RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api di Sumatera terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 3.818.770 pelanggan pada layanan kereta api jarak jauh maupun lokal. Jumlah tersebut meningkat 11,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan seluruh divisi regional (Divre) di Sumatera mencatat pertumbuhan jumlah penumpang.
Peningkatan tersebut menjadi indikator bahwa transportasi berbasis rel semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan mobilitas harian maupun perjalanan antarkota. Selain menawarkan jadwal perjalanan yang terencana, kereta api juga menjadi moda transportasi yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pariwisata di berbagai daerah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api di Pulau Sumatera.
"Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 3.818.770 pelanggan pada layanan KA jarak jauh dan lokal di empat divisi regional di Sumatera," ujarnya dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026), dikutip Antara.
Pada periode yang sama tahun lalu, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 3.429.603 orang. Artinya, terdapat tambahan sekitar 389 ribu pelanggan selama Semester I 2026.
Menurut Anne, kereta api kini telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Moda transportasi ini dimanfaatkan untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, menjalankan usaha, mengunjungi keluarga, hingga berwisata.
"Setiap wilayah memiliki karakter perjalanan yang berbeda dan seluruhnya perlu dilayani dengan mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, serta kenyamanan," katanya.
Kenaikan jumlah pelanggan terjadi di seluruh wilayah operasional KAI di Sumatera.
Divre I Sumatera Utara masih menjadi penyumbang jumlah pelanggan terbesar dengan 1.390.985 penumpang atau meningkat 4,7 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 1.328.370 pelanggan.
Sementara itu, Divre II Sumatera Barat mencatat pertumbuhan tertinggi. Jumlah pelanggannya mencapai 1.142.466 orang atau naik 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 971.845 pelanggan.
Di Divre III Palembang, KAI melayani 603.967 pelanggan atau meningkat 10,8 persen dari 545.326 pelanggan pada Semester I 2025.
Sedangkan Divre IV Tanjungkarang membukukan 681.352 pelanggan, naik 16,7 persen dibandingkan 584.062 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari total 3,82 juta pelanggan di Sumatera, sekitar sepertiganya berasal dari wilayah operasional Divre I Sumatera Utara. Namun dari sisi pertumbuhan, Divre II Sumatera Barat menjadi wilayah dengan peningkatan paling signifikan selama enam bulan pertama tahun ini.
Menurut Anne, karakter perjalanan masyarakat di setiap wilayah memiliki kebutuhan yang berbeda.
Di Sumatera Utara, layanan kereta api banyak dimanfaatkan untuk perjalanan antarkota serta mobilitas menuju Kota Medan dan wilayah sekitarnya.
Sementara di Sumatera Barat, kereta api menjadi moda transportasi yang menghubungkan masyarakat dengan pusat Kota Padang, kawasan pendidikan, sentra usaha, Bandara Internasional Minangkabau, hingga berbagai destinasi wisata di kawasan pesisir dan perbukitan.
Adapun layanan di Divre III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang mendukung mobilitas masyarakat di Sumatera bagian selatan. Penumpang memanfaatkan kereta api untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bekerja, bersekolah, berdagang, mengunjungi keluarga, hingga berwisata.
"Data setiap divre memperlihatkan bahwa kereta api mempunyai fungsi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Ada pelanggan yang menggunakannya setiap hari, ada yang bepergian antarkota, dan ada pula yang memilih kereta api untuk menikmati perjalanan bersama keluarga," ujar Anne.
Saat ini, operasional KAI di Sumatera dikelola melalui Divre I Sumatera Utara, Divre II Sumatera Barat, Divre III Palembang, dan Divre IV Tanjungkarang. Jaringan tersebut menghubungkan pusat pemerintahan, kawasan industri dan perdagangan, pasar, sekolah, perguruan tinggi, fasilitas kesehatan, bandara, hingga kawasan wisata.
Editor : Lugas Rumpakaadi