Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Turis Mancanegara Ramai Naik Kereta Api, Banyuwangi Berpeluang Panen Kunjungan Wisata

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:04 WIB
Sebanyak 38.556 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api dari KAI Daop 8 Surabaya selama Semester I 2026. (KAI)
Sebanyak 38.556 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api dari KAI Daop 8 Surabaya selama Semester I 2026. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Kereta api semakin menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara untuk menjelajahi berbagai destinasi wisata di Pulau Jawa. Tren tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah turis asing yang menggunakan layanan Kereta Api Jarak Jauh dari wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya selama Semester I 2026.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 38.556 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api dari berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. Jumlah tersebut meningkat 11,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 34.533 orang.

Peningkatan itu menjadi sinyal semakin tingginya kepercayaan wisatawan internasional terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda saat menikmati perjalanan antarkota di Indonesia.

Bagi Banyuwangi, tren tersebut menjadi kabar positif. Sebagai salah satu destinasi yang terhubung melalui jaringan Kereta Api Jarak Jauh, daerah di ujung timur Pulau Jawa itu berpeluang menikmati peningkatan kunjungan wisatawan asing yang memulai perjalanan dari Surabaya maupun kota-kota besar lainnya.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan, kereta api kini tidak hanya dipandang sebagai alat transportasi, tetapi telah menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang dicari wisatawan mancanegara.

"Kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari perjalanan wisata itu sendiri. Semakin banyak wisatawan mancanegara memilih kereta api karena dapat menikmati panorama alam Indonesia yang beragam, mulai dari hamparan persawahan, pegunungan, sungai, kawasan perkotaan, hingga bangunan-bangunan bersejarah yang menjadi identitas setiap daerah. Pengalaman inilah yang menjadikan perjalanan dengan kereta api lebih bermakna dan berkesan," ujarnya, Sabtu (18/7/2026)..

Menurut Mahendro, perjalanan menggunakan kereta memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh dari moda transportasi lain. Wisatawan dapat menikmati perubahan bentang alam, kehidupan masyarakat, hingga keragaman budaya secara langsung dari balik jendela kereta.

"Setiap lintas perjalanan memiliki karakteristik yang berbeda. Wisatawan dapat menyaksikan perubahan lanskap, keragaman budaya, hingga aktivitas masyarakat dari balik jendela kereta. Nilai pengalaman inilah yang menjadikan kereta api sebagai salah satu media promosi pariwisata Indonesia yang efektif, karena wisatawan dapat menikmati keindahan negeri ini sejak perjalanan dimulai," jelasnya.

Selama Semester I 2026, terdapat tiga stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya yang menjadi titik keberangkatan wisatawan mancanegara terbanyak. Stasiun Surabaya Gubeng 15.500 wisatawan, Stasiun Malang 9.855 wisatawan, dan Stasiun Surabaya Pasarturi 7.885 wisatawan.

Ketiga stasiun tersebut melayani total 33.240 wisatawan mancanegara atau sekitar 86,2 persen dari seluruh pelanggan wisatawan asing pengguna Kereta Api Jarak Jauh di wilayah Daop 8 Surabaya.

Data tersebut memperkuat posisi Daop 8 Surabaya sebagai salah satu pintu gerbang utama mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan di Pulau Jawa, mulai Yogyakarta, Solo, Semarang, Bandung, Jakarta, hingga Banyuwangi.

Masuknya Banyuwangi dalam jaringan destinasi yang terhubung langsung melalui layanan kereta api menjadi peluang besar bagi sektor pariwisata daerah. Kemudahan akses transportasi membuat wisatawan asing memiliki alternatif perjalanan yang lebih nyaman sekaligus dapat menikmati panorama sepanjang perjalanan.

Banyuwangi sendiri dikenal memiliki beragam destinasi unggulan, mulai Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, hingga kawasan Geopark Ijen. Seluruh potensi tersebut semakin mudah dijangkau melalui konektivitas transportasi kereta api.

Meningkatnya jumlah wisatawan asing pengguna kereta api juga berpotensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Sektor perhotelan, restoran, transportasi lanjutan, jasa pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga ekonomi kreatif diperkirakan ikut merasakan manfaat dari meningkatnya mobilitas wisatawan.

Melalui jaringan Kereta Api Jarak Jauh yang menghubungkan berbagai kota besar dan destinasi wisata, KAI menegaskan komitmennya mendukung pengembangan pariwisata nasional dengan menyediakan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan.

"KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan agar semakin banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menjadikan kereta api sebagai pilihan utama selama berwisata di Indonesia. Kami berharap setiap perjalanan bersama KAI tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga meninggalkan kesan positif tentang keramahan, keindahan, dan kekayaan Indonesia," pungkas Mahendro.

Editor : Lugas Rumpakaadi
wisatawan mancanegara kai daop 8 surabaya pariwisata banyuwangi