Penumpang Kereta Api di Rantauprapat Naik 54 Ribu dalam Dua Tahun, KAI Siapkan Jalur Baru Lewat Inspeksi Infrastruktur

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 06:50 WIB
KAI Divre I Sumatera Utara kembali mengoperasikan KA Sribilah Fakultatif Medan–Rantauprapat pada 3–5 Juli 2026. (SumutPos)
KAI Divre I Sumut bersama BTP menginspeksi jalur KA Rantauprapat Baru-Aek Nabara. (SumutPos)

RADARBANYUWANGI.ID - Lonjakan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Rantauprapat dalam dua tahun terakhir mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara memperkuat kesiapan infrastruktur. Bersama Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), KAI melakukan inspeksi menyeluruh di jalur Rantauprapat Baru–Aek Nabara sebagai langkah antisipasi jika lintasan tersebut dioperasikan pada masa mendatang.

Inspeksi dilakukan di jalur sepanjang 18,5 kilometer yang merupakan bagian dari proyek pembangunan jalur kereta api Rantauprapat–Kota Pinang. Jalur tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, namun hingga kini masih belum melayani perjalanan kereta api.

Kesiapan jalur baru dinilai semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta api di Stasiun Rantauprapat. Berdasarkan data performa semester pertama selama tiga tahun terakhir, jumlah pelanggan terus menunjukkan tren positif.

Pada Semester I 2024, Stasiun Rantauprapat melayani 204.152 pelanggan naik dan turun. Angka itu meningkat 18 persen menjadi 240.408 pelanggan pada Semester I 2025. Tren positif kembali berlanjut pada Semester I 2026 dengan kenaikan sekitar 7 persen sehingga total pelanggan mencapai 258.416 orang.

Dalam waktu dua tahun, jumlah pengguna jasa kereta api di stasiun tersebut bertambah sekitar 54 ribu pelanggan. Saat ini mobilitas masyarakat dilayani enam hingga delapan perjalanan KA Sribilah, baik layanan utama maupun fakultatif, setiap hari.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan jumlah pelanggan menjadi bukti semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api.

"Data pertumbuhan ini menjadi bukti nyata tingginya tingkat kepercayaan masyarakat Labuhanbatu dan sekitarnya terhadap moda transportasi kereta api. Masyarakat membutuhkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan tentunya memiliki kepastian jadwal perjalanan," ujarnya, dikutip Antara.

Anwar menjelaskan inspeksi dilakukan untuk memastikan seluruh prasarana pada lintas Rantauprapat Baru–Aek Nabara tetap berada dalam kondisi baik. Pemeriksaan meliputi jalur rel, jembatan, hingga fasilitas stasiun.

Menurutnya, jalur tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatera yang mulai dibangun pada 2017. Namun, proses pembangunan sempat terhenti pada 2020 akibat pandemi Covid-19 sehingga hingga kini belum memasuki tahap operasional.

"Pembangunan jalur yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Trans Sumatera ini dimulai sejak 2017 dan terhenti karena adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 lalu," katanya.

Selain memeriksa aspek teknis, inspeksi bersama juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko keamanan agar seluruh aset perkeretaapian tetap terjaga dari potensi vandalisme maupun kerusakan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, jalur rel, stasiun, jembatan, dan berbagai prasarana pendukung lainnya merupakan Objek Vital Nasional (Obvitnas). Karena itu, pengamanan dan pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan agar aset negara tetap dalam kondisi siap digunakan.

"Penjagaan dan pengawasan ini kami maksudkan agar jika sewaktu-waktu jalur ini akan diaktifkan dan digunakan untuk operasional kereta api, seluruh aspeknya telah memenuhi syarat, terutama dari sisi keselamatan perjalanan," jelas Anwar.

KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya menjaga seluruh aset perkeretaapian sebagai bagian dari persiapan pengembangan layanan transportasi massal di masa depan.

Apabila jalur Rantauprapat Baru–Aek Nabara nantinya dioperasikan, keberadaannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas transportasi di Sumatera Utara, meningkatkan akses masyarakat menuju wilayah sekitar Rantauprapat hingga Kota Pinang, sekaligus mendukung mobilitas penumpang dan distribusi logistik yang lebih efisien.

Menurut Anwar, kesiapan infrastruktur menjadi fondasi penting agar jalur dapat segera dimanfaatkan ketika kebutuhan operasional meningkat.

"Pengamanan infrastruktur ini menjadi fondasi penting, terlebih melihat potensi pertumbuhan penumpang di Stasiun Rantauprapat yang terus melonjak secara signifikan dari tahun ke tahun. Kami berharap, kesiapan jalur lintas Rantauprapat Baru hingga Aek Nabara ini nantinya menjawab tingginya mobilitas masyarakat dan mempercepat integrasi konektivitas transportasi di Sumut," katanya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
KAI Divre I Sumatera Utara Stasiun Rantauprapat Proyek Strategis Nasional