Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KAI Tingkatkan Layanan Bogor Line, Peron Jalur 6, 7, dan 8 Siap Dukung Operasi KRL Berkapasitas Lebih Besar

Lugas Rumpakaadi • Senin, 13 Juli 2026 | 12:52 WIB
KAI menyiapkan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional KRL SF12. (Antara)
KAI menyiapkan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 Stasiun Bogor untuk mendukung operasional KRL SF12. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat kapasitas layanan Bogor Line seiring tingginya mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek.

Salah satu langkah yang kini disiapkan adalah pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor agar mampu melayani rangkaian KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12).

Pengembangan tersebut ditujukan untuk mengurangi kepadatan pelanggan, memperlancar proses naik dan turun penumpang, serta meningkatkan kenyamanan perjalanan, terutama pada jam-jam sibuk.

Sepanjang Semester I 2026, Bogor Line melayani sebanyak 78.077.679 pelanggan.

Dalam periode operasional selama 181 hari, rata-rata jumlah pengguna mencapai sekitar 431.368 pelanggan setiap hari.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya volume pelanggan menjadi dasar penting bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kapasitas layanan.

"Ratusan ribu pelanggan mengandalkan Bogor Line setiap hari untuk bekerja, belajar, dan menjalankan berbagai aktivitas. Karena itu, pengembangan layanan disiapkan dengan melihat kebutuhan pelanggan sejak memasuki stasiun, menunggu di peron, naik ke dalam KRL, hingga tiba di tujuan," ujarnya, dikutip Antara.

Tingginya aktivitas juga terlihat di Stasiun Bogor.

Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun tersebut mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri atas 9.371.057 pelanggan masuk (gate in) dan 9.080.405 pelanggan keluar (gate out).

Rata-rata aktivitas mencapai sekitar 101.942 pergerakan pelanggan setiap hari.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, KAI menyiapkan peron jalur 6, 7, dan 8 agar dapat melayani operasional rangkaian KRL SF12.

Sebelumnya, jalur tersebut hanya mampu melayani rangkaian dengan formasi maksimal 10 kereta (SF10).

Dengan kapasitas baru tersebut, pengaturan kedatangan maupun keberangkatan KRL di Stasiun Bogor diharapkan menjadi lebih fleksibel sehingga distribusi penumpang dapat berlangsung lebih merata di setiap peron.

Sebelum dioperasikan, peron jalur 6, 7, dan 8 telah menjalani uji bersama yang melibatkan tim prasarana, sarana, dan operasi.

Pengujian dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur, peron, listrik aliran atas, rangkaian KRL SF12, hingga pola operasional.

Tahapan tersebut merupakan lanjutan dari uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026 dan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026.

Seluruh hasil pengujian menjadi bahan evaluasi sebelum fasilitas digunakan secara penuh.

"Uji bersama memastikan sarana, prasarana, dan pola operasi memiliki kesiapan yang selaras. Pemeriksaan dilakukan secara cermat karena keselamatan pelanggan dan keandalan perjalanan menjadi acuan utama sebelum fasilitas digunakan," kata Anne.

Pengembangan yang dilakukan tidak hanya mencakup perpanjangan jalur dan peron, tetapi juga pekerjaan struktur, arsitektur, penataan listrik aliran atas, mekanikal dan elektrikal, hingga pembangunan fasilitas pendukung.

KAI juga menyiapkan kanopi peron (overcapping) untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggan saat menunggu kereta dalam kondisi hujan maupun cuaca panas.

Penguatan prasarana tersebut berjalan beriringan dengan program pembaruan armada KRL Commuter Line Jabodetabek.

KAI mengadakan 27 rangkaian baru atau sebanyak 324 kereta, yang terdiri atas 11 rangkaian produksi CRRC dan 16 rangkaian produksi PT Industri Kereta Api (INKA).

Hingga pembaruan internal terakhir, sebanyak 18 rangkaian atau 216 kereta telah beroperasi, terdiri atas seluruh 11 rangkaian produksi CRRC dan tujuh rangkaian produksi INKA.

Sementara sembilan rangkaian INKA lainnya masih menjalani tahapan penyelesaian sebelum dioperasikan.

Seluruh rangkaian CRRC telah dioperasikan secara bertahap untuk memperkuat layanan Bogor Line dan Cikarang Line.

Sebelumnya, dua rangkaian CRRC mulai melayani Bogor Line pada Juni 2025.

Kemudian, dua rangkaian produksi INKA mulai beroperasi secara reguler pada Desember 2025 setelah memperoleh sertifikasi keselamatan dan kelaikan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Anne menjelaskan, penggunaan rangkaian SF12 memberikan kapasitas angkut yang lebih besar dalam setiap perjalanan.

Namun, peningkatan kapasitas tersebut harus didukung kesiapan infrastruktur, sistem kelistrikan, fasilitas perawatan, sumber daya manusia, serta pengaturan operasional yang terintegrasi.

"Fokus penguatan Bogor Line adalah pengalaman harian pelanggan. Kapasitas yang lebih memadai, penyebaran pelanggan di peron, alur naik dan turun yang lebih lancar, serta sarana yang andal diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan pada waktu-waktu dengan kebutuhan perjalanan tinggi," jelasnya.

Selama proses penyelesaian tahap akhir pekerjaan, KAI bersama KAI Commuter juga terus menyiapkan pengaturan alur pelanggan, penyampaian informasi layanan, serta penempatan petugas di Stasiun Bogor.

Pelanggan diimbau memperhatikan informasi perjalanan dan mengikuti arahan petugas selama berada di area stasiun.

"Dengan rata-rata lebih dari 431 ribu pelanggan per hari di Bogor Line, setiap peningkatan kapasitas harus memberi manfaat yang jelas bagi pelanggan. KAI bersama KAI Commuter terus menyelaraskan kesiapan peron SF12, sarana baru, dan operasi agar perjalanan semakin nyaman, aman, dan tertata," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
KAI stasiun bogor KRL Commuter Line