjalanan.

Perkembangan sektor pariwisata juga tercermin dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat selama periode libur Lebaran 2026 terdapat lebih dari 240 ribu wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa Banyuwangi tetap menjadi destinasi favorit di tengah persaingan pariwisata nasional maupun internasional.

Transformasi Banyuwangi turut didukung pembangunan infrastruktur yang selaras dengan identitas daerah. Salah satunya adalah Bandara Banyuwangi yang memperoleh pengakuan internasional melalui Aga Khan Award for Architecture berkat desainnya yang memadukan konsep modern dengan arsitektur tradisional. Keberadaan bandara tersebut menjadi simbol bahwa pembangunan fasilitas publik dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya lokal.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga memperkuat layanan digital melalui Banyuwangi Tourism App. Aplikasi tersebut menyediakan informasi destinasi wisata, pemesanan tiket festival, hingga paket perjalanan dalam satu platform sehingga memudahkan wisatawan merencanakan kunjungan ke Banyuwangi.

Kemudahan akses informasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan wisata sekaligus menjawab kebutuhan wisatawan yang semakin mengandalkan teknologi digital dalam merancang perjalanan.

Dalam berbagai diskusi pariwisata internasional, Banyuwangi juga mulai dipandang sebagai alternatif destinasi bagi wisatawan yang ingin menikmati pengalaman Indonesia di luar Bali. Keaslian budaya yang masih terjaga, keindahan alam yang relatif belum terlalu padat, serta letaknya yang strategis di antara Pulau Jawa dan Bali menjadi nilai tambah yang semakin diminati wisatawan asing.

Editor : Lugas Rumpakaadi
pariwisata banyuwangi