RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat menggunakan kereta api pada relasi Medan–Lubuk Pakam terus menunjukkan tren meningkat.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara mencatat jumlah pengguna yang memanfaatkan layanan melalui Stasiun Lubuk Pakam sepanjang semester pertama 2026 tumbuh enam persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan selama Januari hingga Juni 2026 jumlah penumpang yang menggunakan Stasiun Lubuk Pakam mencapai 38.592 orang. Angka tersebut meningkat dibanding semester pertama 2025 yang tercatat sebanyak 36.243 penumpang.
Menurut Anwar, kenaikan jumlah pengguna menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel terus menguat.
Kereta api dinilai menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta tarif yang terjangkau.
"Peningkatan ini mencerminkan semakin vitalnya peran Stasiun Lubuk Pakam dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat. Kepercayaan publik terus tumbuh terhadap layanan kereta api yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau," ujarnya, dikutip Antara.
Stasiun Lubuk Pakam memiliki posisi strategis karena berada di pusat pemerintahan Kabupaten Deli Serdang.
Lokasinya yang berdekatan dengan Kantor Bupati dan DPRD Deli Serdang menjadikan stasiun tersebut sebagai salah satu simpul mobilitas bagi aparatur sipil negara, pelaku usaha, hingga masyarakat yang memiliki kepentingan administrasi maupun aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Selain berfungsi sebagai pusat mobilitas, Stasiun Lubuk Pakam juga memiliki nilai sejarah panjang dalam perkembangan perkeretaapian di Sumatera Utara.
Bangunan stasiun lama dibangun pada masa Hindia Belanda oleh Deli Spoorweg Maatschappij (DSM) dan mulai beroperasi bersamaan dengan peresmian jalur Serdang–Perbaungan pada 7 Februari 1890.
Dengan demikian, stasiun tersebut kini telah berusia 136 tahun.
Seiring perkembangan kebutuhan transportasi, fasilitas stasiun terus diperbarui.
Pada 2021, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan membangun gedung stasiun baru yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung.
Pembangunan tersebut menghadirkan atap peneduh serta peron tinggi untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan penumpang saat naik maupun turun kereta.
Aktivitas perjalanan di Stasiun Lubuk Pakam juga tergolong padat.
Pada hari kerja terdapat 14 perjalanan kereta api yang berhenti di stasiun tersebut.
Sementara pada akhir pekan maupun hari libur, jumlah perjalanan meningkat menjadi 16 perjalanan seiring beroperasinya KA Sribilah Fakultatif.
Sejumlah layanan kereta api antarkota maupun lokal melayani pemberhentian di Stasiun Lubuk Pakam, antara lain KA Putri Deli, KA Sribilah Utama, KA Sribilah Fakultatif, serta KA lokal Siantar Ekspres.
Pilihan tersebut memberikan alternatif perjalanan dengan beragam jadwal serta kelas layanan, mulai tarif ekonomis hingga kelas eksekutif.
Anwar mengatakan, keberagaman layanan tersebut memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menyesuaikan perjalanan sesuai kebutuhan dan kemampuan.
Untuk memperkuat konektivitas kawasan, KAI Bandara sebagai anak perusahaan KAI juga mulai menguji coba penambahan empat perjalanan kereta api relasi Medan–Lubuk Pakam pulang pergi sejak 1 Juli 2026.
"Kami terus mendorong Stasiun Lubuk Pakam yang telah berusia lebih dari satu abad ini menjadi pusat integrasi transportasi yang andal sekaligus mampu menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Deli Serdang," kata Anwar.
Editor : Lugas Rumpakaadi