Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Taman Sayu Wiwit Jadi Daya Tarik Wisata Malam, Hadirkan Ruang Santai Sekaligus Mengenang Perjuangan Srikandi Blambangan

Mayang Dwi Febrianti • Selasa, 14 Juli 2026 | 16:35 WIB
Taman Sayu Wiwit di Banyuwangi menjadi destinasi favorit wisata malam dengan lampu hias yang estetik. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Taman Sayu Wiwit di Banyuwangi menjadi destinasi favorit wisata malam dengan lampu hias yang estetik. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Gemerlap lampu hias yang membalut deretan pohon palem dan cahaya temaram di sepanjang jalur pedestrian menjadikan Taman Sayu Wiwit sebagai salah satu destinasi favorit warga Banyuwangi untuk menikmati suasana malam. Ruang terbuka hijau yang berada tepat di depan Taman Makam Pahlawan Wisma Raga Satria itu kini tak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga menghadirkan nilai sejarah yang kuat.

Taman yang dikelola Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tersebut dirancang sebagai ruang publik yang menggabungkan fungsi rekreasi, penghijauan, dan edukasi sejarah. Nama Sayu Wiwit diabadikan sebagai penghormatan kepada senopati sekaligus srikandi Kerajaan Blambangan yang memimpin perlawanan rakyat terhadap VOC dalam Perang Bayu pada 1771.

Perang Bayu tercatat sebagai salah satu perlawanan terbesar masyarakat Blambangan dalam mempertahankan tanah kelahirannya dari penjajahan Belanda. Melalui penamaan taman tersebut, pemerintah daerah berharap semangat perjuangan tokoh perempuan Banyuwangi itu tetap dikenang lintas generasi.

Memasuki malam hari, suasana taman berubah menjadi lebih hidup. Jalur pejalan kaki yang bersih dipadukan dengan pencahayaan dekoratif menciptakan atmosfer yang nyaman bagi pengunjung. Bangku-bangku di bawah rindangnya pepohonan menjadi tempat favorit warga untuk bersantai, berbincang, hingga menyelesaikan pekerjaan maupun tugas kuliah.

Perpaduan nuansa modern dengan nilai historis menjadi daya tarik tersendiri. Tak sedikit pelajar dan mahasiswa memanfaatkan taman sebagai ruang belajar alternatif karena suasananya yang tenang dan sejuk.

Salah seorang pengunjung, Wildan, 20, mengaku kerap memilih Taman Sayu Wiwit sebagai lokasi mengerjakan tugas kuliah. Menurutnya, suasana yang nyaman membuat aktivitas belajar menjadi lebih fokus.

"Suasana malam di sini tenang banget, cocok buat fokus ngerjain tugas kuliah biar nggak bosan di rumah terus. Tapi selain tempatnya yang adem dan estetik, yang bikin tempat ini lebih spesial adalah namanya. Sebagai mahasiswa asli Banyuwangi, belajar di Taman Sayu Wiwit ini selalu mengingatkan saya kalau daerah kita punya sejarah perjuangan yang luar biasa dari seorang tokoh perempuan hebat," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap penataan ruang publik yang modern dan ramah keluarga dapat menjadi sarana mendekatkan sejarah kepada masyarakat, terutama generasi muda. Dengan konsep tersebut, Taman Sayu Wiwit tidak hanya menjadi tempat rekreasi dan melepas penat di pusat kota, tetapi juga berfungsi sebagai monumen hidup yang terus mengingatkan masyarakat akan perjuangan Sayu Wiwit dalam mempertahankan Bumi Blambangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Taman Sayu Wiwit