Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Di Bawah Patung Gandrung Watudodol Banyuwangi Ternyata Ada Mata Air Tawar yang Tak Pernah Asin Meski Diterjang Ombak

Shinta Ayu Rahma Wardani • Kamis, 9 Juli 2026 | 10:54 WIB
Fenomena mata air tawar di bibir Pantai Watu Dodol Banyuwangi terus memikat wisatawan. (Dok. Radar Situbondo)
Fenomena mata air tawar di bibir Pantai Watu Dodol Banyuwangi terus memikat wisatawan. (Dok. Radar Situbondo)

RADARBANYUWANGI.ID - Tak banyak wisatawan mengetahui bahwa di balik megahnya Patung Gandrung dan panorama Selat Bali di Pantai Watudodol, Banyuwangi, tersimpan sebuah fenomena alam yang menarik perhatian. Tepat di bibir pantai, muncul mata air tawar yang tetap mengalir jernih meski lokasinya hanya beberapa meter dari laut dan kerap diterjang air pasang.

Keberadaan sumber air alami tersebut menjadi salah satu keunikan yang membuat Watudodol tidak hanya dikenal sebagai ikon wisata pesisir, tetapi juga destinasi edukasi geologi sekaligus wisata spiritual di ujung timur Pulau Jawa.

Sumber air itu berada di bawah kawasan Patung Gandrung, tepat di sela-sela bebatuan di tepi pantai. Saat air laut pasang dan menggenangi area sekitarnya, air yang keluar dari mata air tersebut tetap terasa tawar tanpa tercampur rasa asin.

Fenomena tersebut kerap membuat wisatawan penasaran. Tidak sedikit pengunjung yang sengaja mendatangi lokasi untuk melihat secara langsung mata air yang terus mengalir di tengah lingkungan laut.

Masyarakat sekitar pun menjaga keberadaan sumber air tersebut dengan membangun pembatas dari susunan batu alam menyerupai sumur. Selain melindungi titik keluarnya air, pembatas itu memudahkan warga maupun wisatawan mengambil air tanpa merusak area sekitarnya.

Secara ilmiah, kemunculan mata air tawar di kawasan pesisir dapat terjadi ketika air tanah yang tersimpan dalam lapisan akuifer keluar melalui rekahan atau celah batuan. Tekanan air tanah yang lebih besar memungkinkan air tawar tetap mengalir ke permukaan meski berada sangat dekat dengan laut. Fenomena semacam ini memang tidak banyak dijumpai sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selain menjadi fenomena alam yang unik, sumber air tawar di Watudodol juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang telah lama dijaga masyarakat Banyuwangi.

Pemerhati sejarah Banyuwangi, Yeti Chotimah, mengatakan mata air tersebut rutin dimanfaatkan sebagai bagian dari pelaksanaan upacara keagamaan umat Hindu, terutama menjelang Hari Raya Nyepi.

"Kalau sumber air tawar di utara Patung Gandrung itu memang sering sekali digunakan untuk upacara keagamaan, terutama bagi umat Hindu ya. Biasanya menjelang Nyepi, upacara Melasti sering dilakukan di sumber itu dan airnya diambil dari air sumber itu," ujarnya seperti dikutip dari Liputan6.com.

Tradisi tersebut menunjukkan bahwa mata air di Watudodol bukan sekadar fenomena geologi, melainkan juga bagian dari warisan budaya masyarakat Blambangan yang masih lestari hingga kini.

Di sisi lain, berkembang pula kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa air dari sumber tersebut memiliki khasiat bagi kesehatan. Keyakinan itu telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari tradisi lokal. Namun, manfaat tersebut merupakan kepercayaan masyarakat yang belum dibuktikan melalui penelitian ilmiah.

Selama ini Pantai Watudodol lebih dikenal melalui bongkahan batu raksasa yang membelah jalur Pantura Banyuwangi-Situbondo serta Patung Gandrung yang menghadap Selat Bali. Kehadiran mata air tawar di bibir pantai melengkapi pesona kawasan tersebut dengan pengalaman wisata yang berbeda.

Pengunjung tidak hanya menikmati panorama laut dan aktivitas wisata pesisir, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung fenomena alam yang jarang ditemukan di tempat lain sekaligus mengenal nilai budaya yang melekat pada sumber air tersebut.

Perpaduan keindahan alam, fenomena geologi, tradisi keagamaan, dan kearifan lokal menjadikan mata air tawar di bawah Patung Gandrung sebagai salah satu destinasi yang layak dikunjungi saat berada di Banyuwangi. Keunikan inilah yang terus memikat rasa ingin tahu wisatawan sekaligus memperkaya daya tarik wisata Bumi Blambangan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Mata Air Tawar #Patung Gandrung #melasti #watudodol #banyuwangi