RADARBANYUWANGI.ID - Program edukasi KAI Schooliday kembali digelar PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melalui Rail Academy.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar secara langsung bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat pelayanan hingga operasional perkeretaapian di lingkungan stasiun.
Program yang ditujukan bagi pelajar usia 7 hingga 12 tahun tersebut dikemas secara interaktif.
Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak melihat secara langsung berbagai aktivitas pelayanan dan operasional di Stasiun Surabaya Gubeng.
Pada pelaksanaan kali ini, terdapat tiga anak yang memperoleh kesempatan istimewa mengikuti Rail Academy setelah lolos proses kualifikasi.
Mereka terpilih berkat kreativitas dan antusiasme melalui video singkat bertema kecintaan terhadap kereta api yang diunggah di media sosial dengan menyertakan tag akun KAI121.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan KAI Schooliday merupakan salah satu upaya perusahaan mengenalkan transportasi kereta api kepada generasi muda melalui metode pembelajaran yang menyenangkan sekaligus edukatif.
"KAI Schooliday atau Rail Academy menjadi sarana bagi anak-anak untuk belajar secara langsung mengenai bagaimana pelayanan kepada pelanggan diberikan, sekaligus mengenal berbagai profesi yang berperan dalam mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap transportasi kereta api sekaligus membangun budaya keselamatan sejak usia dini," ujarnya, Minggu (12/7/2026).
Selama mengikuti kegiatan, seluruh peserta mengenakan seragam dinas KAI layaknya petugas yang bertugas di Stasiun Surabaya Gubeng.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai peran berbagai profesi dalam mendukung operasional perjalanan kereta api.
Anak-anak diajak mengunjungi sejumlah area pelayanan.
Di loket, peserta mempelajari proses pembelian tiket serta pelayanan kepada pelanggan.
Selanjutnya, di area boarding, mereka dikenalkan pada tahapan pemeriksaan identitas dan tiket sebelum penumpang memasuki peron keberangkatan.
Peserta juga bertemu langsung dengan kondektur yang menjelaskan tugas dan tanggung jawab dalam memastikan pelayanan selama perjalanan tetap berjalan lancar, aman, serta sesuai prosedur operasional.
Tak hanya itu, anak-anak memperoleh penjelasan mengenai tugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan stasiun maupun selama perjalanan kereta api.
Melalui sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menjaga fasilitas publik serta mematuhi aturan yang berlaku di kawasan perkeretaapian.
Kegiatan berlanjut dengan kunjungan ke ruang kerja Kepala Stasiun.
Di lokasi ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai peran strategis kepala stasiun dalam mengoordinasikan seluruh pelayanan dan operasional agar perjalanan kereta api berlangsung aman, selamat, dan tepat waktu.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi.
Mereka aktif mengajukan pertanyaan kepada petugas mengenai proses keberangkatan kereta, sistem pelayanan, hingga berbagai profesi yang ada di lingkungan KAI.
Melalui konsep pembelajaran berbasis pengalaman langsung, KAI Schooliday diharapkan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik sekaligus memberikan pemahaman mendalam mengenai dunia perkeretaapian.
Mahendro menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari komitmen KAI Daop 8 Surabaya dalam menghadirkan inovasi pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan dunia perkeretaapian kepada generasi muda.
"KAI Daop 8 Surabaya akan terus menghadirkan berbagai program edukatif yang mampu mendekatkan masyarakat, khususnya anak-anak, dengan dunia perkeretaapian serta menanamkan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan, kedisiplinan, dan pelayanan prima sejak dini," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi