Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jelajahi Banyuwangi, Kabupaten Terluas di Jawa Timur yang Menyuguhkan Keindahan Gunung, Pantai, Savana, hingga Warisan Budaya

Anita Rahma • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:50 WIB
Banyuwangi menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia. (Anita untuk Radar Banyuwangi)
Banyuwangi menjadi destinasi wisata unggulan Indonesia. (Anita untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Banyuwangi terus memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia. Kabupaten terluas di Jawa Timur ini tidak lagi dikenal hanya sebagai daerah persinggahan menuju Bali, melainkan telah menjelma menjadi tujuan wisata utama yang menawarkan kekayaan alam, budaya, dan konsep pariwisata berkelanjutan.

Julukan Sunrise of Java menjadi identitas yang melekat kuat bagi Banyuwangi. Selain menjadi wilayah paling timur di Pulau Jawa yang pertama menikmati matahari terbit, sebutan tersebut juga mencerminkan kebangkitan sektor pariwisata yang berkembang melalui pengelolaan berbasis ekowisata dan pelestarian budaya.

Keunggulan Banyuwangi terletak pada keragaman destinasi yang dimilikinya. Dalam satu wilayah, wisatawan dapat menikmati panorama gunung berapi aktif, taman nasional, savana, pantai eksotis, hingga wisata bawah laut yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Salah satu ikon wisata paling populer adalah Kawah Ijen yang berada di kawasan perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso. Gunung api ini terkenal dengan fenomena blue fire atau api biru yang menjadi salah satu fenomena alam langka di dunia. Keindahan danau kawah berwarna hijau toska yang berpadu dengan panorama matahari terbit menjadikan kawasan ini sebagai destinasi favorit para pendaki. Demi menjaga keselamatan dan kelestarian kawasan konservasi, wisatawan disarankan melakukan reservasi sesuai ketentuan yang berlaku sebelum melakukan pendakian.

Di bagian utara, perbatasan Kabupaten Situbondo dan Banyuwangi, Taman Nasional Baluran menawarkan bentang savana yang luas sehingga mendapat julukan Africa van Java. Kawasan konservasi tersebut menjadi habitat berbagai satwa liar seperti banteng, rusa, kerbau liar, hingga burung merak. Perjalanan di Baluran juga dapat dilanjutkan menuju Pantai Bama yang menghadirkan panorama hutan mangrove dan perairan yang jernih.

Pesona Banyuwangi juga terpancar dari kawasan pesisirnya. Di selatan, Pantai Pulau Merah dikenal melalui bukit kecil berwarna kemerahan yang berada di bibir pantai. Ombaknya yang stabil menjadikan lokasi ini sebagai salah satu tujuan favorit peselancar, sekaligus tempat menikmati panorama matahari terbenam.

Tak jauh dari sana terdapat Pantai Plengkung atau G-Land, yang telah lama dikenal sebagai salah satu lokasi selancar terbaik di dunia. Ombak besar dan konsisten membuat pantai ini rutin dikunjungi peselancar profesional dari berbagai negara.

Sementara itu, wisata bahari di kawasan utara menghadirkan pengalaman berbeda melalui Bangsring Underwater dan Pulau Tabuhan. Bangsring Underwater merupakan kawasan konservasi yang dikelola masyarakat nelayan, menawarkan aktivitas snorkeling, menikmati terumbu karang, hingga berenang bersama hiu jinak di rumah apung. Dari kawasan tersebut, wisatawan juga dapat menyeberang menuju Pulau Tabuhan yang terkenal dengan pasir putih dan kejernihan air lautnya.

Bagi pencinta wisata alam, Taman Nasional Alas Purwo menyajikan pengalaman menjelajahi kawasan hutan tropis yang masih alami. Pengunjung dapat mengunjungi Hutan Mangrove Bedul, Savana Sadengan, hingga Pura Luhur Giri Salaka yang memiliki nilai sejarah dan spiritual. Nuansa alami kawasan ini menghadirkan pengalaman wisata yang berbeda dibanding destinasi lainnya.

Tak kalah menarik, Djawatan Benculuk menjadi destinasi favorit wisatawan dan pecinta fotografi. Deretan pohon trembesi berusia ratusan tahun membentuk lorong alami dengan pencahayaan dramatis yang menciptakan suasana unik dan memikat.

Selain wisata alam, Banyuwangi juga terus mengembangkan sektor budaya melalui penyelenggaraan Banyuwangi Festival (B-Fest). Agenda tahunan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan tradisi, termasuk Gandrung Sewu, yang menampilkan ribuan penari di kawasan Pantai Boom. Festival ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang memperkuat identitas Banyuwangi di tingkat nasional.

Pengalaman wisata semakin lengkap melalui pengembangan desa wisata. Wisatawan dapat bermalam di homestay milik warga, mengenal proses pembuatan batik khas Banyuwangi, hingga menikmati ragam kuliner tradisional seperti Sego Tempong, Pecel Pitik, dan Rujak Soto.

Pertumbuhan sektor pariwisata Banyuwangi juga didukung peningkatan infrastruktur dan pengelolaan destinasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Kemudahan akses transportasi, termasuk keberadaan Bandara Banyuwangi yang mengusung konsep ramah lingkungan, mempermudah mobilitas wisatawan dari berbagai daerah.

Di sisi lain, penerapan sistem pengelolaan destinasi, termasuk pemesanan tiket secara daring pada sejumlah kawasan konservasi, menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pelaku pariwisata menjadi modal utama dalam membangun sektor wisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
banyuwangi