Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jangan Anggap Sepele, LRT Jabodebek Soroti Kebiasaan Penumpang yang Berpengaruh pada Keselamatan Perjalanan

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:14 WIB
LRT Jabodebek mengajak masyarakat membangun budaya keselamatan melalui lima kebiasaan sederhana saat menggunakan transportasi publik. (Antara)
LRT Jabodebek mengajak masyarakat membangun budaya keselamatan melalui lima kebiasaan sederhana saat menggunakan transportasi publik. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan LRT Jabodebek setiap hari mendorong pentingnya membangun budaya keselamatan di lingkungan transportasi publik. Selain didukung sistem operasional dan petugas, keselamatan perjalanan juga ditentukan oleh kebiasaan setiap pengguna saat berada di stasiun maupun di dalam kereta.

Setiap harinya, puluhan hingga ratusan ribu masyarakat memanfaatkan layanan LRT Jabodebek untuk berbagai aktivitas, mulai bekerja, bersekolah, hingga berwisata. Di tengah tingginya volume penumpang tersebut, masih ditemukan sejumlah kebiasaan yang kerap dianggap sepele, padahal berpotensi memengaruhi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan.

Beberapa di antaranya ialah berdiri terlalu dekat dengan tepi peron, menghalangi pintu kereta ketika proses naik dan turun penumpang berlangsung, hingga menggunakan fasilitas darurat tidak sesuai peruntukannya.

Manager of Public Relations LRT Jabodebek Radhitya Mardika mengatakan, terciptanya transportasi publik yang aman merupakan hasil kolaborasi antara operator dan masyarakat sebagai pengguna layanan.

"Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Selain memastikan layanan berjalan sesuai standar operasional, kami juga mengajak seluruh pengguna untuk membangun budaya menggunakan transportasi publik secara tertib. Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap pengguna dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan dan kenyamanan perjalanan bagi semua," ujarnya, dikutip Antara.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan budaya keselamatan, LRT Jabodebek mengimbau masyarakat menerapkan lima kebiasaan sederhana saat menggunakan layanan.

Pertama, menunggu kereta di belakang garis kuning yang tersedia di peron. Garis tersebut menjadi batas aman bagi penumpang hingga kereta berhenti sempurna, sehingga dapat mengurangi risiko tersenggol rangkaian kereta maupun terdorong akibat kepadatan penumpang.

Kedua, memberikan prioritas kepada penumpang yang turun sebelum naik ke dalam kereta. Kebiasaan ini dinilai mampu memperlancar arus perpindahan penumpang, mengurangi penumpukan di pintu, sekaligus mempercepat proses naik dan turun.

Ketiga, tidak menghalangi pintu kereta saat akan menutup. Pintu merupakan bagian dari sistem operasional yang mendukung ketepatan jadwal perjalanan. Menghalangi pintu dapat menghambat keberangkatan dan berdampak pada kelancaran layanan.

Keempat, melepas ransel dan membawa barang bawaan di bagian depan tubuh ketika kondisi kereta padat. Cara tersebut memberikan ruang gerak yang lebih nyaman bagi sesama penumpang, mengurangi risiko menyenggol orang lain, serta memudahkan mobilitas di dalam kereta.

Kelima, memanfaatkan fasilitas darurat hanya dalam kondisi yang benar-benar memerlukan penanganan segera. Fasilitas seperti Emergency Intercom disediakan agar penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas apabila terjadi keadaan darurat sehingga respons dapat diberikan secara cepat dan tepat.

Radhitya menambahkan, budaya keselamatan tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kepedulian terhadap sesama pengguna transportasi publik.

"Hal-hal sederhana seperti mengantre dengan tertib, memberikan ruang bagi penumpang yang turun, serta mengikuti arahan petugas merupakan bentuk kepedulian yang dapat menciptakan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi semua. Semakin banyak masyarakat yang menerapkan kebiasaan tersebut, semakin baik pula pengalaman menggunakan transportasi publik," katanya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
lrt jabodebek