Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stasiun Karet Diubah Jadi Concourse Penghubung ke BNI City, KAI Siapkan Travelator Berpendingin Udara untuk Penumpang

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 14 Juli 2026 | 13:18 WIB
PT KAI menargetkan integrasi Stasiun Karet dan BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026. (Pexels/Noval Gani)
PT KAI menargetkan integrasi Stasiun Karet dan BNI City mulai beroperasi pada 28 September 2026. (Pexels/Noval Gani)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan integrasi operasional Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai berlaku pada 28 September 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan KRL Jabodetabek melalui penataan alur perjalanan penumpang, penguatan aspek keselamatan, serta pembenahan akses di kawasan sekitar stasiun.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, integrasi kedua stasiun disiapkan untuk menghadirkan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terhubung bagi pelanggan.

Menurut Bobby, proses integrasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian mengingat Stasiun Karet selama ini menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. KAI juga mempertimbangkan berbagai kepentingan di kawasan tersebut, mulai dari pejalan kaki, pengantar dan penjemput penumpang, ojek pangkalan, ojek daring, hingga pelaku usaha di sekitar stasiun.

Karena itu, penataan kawasan akan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan masukan dari berbagai pihak agar proses transisi berjalan lancar.

Dalam skema integrasi, area Stasiun Karet akan difungsikan sebagai concourse atau ruang penghubung menuju Stasiun BNI City. KAI juga menyiapkan fasilitas travelator berpendingin udara sehingga perpindahan penumpang antarstasiun dapat berlangsung lebih nyaman.

Sementara itu, aktivitas gate in dan gate out nantinya akan dipusatkan di Stasiun BNI City. Adapun kawasan Stasiun Karet tetap difungsikan sebagai akses pendukung yang lebih tertata.

Bobby menjelaskan, integrasi ini didorong oleh kebutuhan meningkatkan keselamatan operasional sekaligus kualitas pelayanan. Jarak kedua stasiun yang sangat berdekatan dinilai memengaruhi pola operasi perjalanan kereta api sehingga diperlukan penataan yang lebih efektif.

Selain itu, aktivitas naik-turun penumpang, pengantaran, dan penjemputan di sekitar Stasiun Karet juga perlu diatur agar lebih aman bagi pengguna kereta, pengguna jalan, maupun masyarakat sekitar.

"Kami ingin menyelesaikan persoalan ini dengan pendekatan yang solutif. Pelanggan membutuhkan akses yang mudah, masyarakat sekitar membutuhkan kepastian ruang, dan operasi kereta api membutuhkan alur yang aman. Integrasi ini harus menjawab ketiganya," ujar Bobby, dikutip Antara.

Data PT KAI menunjukkan kawasan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City menjadi salah satu pusat aktivitas penumpang di jaringan KRL Jabodetabek. Sepanjang Semester I 2026, Stasiun Karet mencatat 7.257.442 aktivitas gate in dan gate out, sedangkan Stasiun BNI City melayani 2.688.254 aktivitas.

Dengan demikian, total aktivitas naik dan turun penumpang di kedua stasiun tersebut mencapai 9.945.696 selama periode Januari hingga Juni 2026.

Peran Stasiun BNI City juga semakin strategis karena menjadi salah satu titik layanan Commuter Line Basoetta. Pada Semester I 2026, layanan tersebut melayani 1.197.413 pelanggan atau meningkat 12,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.062.415 pelanggan.

Melalui integrasi ini, KAI berharap konektivitas perjalanan komuter, perpindahan antarmoda, serta akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat semakin optimal.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, KAI akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Penataan mencakup akses pejalan kaki, area pengantaran dan penjemputan, pergerakan ojek pangkalan maupun ojek daring, hingga aktivitas masyarakat di sekitar Stasiun Karet.

Selain itu, KAI akan menyiapkan masa transisi melalui penyediaan petunjuk arah, penempatan petugas layanan, sosialisasi kepada pelanggan, serta pengaturan arus penumpang agar perubahan pola perjalanan dapat dipahami dengan baik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Stasiun BNI City stasiun Karet KAI krl jabodetabek