RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus memperkuat keandalan armada melalui program perawatan berkala yang dilakukan secara sistematis.
Sepanjang Semester I 2026, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Yasa Manggarai berhasil menyelesaikan perawatan berkala dua tahunan dan empat tahunan (P24/P48) terhadap 246 kereta atau mencapai 102 persen dari target 242 kereta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, setiap kereta yang beroperasi telah melalui rangkaian pemeriksaan dan pengujian yang ketat sebelum kembali melayani pelanggan.
Proses tersebut dikerjakan oleh tenaga teknis dengan tingkat ketelitian tinggi untuk memastikan aspek keselamatan dan kenyamanan perjalanan tetap terjaga.
Menurut Anne, masyarakat umumnya hanya melihat kereta ketika sudah berada di peron dan siap diberangkatkan.
Padahal, sebelum itu setiap rangkaian harus melewati tahapan pemeriksaan awal, pembongkaran komponen, perawatan badan kereta dan bogie, pengujian sistem pengereman serta kelistrikan, hingga pemeriksaan akhir sebelum dinyatakan layak beroperasi.
Balai Yasa Manggarai memiliki peran berbeda dibandingkan dipo kereta.
Jika dipo menangani pemeriksaan harian dan perawatan berkala jangka pendek, Balai Yasa bertugas melaksanakan perawatan berkala jangka panjang, rehabilitasi, modifikasi sarana, hingga perbaikan yang membutuhkan fasilitas khusus.
Dalam perawatan berkala P24 maupun P48, badan kereta dipisahkan dari bogie agar teknisi dapat memeriksa seluruh komponen secara menyeluruh.
Pemeriksaan meliputi struktur kereta, perangkat roda, sistem pengereman, suspensi, instalasi kelistrikan, pintu, interior, hingga berbagai fasilitas pendukung perjalanan.
Anne menjelaskan, setiap komponen yang masih memenuhi standar teknis akan dirawat dan diuji kembali.
Sementara komponen yang telah mencapai batas usia pakai diperbaiki ataupun diganti.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, kereta masih harus melewati proses pemeriksaan mutu sebelum dioperasikan kembali.
Selain perawatan kereta penumpang, Balai Yasa Manggarai juga menyelesaikan pemeliharaan kategori medium overhaul dan general overhaul (MO/GO) terhadap 26 genset dari target 29 unit atau setara 89,6 persen.
Genset tersebut menjadi sumber pasokan listrik untuk sistem pendingin udara, penerangan, serta berbagai fasilitas pelayanan di dalam kereta.
Penyelesaian sisa program akan dilanjutkan pada Semester II 2026 sesuai jadwal kedatangan sarana.
Kinerja Balai Yasa juga tercermin dari meningkatnya jumlah pekerjaan perbaikan.
Selama Semester I 2026, tercatat 302 pekerjaan perbaikan pada kereta maupun genset berhasil diselesaikan.
Angka tersebut meningkat sekitar 27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau mencapai 127 persen dari realisasi tahun lalu.
Sebagian besar pekerjaan perbaikan berkaitan dengan pembubutan dan penggantian roda yang porsinya mencapai sekitar 67 persen.
Proses pembubutan dilakukan untuk mengembalikan profil permukaan roda sesuai standar sehingga interaksi antara roda dan rel tetap stabil.
Langkah tersebut dinilai penting dalam menjaga kenyamanan sekaligus keselamatan perjalanan kereta api.
Di bidang modernisasi sarana, Balai Yasa Manggarai menuntaskan modifikasi enam unit Kereta Ekonomi Kerakyatan sesuai target Semester I 2026.
Lima unit selesai lebih awal untuk mendukung operasional Angkutan Lebaran 2026, sedangkan satu unit lainnya rampung pada Mei 2026.
Kereta Ekonomi Kerakyatan merupakan hasil peningkatan kualitas layanan kereta ekonomi melalui penataan ulang interior dan kursi penumpang.
Setiap kereta memiliki 93 tempat duduk dengan konfigurasi 3–2 serta kursi yang dapat disesuaikan mengikuti arah perjalanan sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi penumpang tanpa mengurangi keterjangkauan tarif.
Pada periode yang sama, Balai Yasa juga menyelesaikan pemasangan genset berkapasitas 650 kVA pada empat kereta pembangkit guna mendukung Angkutan Lebaran 2026.
Program penyesuaian genset 500 kVA telah mencapai progres 90 persen, sementara modernisasi terhadap 30 kereta kelas eksekutif masih berlangsung secara bertahap.
Dari sisi pengelolaan, penyerapan anggaran kerja Balai Yasa Manggarai mencapai 86,6 persen.
Tiga dari empat program investasi tahun 2026 juga sedang berjalan dengan progres keseluruhan 35,2 persen.
Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas fasilitas perawatan, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, serta mendukung pengembangan sarana perkeretaapian.
Balai Yasa Manggarai juga memiliki nilai sejarah yang panjang dalam perkembangan industri perkeretaapian nasional.
Kompleks bengkel yang mulai dibangun pada 1915 dan beroperasi sejak 1920 itu kini masih mempertahankan Menara Air Balai Yasa Manggarai yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 403 Tahun 2025.
Anne menegaskan, pengalaman lebih dari satu abad yang dimiliki Balai Yasa Manggarai akan terus dipadukan dengan peningkatan kompetensi teknis, pengembangan teknologi, serta penguatan sistem pengendalian mutu.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap sarana yang kembali beroperasi tetap memenuhi standar keandalan, keselamatan, dan kenyamanan bagi pelanggan.
Editor : Lugas Rumpakaadi