RADARBANYUWANGI.ID - Destinasi wisata sejarah dan alam Rowo Bayu di Kecamatan Songgon kembali menjadi perbincangan publik.
Kawasan yang dikenal sebagai situs petilasan Kerajaan Blambangan itu ramai dikaitkan sebagai lokasi asli cerita mistis legendaris KKN di Desa Penari.
Perbincangan tersebut memicu rasa penasaran masyarakat.
Tidak sedikit wisatawan maupun warganet yang datang untuk melihat langsung suasana Rowo Bayu setelah menilai sejumlah karakteristik lokasi itu memiliki kemiripan dengan latar cerita yang sempat menghebohkan Indonesia.
Dugaan tersebut mencuat karena adanya sejumlah kesamaan yang kerap dibahas di media sosial.
Mulai dari keberadaan telaga yang berada di kawasan hutan lereng Gunung Raung, lingkungan yang relatif terpencil, hingga keberadaan petilasan kuno yang dinilai memiliki nuansa serupa dengan deskripsi dalam cerita.
Selain itu, kisah mengenai tragedi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa pada 2008 di sekitar kawasan tersebut juga kembali diangkat oleh sebagian warganet.
Berbagai potongan informasi itu kemudian dirangkai dan memunculkan asumsi bahwa Rowo Bayu merupakan lokasi yang menjadi inspirasi cerita tersebut.
Namun, dugaan tersebut masih menuai pro dan kontra.
Sebagian masyarakat menilai kemiripan berbagai petunjuk terlalu banyak untuk dianggap sebagai kebetulan.
Di sisi lain, tidak sedikit yang beranggapan bahwa keterkaitan tersebut hanya sebatas spekulasi yang berkembang di media sosial tanpa adanya bukti yang dapat dipastikan.
Nisa, 21, warga Banyuwangi yang mengaku gemar mengikuti cerita horor, menilai ramainya pembahasan tersebut lebih banyak dipengaruhi imajinasi para pengguna internet.
"Kalau dipikir-pikir, menurutku tempat asli KKN di Desa Penari yang katanya ada di Rowo Bayu itu sebenarnya cuma cocoklogi netizen saja. Berbagai informasi digabung-gabungkan dengan utas di Twitter supaya terlihat semakin misterius dan menarik untuk dikunjungi," ujarnya.
Sebelumnya, penulis cerita KKN di Desa Penari, pernah menyampaikan bahwa lokasi asli dalam kisah tersebut sengaja disamarkan untuk menjaga privasi keluarga yang berkaitan dengan cerita tersebut.
Terlepas dari benar atau tidaknya dugaan tersebut, fenomena yang berkembang di ruang digital membawa dampak terhadap sektor pariwisata.
Rowo Bayu yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata sejarah dengan nilai budaya Kerajaan Blambangan kini semakin dikenal luas dan menarik minat wisatawan dari berbagai daerah.
Peningkatan perhatian publik itu sekaligus memperkuat posisi Rowo Bayu sebagai salah satu tujuan wisata di Banyuwangi yang menawarkan perpaduan panorama alam, nilai sejarah, dan cerita yang memantik rasa penasaran pengunjung.
Editor : Lugas Rumpakaadi