Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Konektivitas Kereta Api Sumut–Aceh Masih Dikaji, KAI Fokus Jaga Layanan dan Tingkatkan Kesiapan Sarana

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 10 Juli 2026 | 21:37 WIB
KAI memperkuat layanan kereta api di Sumatera Utara sembari menyiapkan dukungan teknis bagi kajian konektivitas menuju Aceh. (Antara)
KAI memperkuat layanan kereta api di Sumatera Utara sembari menyiapkan dukungan teknis bagi kajian konektivitas menuju Aceh. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat layanan angkutan kereta api yang telah beroperasi di wilayah Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara.

Di saat yang sama, perusahaan juga meningkatkan kapasitas perawatan sarana melalui Balai Yasa Pulubrayan sebagai bagian dari kesiapan mendukung kajian pengembangan konektivitas jalur kereta api Sumatera Utara menuju Aceh.

Meski demikian, KAI menegaskan bahwa rencana pengembangan konektivitas tersebut masih berada pada tahap kajian.

Hingga kini belum ada keputusan pemerintah terkait pembangunan maupun jadwal pengoperasiannya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perusahaan siap memberikan dukungan sesuai kewenangan yang ditetapkan pemerintah.

Dukungan tersebut meliputi penyediaan data operasional, kebutuhan sarana, proyeksi pelayanan, hingga kemampuan teknis yang diperlukan dalam proses kajian.

"Konektivitas Sumatera Utara–Aceh masih berada dalam proses kajian. KAI dapat memberikan dukungan berupa data operasi, kebutuhan sarana, proyeksi pelayanan, dan kemampuan teknis. Sementara proses tersebut berjalan, prioritas kami adalah memastikan layanan yang telah digunakan masyarakat di Sumatera Utara tetap aman dan andal," ujarnya, dikutip Antara.

Menurut Anne, kajian pengembangan jaringan harus dilakukan secara komprehensif.

Berbagai aspek perlu dipertimbangkan, mulai dari kebutuhan mobilitas masyarakat, potensi ekonomi, keselamatan perjalanan, kesiapan prasarana, pola operasi, tata ruang, dampak lingkungan dan sosial, skema pembiayaan, hingga keterhubungannya dengan jaringan kereta api yang telah beroperasi.

Saat ini Divre I Sumatera Utara mengoperasikan jaringan sepanjang 476,460 kilometer lintas aktif dengan 43 stasiun aktif yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.

Jaringan tersebut melayani perjalanan penumpang sekaligus distribusi barang menuju sejumlah daerah seperti Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Kisaran, Tanjungbalai, Rantauprapat, Belawan, Kuala Tanjung, dan Bandara Kualanamu.

Keberadaan jaringan aktif tersebut menjadi sumber data penting untuk memetakan pola perjalanan masyarakat, titik permintaan layanan, kebutuhan operasional, serta peluang integrasi dengan pelabuhan, bandara, kawasan industri, sentra perkebunan, dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Sepanjang Semester I 2026, KAI Divre I Sumatera Utara melayani 1.391.120 pelanggan atau meningkat sekitar lima persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.328.372 pelanggan.

Secara bulanan, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 233.133 orang pada Januari, 200.042 pelanggan pada Februari, 265.081 pelanggan pada Maret, 221.254 pelanggan pada April, 235.824 pelanggan pada Mei, serta 235.786 pelanggan pada Juni 2026.

Peningkatan jumlah pelanggan terjadi pada sejumlah layanan utama.

KA Sribilah Utama dan KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat mencatat 419.637 pelanggan atau naik delapan persen dibandingkan Semester I 2025.

Sementara KA Putri Deli relasi Medan–Tanjungbalai melayani 649.892 pelanggan atau tumbuh dua persen, sedangkan KA Siantar Ekspres relasi Medan–Pematangsiantar mengangkut 272.759 pelanggan atau meningkat sembilan persen.

Ketiga layanan tersebut menyumbang sekitar 96,5 persen dari total pelanggan Divre I Sumatera Utara selama Semester I 2026.

Kondisi itu menunjukkan tingginya kebutuhan perjalanan masyarakat antara Kota Medan dengan berbagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan timur Sumatera Utara.

"Pertumbuhan pelanggan menjadi data penting dalam merencanakan kapasitas dan pola pelayanan. Setiap rencana pengembangan jaringan harus disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, kelayakan operasi, serta manfaat ekonomi dan sosial yang dapat dihasilkan," kata Anne.

Kesiapan operasional kereta api di Sumatera Utara turut didukung Balai Yasa Pulubrayan yang telah beroperasi sejak 1915.

Fasilitas tersebut menangani perawatan berat berbagai jenis sarana, mulai lokomotif, kereta penumpang, kereta pembangkit, gerbong barang hingga peralatan khusus.

Selama Semester I 2026, Balai Yasa Pulubrayan berhasil menyelesaikan perawatan berat terhadap lima lokomotif, 18 kereta penumpang, 102 gerbong barang, tiga kereta pembangkit, serta satu peralatan khusus.

Seluruhnya mencapai 129 sarana atau memenuhi 100 persen target program perawatan semester pertama tahun ini.

Proses perawatan dilakukan berdasarkan siklus berkala selama 24 bulan, 36 bulan, 48 bulan hingga 72 bulan sesuai jenis sarana.

Tahapan pekerjaan meliputi pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin, struktur, sistem pengereman, perangkat roda, bogie, sistem kelistrikan, interior, hingga pengujian fungsi sebelum sarana kembali dioperasikan.

Selain itu, Balai Yasa Pulubrayan juga menyelesaikan modifikasi dua kereta ekskonservasi menjadi kereta penolong yang akan digunakan dalam penanganan kondisi darurat di jalur kereta api.

"Balai Yasa Pulubrayan menjaga ketersediaan sarana bagi layanan penumpang dan barang di Sumatera Utara. Kapasitas perawatan ini perlu dijaga dan dikembangkan secara bertahap mengikuti kebutuhan operasi serta arah kebijakan pemerintah," jelas Anne.

Keandalan sarana juga mendukung pelayanan selama masa libur sekolah.

Pada periode 20 Juni hingga 5 Juli 2026, layanan kereta api di Divre I Sumatera Utara melayani 141.799 pelanggan.

Stasiun Medan menjadi stasiun tersibuk dengan 49.403 pelanggan berangkat dan 51.374 pelanggan tiba.

Pada periode yang sama, program diskon tarif 30 persen untuk KA Sribilah Fakultatif relasi Medan–Rantauprapat dimanfaatkan oleh 9.044 pelanggan.

Seluruh penumpang pada layanan tersebut memperoleh potongan harga sesuai program yang berlaku.

"Pemanfaatan promo KA Sribilah Fakultatif memperlihatkan kebutuhan perjalanan yang kuat antara Medan dan Rantauprapat. Program pelayanan seperti ini tetap harus didukung kesiapan sarana, petugas, stasiun, dan pengaturan perjalanan yang baik," ujarnya.

Secara nasional, program diskon transportasi selama libur sekolah dimanfaatkan 1.303.191 pelanggan atau meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Adapun total pelanggan KAI di seluruh Indonesia selama 20 Juni hingga 5 Juli 2026 mencapai 3.451.031 orang atau tumbuh sekitar empat persen.

KAI menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan data dan masukan teknis untuk mendukung kajian konektivitas Sumatera Utara–Aceh.

Anne menegaskan, hingga saat ini belum terdapat keputusan pembangunan maupun jadwal operasional jalur tersebut karena seluruh proses masih bergantung pada hasil kajian dan kebijakan pemerintah.

"KAI menjaga layanan di Sumatera Utara agar tetap andal sekaligus menyiapkan kemampuan teknis untuk mendukung kebijakan pemerintah. Apabila hasil kajian mengarah pada pengembangan konektivitas menuju Aceh, KAI siap menjalankan peran sesuai kewenangan dan penugasan yang diberikan," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Transportasi Kereta Api Indonesia #KAI Sumatera Utara #Kereta Api Sumut Aceh #Balai Yasa Pulubrayan #Divre I Sumatera Utara