RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat tren positif pada layanan kereta api penumpang di Pulau Sumatra.
Sepanjang Semester I 2026, lima layanan kereta api dengan relasi terpanjang di wilayah tersebut seluruhnya membukukan kenaikan volume pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan terjadi pada KA Rajabasa, KA Sindang Marga, KA Bukit Serelo, KA Sribilah Utama, hingga KA Kuala Stabas.
Kinerja tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi massal yang menghubungkan pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, serta destinasi wisata di berbagai daerah Sumatra.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kenaikan jumlah pelanggan pada seluruh layanan mencerminkan peran strategis kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat.
“Setiap relasi memiliki karakter perjalanan yang beragam. Masyarakat menggunakan kereta api untuk bekerja, menempuh pendidikan, berdagang, berobat, mengunjungi keluarga, hingga menikmati perjalanan wisata. Peningkatan volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sumatra,” ujarnya, dikutip Antara.
Dari lima layanan tersebut, KA Rajabasa relasi Tanjungkarang–Kertapati pulang pergi (pp) menjadi yang terpanjang dengan jarak sekitar 388 kilometer.
Pada Semester I 2026, layanan ini melayani 469.028 pelanggan atau meningkat 35,65 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 345.770 pelanggan.
Relasi tersebut menghubungkan Bandar Lampung dan Palembang, dua ibu kota provinsi yang memiliki aktivitas pemerintahan, perdagangan, pendidikan, kuliner, dan pariwisata yang tinggi.
Konektivitas antardaerah ini dinilai menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya penggunaan layanan kereta api.
“Peningkatan pelanggan KA Rajabasa memperlihatkan tingginya kebutuhan perjalanan antara Lampung dan Sumatra Selatan. Relasi ini memperluas akses masyarakat menuju pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan destinasi wisata di kedua provinsi,” kata Anne.
Posisi berikutnya ditempati KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo yang sama-sama melayani relasi Kertapati–Lubuklinggau pp dengan jarak sekitar 305 kilometer.
Meski melayani rute yang sama, kedua layanan menyasar segmen pelanggan berbeda.
KA Sindang Marga yang menyediakan layanan kelas bisnis dan eksekutif mencatat 159.658 pelanggan sepanjang Semester I 2026.
Jumlah tersebut meningkat 8,03 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 147.797 pelanggan.
Sementara itu, KA Bukit Serelo yang menjadi pilihan layanan ekonomi melayani 278.705 pelanggan.
Angka tersebut naik 1,11 persen dibandingkan Semester I 2025 yang tercatat sebanyak 275.636 pelanggan.
Relasi Kertapati–Lubuklinggau menghubungkan Palembang dengan sejumlah wilayah penting di Sumatra Selatan, seperti Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi, hingga Lubuklinggau.
Jalur ini menjadi penopang mobilitas masyarakat untuk kebutuhan pekerjaan, pendidikan, usaha, maupun akses layanan publik.
“KA Sindang Marga dan KA Bukit Serelo memperlihatkan bagaimana satu relasi dapat melayani kebutuhan pelanggan yang beragam. Masyarakat memiliki pilihan kelas pelayanan dan jadwal perjalanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya,” jelas Anne.
Di Sumatra Utara, KA Sribilah Utama relasi Medan–Rantau Prapat pp dengan jarak sekitar 266 kilometer juga mencatat pertumbuhan positif.
Selama Semester I 2026, layanan ini melayani 419.637 pelanggan atau meningkat 8,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 387.459 pelanggan.
Kereta ini menjadi penghubung sejumlah pusat aktivitas masyarakat di wilayah timur Sumatra Utara, mulai dari Medan, Tebing Tinggi, Kisaran, Membang Muda, hingga Rantau Prapat.
Jalur tersebut mendukung mobilitas masyarakat menuju pusat perdagangan, perkebunan, pendidikan, dan pelayanan publik.
Sementara itu, KA Kuala Stabas relasi Tanjungkarang–Baturaja pp dengan jarak sekitar 215 kilometer menutup daftar lima layanan terpanjang di Sumatra.
Sepanjang Semester I 2026, kereta ini melayani 377.928 pelanggan, naik 4,93 persen dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 360.185 pelanggan.
Menurut Anne, layanan kereta api di Sumatra tidak hanya berperan sebagai sarana transportasi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kehadiran stasiun dan aktivitas perjalanan penumpang menciptakan perputaran ekonomi melalui transportasi lanjutan, rumah makan, penginapan, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain melayani wilayah Sumatra Selatan, Lampung, dan Sumatra Utara, KAI juga mengoperasikan layanan kereta api di Sumatra Barat seperti KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, dan KA Lembah Anai yang mendukung mobilitas harian serta akses menuju kawasan wisata dan Bandara Internasional Minangkabau.
“Sumatra memiliki basis perkeretaapian yang kuat dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama puluhan tahun. Kereta api menghubungkan kota dan kabupaten serta mendekatkan masyarakat dengan pusat ekonomi, pendidikan, pelayanan publik, dan destinasi wisata,” ujar Anne.
Ke depan, KAI menyatakan akan terus meningkatkan aspek keselamatan, keandalan perjalanan, kualitas pelayanan, kebersihan sarana dan stasiun, serta kemudahan akses pembelian tiket.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kereta api semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu memperkuat konektivitas antardaerah di Pulau Sumatra.
Editor : Lugas Rumpakaadi