RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 12.656 barang tertinggal ditemukan di stasiun maupun di atas kereta api selama Semester I 2026.
Seluruh barang tersebut ditangani melalui layanan Lost and Found KAI dengan estimasi nilai mencapai Rp8.861.383.500.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penanganan barang tertinggal menjadi salah satu bagian penting dalam membangun pengalaman pelanggan (customer experience).
Kecepatan respons, kemudahan memperoleh informasi, keamanan penyimpanan, hingga kepastian proses verifikasi menjadi faktor yang menentukan tingkat kepuasan pelanggan ketika menghadapi situasi kehilangan barang.
"Customer experience dibangun dari perjalanan yang aman, informasi yang mudah diakses, dan kepastian saat pelanggan membutuhkan bantuan. Melalui layanan Lost and Found, setiap barang temuan dicatat, didokumentasikan, diamankan, dan diverifikasi agar penanganannya berlangsung tertib serta dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya, dikutip Antara.
Berdasarkan data KAI, barang temuan sepanjang Januari hingga Juni 2026 terdiri atas 622 makanan, 9.165 barang kategori biasa, dan 2.869 barang berharga.
Barang kategori biasa meliputi tas, pakaian, botol minum, payung, pengisi daya, buku, hingga berbagai perlengkapan perjalanan lainnya.
Sementara kategori barang berharga mencakup telepon genggam, laptop, dompet, perhiasan, uang tunai, serta dokumen penting.
Anne menjelaskan, setiap barang yang tertinggal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga fungsi penting maupun nilai pribadi yang sulit digantikan pemiliknya.
"Bagi pelanggan, barang tertinggal dapat memengaruhi kelanjutan perjalanan, aktivitas pekerjaan, hingga akses terhadap dokumen penting. Karena itu, petugas menjalankan setiap tahapan secara teliti, mulai dari pencatatan, penyimpanan, pencocokan data, hingga verifikasi kepemilikan," katanya.
Dari sisi wilayah operasional, Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menjadi wilayah dengan jumlah barang temuan terbanyak, yakni mencapai 3.050 barang.
Posisi berikutnya ditempati Daop 1 Jakarta sebanyak 2.611 barang, Daop 5 Purwokerto 1.952 barang, Daop 2 Bandung 1.479 barang, serta Daop 4 Semarang dengan 1.284 barang.
Sebaran tersebut menunjukkan layanan Lost and Found diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah operasional KAI.
Petugas di stasiun maupun di dalam kereta bertugas mengamankan barang temuan, mencatat ciri-cirinya secara rinci, kemudian mencocokkannya dengan laporan kehilangan dari pelanggan.
Setiap barang yang ditemukan di stasiun maupun di atas kereta terlebih dahulu diumumkan melalui pengeras suara.
Apabila belum ada pemilik yang mengambil, barang akan diamankan, didata, didokumentasikan, dimasukkan ke dalam sistem Lost and Found, lalu disimpan sesuai kategori dan prosedur yang berlaku.
Pelanggan yang menyadari barangnya tertinggal saat perjalanan berlangsung dapat segera melapor kepada kondektur, petugas keamanan, maupun Customer Service on Train.
Setelah tiba di stasiun, laporan dapat disampaikan kepada Customer Service on Station, petugas keamanan, atau petugas layanan Lost and Found. Sementara pelanggan yang tidak dapat datang langsung dapat menghubungi Contact Center KAI 121.
Untuk mempercepat proses pencarian, pelanggan diminta menyampaikan informasi secara lengkap, mulai dari ciri-ciri barang, tanggal dan waktu perjalanan, nama kereta beserta relasinya, nomor tempat duduk, kode booking, hingga lokasi terakhir barang terlihat.
Jika barang berhasil ditemukan, petugas akan melakukan proses verifikasi dengan mencocokkan data laporan dan barang temuan.
Pelanggan wajib menunjukkan identitas diri, tiket atau kode booking, serta menjelaskan ciri khusus barang sebelum proses serah terima dilakukan. Seluruh layanan Lost and Found KAI diberikan tanpa dipungut biaya.
KAI juga mengimbau pelanggan untuk selalu menyimpan barang berharga di tempat yang mudah diawasi, memberikan label identitas pada tas maupun koper, serta meluangkan waktu memeriksa kembali rak bagasi, area kursi, meja lipat, stopkontak, kantong kursi, dan bagian bawah tempat duduk sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.
"Luangkan waktu sejenak untuk mengecek seluruh barang bawaan sebelum turun dari kereta api atau meninggalkan stasiun. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang barang dapat ditemukan. KAI akan terus memperbaiki kualitas layanan agar setiap pelanggan memperoleh respons yang cepat, jelas, aman, dan dapat dipercaya," pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi