Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Relasi Terpanjang KAI Tembus 1.030 Kilometer, Kereta Api Blambangan Ekspres dan Sangkuriang Perluas Akses Perjalanan ke Banyuwangi

Lugas Rumpakaadi • Senin, 13 Juli 2026 | 12:35 WIB
Blambangan Ekspres menjadi kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia sejauh 1.030 kilometer. (Antara)
Blambangan Ekspres menjadi kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia sejauh 1.030 kilometer. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat KA Blambangan Ekspres sebagai kereta api dengan relasi perjalanan terpanjang di Indonesia.

Kereta yang melayani rute Pasarsenen–Ketapang pulang pergi (pp) tersebut menempuh jarak sekitar 1.030 kilometer, sekaligus menjadi penghubung langsung Jakarta dengan Banyuwangi melalui sejumlah kota besar di Pulau Jawa.

Keberadaan layanan tersebut memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka akses yang semakin luas menuju Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di ujung timur Pulau Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, beragam layanan kereta api jarak jauh memberikan banyak pilihan bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan antarkota, termasuk relasi yang menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer.

"Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha," ujarnya, dikutip Antara.

Selain Blambangan Ekspres, KAI juga mencatat empat layanan lain dengan relasi terpanjang, yakni KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang sejauh sekitar 1.002 kilometer, KA Pandalungan relasi Gambir–Jember sekitar 919 kilometer, KA Gajayana relasi Gambir–Malang sekitar 904 kilometer, serta KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng sekitar 825 kilometer.

Sepanjang 2025, KA Blambangan Ekspres melayani 533.988 pelanggan.

Sementara pada Semester I 2026 jumlah pelanggan telah mencapai 247.142 orang.

Adapun KA Sangkuriang yang mulai beroperasi pada Mei 2026 telah melayani 133.119 pelanggan hingga Juni 2026.

Perjalanan KA Blambangan Ekspres melintasi sejumlah kota di jalur utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, hingga Jember sebelum tiba di Stasiun Ketapang, Banyuwangi.

Setibanya di Banyuwangi, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, kawasan Kota Banyuwangi, maupun Pelabuhan Ketapang sebagai pintu penyeberangan menuju Bali.

Sementara itu, KA Sangkuriang menghadirkan pilihan perjalanan langsung dari Bandung menuju Ketapang melalui lintas selatan Pulau Jawa.

Kereta ini melayani pemberhentian di Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi tanpa pelanggan harus berganti kereta di tengah perjalanan.

Di posisi ketiga terdapat KA Pandalungan yang menghubungkan Gambir dengan Jember.

Relasi tersebut mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan pendidikan, pemerintahan, perdagangan, dan pariwisata di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.

Adapun KA Gajayana melayani rute Gambir–Malang melalui Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, hingga Kepanjen.

Sementara KA Gaya Baru Malam Selatan menghubungkan Pasarsenen dengan Surabaya Gubeng melalui sejumlah kota di lintas selatan Jawa.

Anne menambahkan, keberadaan kereta api jarak jauh tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah yang dilalui.

Aktivitas pelanggan di stasiun turut menggerakkan sektor transportasi lanjutan, perhotelan, kuliner, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha lokal.

"Perjalanan panjang dengan kereta api memberi ruang bagi pelanggan untuk beristirahat, berbincang bersama keluarga, membaca, bekerja, atau menikmati pemandangan. Pengalaman berlibur pun dapat dimulai sejak kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan," katanya.

KAI mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dengan memeriksa jadwal, relasi, stasiun pemberhentian, serta ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI.

Pelanggan juga diminta datang lebih awal ke stasiun dan menjaga barang bawaan selama perjalanan.

"KAI akan terus mengevaluasi pelayanan di stasiun dan selama perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia dengan aman dan nyaman," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Ketapang #kereta api jarak jauh #Blambangan Ekspres #KAI #banyuwangi