Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Kereta Api Lokal KAI Tembus 4,67 Juta, Bukti Kereta Makin Jadi Andalan Mobilitas Masyarakat

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 17 Juli 2026 | 08:46 WIB
Jumlah pelanggan KA Lokal KAI mencapai 4,67 juta pada Semester I 2026 atau naik 13,59 persen dibanding tahun lalu. (Antara)
Jumlah pelanggan KA Lokal KAI mencapai 4,67 juta pada Semester I 2026 atau naik 13,59 persen dibanding tahun lalu. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Kereta api lokal semakin menjadi pilihan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Mulai dari berangkat bekerja, bersekolah, berbelanja, hingga berwisata, moda transportasi berbasis rel ini terus menunjukkan peran yang semakin besar dalam mendukung mobilitas masyarakat di berbagai daerah.

Tren tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah pelanggan KA Lokal yang dikelola PT Kereta Api Indonesia (KAI). Sepanjang Semester I 2026 atau periode Januari–Juni, sebanyak 4.669.419 pelanggan menggunakan layanan KA Lokal. Angka tersebut meningkat 13,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4.110.588 pelanggan.

Kenaikan itu menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi massal. Selain menawarkan jadwal perjalanan yang pasti, kereta lokal juga dinilai lebih efisien untuk menjangkau pusat kota, kawasan pendidikan, sentra perdagangan, hingga destinasi wisata tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan jumlah pelanggan tersebut mencerminkan semakin pentingnya peran KA Lokal dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat.

"KA Lokal hadir dekat dengan aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Melalui perjalanan yang terjadwal dan kapasitas layanan yang besar, masyarakat memperoleh pilihan transportasi untuk menjangkau pusat kota maupun kawasan kegiatan di sepanjang lintas pelayanan," ujarnya, dikutip Antara.

Dari total pelanggan pada Semester I 2026, layanan KA Lokal bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) masih menjadi penyumbang terbesar dengan 3.582.434 pelanggan, naik 13,89 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 3.145.547 pelanggan.

Sementara itu, layanan KA Lokal Komersial juga menunjukkan pertumbuhan positif. Jumlah pelanggan mencapai 1.086.985 orang, meningkat 12,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 965.041 pelanggan.

Pertumbuhan pada kedua segmen tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi kereta api terus meningkat, baik pada layanan bersubsidi maupun komersial.

Di wilayah Jawa Barat, KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi menjadi salah satu layanan yang berkontribusi besar terhadap mobilitas regional. Selama Semester I 2026, KA Pangrango melayani 591.479 pelanggan, meningkat 6,69 persen dibandingkan 554.394 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.

Layanan tersebut menghubungkan kawasan yang menjadi pusat pendidikan, perdagangan, pelayanan publik, dan pariwisata. Kereta ini dimanfaatkan oleh pekerja, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga wisatawan yang melakukan perjalanan antardaerah.

Selain Pangrango, KA Siliwangi juga mencatat pertumbuhan pelanggan. Selama enam bulan pertama 2026, layanan ini melayani 814.727 pelanggan, naik 5,62 persen dibandingkan 771.387 pelanggan pada Semester I 2025.

Menurut Anne, kedua layanan tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam memperluas akses transportasi masyarakat di Jawa Barat.

"KA Pangrango dan KA Siliwangi memiliki peran yang saling melengkapi dalam memperluas akses masyarakat di Jawa Barat. Layanannya mendukung perjalanan antarkabupaten sekaligus menghubungkan masyarakat dengan sekolah, kampus, pasar, pusat layanan, dan destinasi wisata," katanya.

Pertumbuhan penggunaan KA Lokal juga terjadi di Sumatra Barat. KA Minangkabau Ekspres melayani 120.599 pelanggan selama Semester I 2026.

Layanan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan dari Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau. Kehadiran kereta memberikan kepastian waktu bagi masyarakat, wisatawan, maupun pelaku perjalanan bisnis.

Sementara itu, KA Lembah Anai mencatat pertumbuhan paling mencolok. Jumlah pelanggan mencapai 162.428 orang, atau lebih dari tiga kali lipat dibandingkan Semester I 2025 yang hanya 51.035 pelanggan.

Lonjakan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pendidikan, perdagangan, dan destinasi wisata.

Meningkatnya jumlah pelanggan tidak hanya berdampak pada sektor transportasi. Aktivitas masyarakat yang semakin tinggi turut memberikan efek berganda bagi perekonomian di sekitar stasiun.

Usaha kuliner, perdagangan, transportasi lanjutan, akomodasi, hingga pelaku usaha mikro dan kecil memperoleh peluang lebih besar seiring meningkatnya arus perjalanan penumpang.

"Ketika akses antarkawasan semakin mudah, ruang aktivitas masyarakat juga semakin luas. KA Lokal membantu mempertemukan masyarakat dengan berbagai peluang ekonomi dan layanan publik di daerah yang dilalui," ujar Anne.

Selain itu, kapasitas angkut kereta yang besar memungkinkan banyak pelanggan melakukan perjalanan dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi sekaligus mendukung sistem transportasi yang lebih tertib, efisien, dan berkelanjutan.

Secara nasional, tren ini memperlihatkan bahwa transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya masyarakat sebagai pilihan utama untuk perjalanan jarak dekat maupun antardaerah. Dengan waktu tempuh yang relatif pasti serta biaya yang kompetitif, kereta lokal terus memperkuat posisinya sebagai moda transportasi andalan.

Mengikuti pertumbuhan jumlah pelanggan, KAI memastikan akan terus melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan masyarakat, kebutuhan kapasitas, jadwal keberangkatan, pelayanan di stasiun, hingga integrasi dengan moda transportasi lanjutan.

Pengembangan layanan tersebut akan disesuaikan dengan karakteristik mobilitas di masing-masing daerah agar manfaat KA Lokal semakin luas dirasakan masyarakat.

"KAI akan terus memperkuat keandalan KA Lokal agar manfaatnya semakin luas. Keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, dan kemudahan akses menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas perjalanan masyarakat," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
KA Lokal KAI