Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Menyelamatkan 75 Pohon Berkat Face Recognition Boarding, Pengguna Capai 5,55 Juta pada Semester I 2026

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 14 Juli 2026 | 13:04 WIB
Pengguna Face Recognition Boarding Gate KAI mencapai 5,55 juta pada Semester I 2026. (Antara)
Pengguna Face Recognition Boarding Gate KAI mencapai 5,55 juta pada Semester I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemanfaatan teknologi Face Recognition Boarding Gate di layanan Kereta Api Indonesia (KAI) terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Semester I 2026, sebanyak 5.555.034 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan fasilitas boarding berbasis pengenalan wajah tersebut.

Jumlah itu meningkat 53.978 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 5.501.056 pengguna. Peningkatan tersebut menunjukkan proses boarding digital semakin menjadi kebiasaan pelanggan saat melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Dengan teknologi ini, pelanggan yang telah melakukan registrasi cukup mengarahkan wajah ke perangkat pemindai untuk mencocokkan identitas dengan data tiket. Proses tersebut membuat pelanggan tidak lagi perlu mencetak boarding pass sehingga tahapan keberangkatan menjadi lebih cepat dan praktis.

Selain meningkatkan kemudahan layanan, penerapan face recognition juga memberikan dampak nyata terhadap efisiensi operasional dan upaya pelestarian lingkungan.

Selama Januari hingga Juni 2026, penggunaan Face Recognition Boarding Gate berhasil mengurangi kebutuhan sekitar 13.888 rol kertas boarding pass. Efisiensi tersebut diperkirakan menghasilkan penghematan biaya hingga Rp203.800.310.

Jika setiap rol kertas memiliki panjang sekitar 72 meter, total kertas yang berhasil dihemat mencapai hampir 1.000 kilometer. Berdasarkan simulasi konservatif, jumlah tersebut setara sekitar 4,4 ton kertas atau kebutuhan bahan baku sekitar 75 pohon.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, digitalisasi layanan tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga membantu perusahaan mengelola sumber daya secara lebih efisien.

"Face recognition membuat proses boarding lebih praktis karena pelanggan cukup melakukan pemindaian wajah. Ketika digunakan oleh jutaan pelanggan, pengurangan satu lembar cetakan dalam setiap perjalanan dapat terakumulasi menjadi penghematan kertas dan biaya yang cukup besar," ujarnya, dikutip Antara.

Secara kumulatif sejak layanan Face Recognition Boarding Gate mulai diterapkan pada Januari 2023 hingga Juni 2026, fasilitas tersebut telah digunakan oleh 26.964.584 pelanggan kereta api jarak jauh.

Dalam kurun waktu tersebut, KAI berhasil mengurangi penggunaan sekitar 67.411 rol kertas boarding pass dengan estimasi penghematan mencapai Rp989.263.176. Jika direntangkan, panjang kertas yang berhasil dihemat mencapai lebih dari 4.853 kilometer.

Dari sisi lingkungan, penghematan tersebut diperkirakan setara sekitar 21,36 ton kertas atau bahan baku sekitar 363 pohon. Capaian tersebut menunjukkan bahwa perubahan sederhana melalui digitalisasi layanan mampu memberikan dampak signifikan apabila dilakukan secara konsisten dalam skala besar.

Anne menambahkan, setiap pelanggan yang memilih boarding digital turut berkontribusi mengurangi konsumsi material sekaligus mempercepat alur pelayanan, terutama di stasiun dengan volume keberangkatan yang tinggi.

Sepanjang Semester I 2026, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition Boarding Gate terbanyak, yakni 927.658 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Yogyakarta dengan 648.737 pelanggan, disusul Stasiun Pasarsenen sebanyak 490.450 pelanggan.

Sementara itu, peringkat selanjutnya diisi Stasiun Semarang Tawang (401.361 pelanggan), Purwokerto (341.514), Surabaya Pasar Turi (327.434), Surabaya Gubeng (269.552), Solo Balapan (245.957), Bandung (245.445), dan Semarang Poncol (221.660).

Secara keseluruhan, sepuluh stasiun tersebut mencatat 4.119.768 pengguna atau sekitar 74,16 persen dari total penggunaan Face Recognition Boarding Gate selama Semester I 2026. Artinya, hampir tiga dari empat transaksi boarding digital berlangsung di stasiun-stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi.

KAI menilai tingginya konsentrasi penggunaan di stasiun utama menjadi dasar evaluasi dalam penataan kapasitas layanan, penyediaan perangkat boarding gate, hingga pendampingan kepada pelanggan.

Saat ini, fasilitas Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di 22 stasiun, yaitu Bandung, Bekasi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Gambir, Jember, Kiaracondong, Kutoarjo, Lempuyangan, Medan, Malang, Madiun, Pekalongan, Pasarsenen, Purwokerto, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Solo Balapan, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Yogyakarta.

KAI memastikan akan terus mengevaluasi pemanfaatan teknologi tersebut agar selaras dengan kebutuhan pelanggan di setiap stasiun sekaligus mendukung pengelolaan perjalanan yang semakin efisien dan ramah lingkungan.

"Jutaan pemindaian wajah menghasilkan dua manfaat sekaligus, yaitu pengalaman boarding yang lebih praktis bagi pelanggan dan pengurangan konsumsi kertas secara berkelanjutan. Inilah nilai strategis digitalisasi ketika manfaatnya dapat dirasakan dalam setiap perjalanan," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Face Recognition Boarding #kereta api indonesia #KAI