Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisatawan China dan Eropa Dominasi TWA Ijen, High Season Diprediksi Dimulai Agustus

M Ksatria Raya • Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:00 WIB
Wisatawan mancanegara dan domestik menikmati suasana pagi di puncak Ijen, Sabtu (11/7). Mereka bisa melihat kawah dan aktivitas penambang belerang. (Sugeng for Radar Banyuwangi)
Wisatawan mancanegara dan domestik menikmati suasana pagi di puncak Ijen, Sabtu (11/7). Mereka bisa melihat kawah dan aktivitas penambang belerang. (Sugeng for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Meski pola kunjungan wisatawan sepanjang tahun ini berubah dan cenderung fluktuatif, Taman Wisata Alam (TWA) Ijen tetap mempertahankan statusnya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

Kawasan konservasi yang dikenal di dunia berkat fenomena blue fire itu diperkirakan kembali memasuki puncak kunjungan (high season) pada Agustus hingga Oktober mendatang, dengan wisatawan mancanegara asal China dan negara-negara Eropa masih menjadi penyumbang terbesar.

Data pengelola menunjukkan tren kunjungan ke TWA Ijen tetap meningkat. Sepanjang 2025, jumlah wisatawan tercatat mencapai 3.671.197 orang, naik sekitar 7,25 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 3.405.145 pengunjung.

Dalam satu tahun kalender, kawasan wisata yang berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso tersebut secara konsisten menarik lebih dari tiga juta wisatawan.

Kepala Resort TWA Ijen, Rusdi Santoso, mengatakan berdasarkan tren tiga tahun terakhir, periode Agustus hingga Oktober selalu menjadi musim kunjungan tertinggi.

"Kalau mengacu tahun 2023 hingga 2025, biasanya Agustus sampai Oktober merupakan high season kunjungan wisatawan di TWA Ijen," ujarnya.

Meski demikian, pola kedatangan wisatawan pada 2026 mulai menunjukkan perubahan. Bulan-bulan yang sebelumnya identik dengan musim sepi justru mampu mencatat lonjakan kunjungan ketika bertepatan dengan hari libur nasional maupun libur panjang.

"Tahun ini kunjungan cukup fluktuatif. Bulan Mei kemarin misalnya ramai karena banyak libur panjang, sehingga wisatawan yang datang ke Ijen juga meningkat," katanya.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa momentum libur kini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi jumlah kunjungan, tidak lagi hanya bergantung pada musim liburan pertengahan tahun.

Kepala Seksi V Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Dwi Sugiarto, mengungkapkan wisatawan mancanegara masih menjadi pasar penting bagi TWA Ijen.

Pengunjung asing terbanyak berasal dari China, kemudian disusul wisatawan dari berbagai negara di kawasan Eropa.

"Kalau untuk wisatawan luar negeri di TWA Ijen yang paling banyak dari China disusul oleh pelancong dari Eropa," tuturnya.

Menurut Dwi, lonjakan pengunjung juga selalu terjadi saat musim libur panjang. Pada periode libur Natal dan Tahun Baru, 21 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, jumlah wisatawan yang datang mencapai 8.952 orang.

"TWA Ijen memang selalu ramai saat high season dan akhir pekan terutama ketika ada libur panjang," ungkapnya.

Di tengah tingginya aktivitas wisata, pengelola tetap mengedepankan aspek konservasi.

Salah satu upayanya dilakukan melalui program "Rijik Ijen", yakni penutupan kawasan wisata setiap Jumat pada pekan pertama setiap bulan untuk kegiatan pembersihan sekaligus memberikan waktu bagi ekosistem memulihkan diri.

Menurut Dwi, kebijakan tersebut bukan sekadar membersihkan kawasan wisata, tetapi juga memberi ruang bagi satwa liar untuk beraktivitas tanpa terganggu oleh lalu lalang pengunjung.

"Ini juga bagian dari kita memberikan waktu bagi ekosistem di sana untuk memulihkan diri. Minimal sehari dalam sebulan kita berikan kesempatan bagi satwa di sekitar Ijen untuk bergerak bebas tanpa merasa terganggu oleh pengunjung," jelasnya.

Pemandu wisata TWA Ijen, Billy Jo Nugroho, menambahkan kawasan Ijen hampir tidak pernah benar-benar sepi.

Aktivitas wisata selalu meningkat setiap akhir pekan dan melonjak lebih tinggi ketika memasuki masa long weekend.

"Ijen selalu ramai, terutama saat akhir pekan. Kalau ada long weekend, jumlah wisatawan biasanya jauh lebih banyak," tandasnya. (ray/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#Wisata Ijen #wisatawan china #blue fire #TWA Ijen #banyuwangi