Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Kereta Panoramic Melonjak Hampir 50 Kali Lipat dalam 3,5 Tahun, Wisata Premium Kian Diminati

Daafi Adilla Achmad • Kamis, 9 Juli 2026 | 06:37 WIB
Kereta Panoramic KAI semakin diminati sejak diluncurkan 3,5 tahun lalu. (KAI Wisata)
Kereta Panoramic KAI semakin diminati sejak diluncurkan 3,5 tahun lalu. (KAI Wisata)

RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat terhadap layanan Kereta Panoramic terus menunjukkan tren positif sejak pertama kali dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada awal 2022. Dalam kurun waktu sekitar 3,5 tahun, jumlah pelanggan kereta wisata premium tersebut melonjak drastis, dari 1.613 penumpang menjadi 79.933 penumpang pada 2026.

Data yang dikutip dari Antara itu menunjukkan bahwa perjalanan kereta kini tidak lagi sekadar menjadi moda transportasi, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari pengalaman wisata yang semakin diminati masyarakat, termasuk wisatawan mancanegara.

Kereta Panoramic pertama kali beroperasi pada rangkaian KA Taksaka Tambahan relasi Gambir–Yogyakarta. Kehadirannya menjadi warna baru dalam layanan premium KAI yang sebelumnya hanya menghadirkan Kereta Luxury generasi pertama dan generasi kedua.

Seiring meningkatnya animo masyarakat, layanan Kereta Panoramic kemudian diperluas ke berbagai perjalanan kereta api, termasuk sejumlah lintas di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung.

Lonjakan jumlah pelanggan yang mencapai hampir 50 kali lipat dibanding awal pengoperasian menjadi indikator bahwa konsep perjalanan berbasis pengalaman (experience travel) mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat Indonesia.

Keunggulan utama Kereta Panoramic terletak pada desain kabinnya yang berbeda dibandingkan kereta penumpang pada umumnya. Seluruh sisi kereta dilengkapi jendela kaca berukuran besar sehingga penumpang dapat menikmati panorama alam tanpa terhalang.

Selain itu, bagian atap juga menggunakan kaca transparan (sunroof) yang memberikan sudut pandang lebih luas, terutama saat kereta melintasi kawasan pegunungan, lembah, maupun hutan tropis.

Desain tersebut membuat pengalaman perjalanan terasa lebih nyaman sekaligus menghadirkan sensasi menikmati pemandangan layaknya berada di dalam akuarium kaca yang menghadap langsung ke bentang alam.

Karakteristik jalur kereta api di Pulau Jawa yang membelah kawasan pegunungan, persawahan, hutan tropis hingga pesisir pantai menjadi alasan mengapa konsep Kereta Panoramic dinilai sangat cocok dikembangkan di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, perjalanan menggunakan kereta wisata menjadi tren di berbagai negara. Perjalanan tidak lagi berorientasi pada kecepatan menuju tujuan, tetapi juga pengalaman menikmati lanskap sepanjang perjalanan atau dikenal sebagai slow travel.

Melalui Kereta Panoramic, KAI menghadirkan konsep serupa bagi masyarakat Indonesia. Kereta ini diposisikan sebagai layanan premium dengan tarif berada di atas kelas Eksekutif, namun masih di bawah kelas Luxury.

Hadirnya layanan tersebut juga memperluas pilihan pelanggan yang menginginkan kenyamanan lebih tanpa harus menggunakan layanan kelas tertinggi.

Seiring meningkatnya minat masyarakat, KAI terus melakukan pengembangan pada Kereta Panoramic. Hingga kini telah hadir tiga generasi dengan berbagai penyempurnaan.

Generasi ketiga menjadi pembaruan paling signifikan. Berbagai fasilitas ditingkatkan, mulai dari kursi yang lebih ergonomis, pintu otomatis berbasis sensor, hingga desain interior bernuansa lebih modern dan mewah.

Peningkatan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman sekaligus mempertahankan daya tarik Kereta Panoramic sebagai salah satu layanan unggulan KAI.

Keberhasilan Kereta Panoramic menunjukkan bahwa wisata berbasis transportasi kereta api memiliki peluang besar untuk terus berkembang di Indonesia. Kekayaan panorama alam di sepanjang jalur kereta Pulau Jawa menjadi modal utama yang tidak dimiliki banyak negara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kereta panoramic #pt kai