Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Menyaksikan Cahaya Jingga Sunrise Pantai Watudodol Banyuwangi yang Memikat, Wisatawan Rela Datang Sebelum Subuh

Balquisse Kayla Putri • Rabu, 8 Juli 2026 | 21:59 WIB
Panorama sunrise di Pantai Watudodol Banyuwangi. (Balquisse untuk Radar Banyuwangi)
Panorama sunrise di Pantai Watudodol Banyuwangi. (Balquisse untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Cahaya jingga perlahan menyelimuti permukaan Selat Bali saat matahari mulai muncul dari ufuk timur di Pantai Watudodol, Banyuwangi, Rabu (8/7/2026). Suasana pagi yang tenang dengan hamparan laut yang masih teduh membuat puluhan pengunjung rela datang sejak sebelum subuh untuk menyaksikan salah satu panorama matahari terbit yang menjadi ikon wisata di ujung timur Pulau Jawa.

Pantai Watudodol yang berada di kawasan utara Banyuwangi memang dikenal sebagai salah satu lokasi favorit menikmati sunrise. Saat langit perlahan berubah dari kebiruan menjadi semburat oranye, banyak pengunjung mengabadikan momen tersebut menggunakan kamera maupun telepon genggam. Sebagian lainnya memilih menikmati keindahan pagi hanya dengan duduk di bibir pantai sambil merasakan sejuknya angin laut.

Pantai Watudodol berjarak sekitar 14 kilometer dari pusat Kota Banyuwangi. Lokasinya berada di jalur nasional Banyuwangi–Situbondo sehingga mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Dari pusat kota, perjalanan menuju lokasi membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit.

Banyak wisatawan sengaja tiba sebelum matahari terbit agar memperoleh sudut pandang terbaik. Selain menikmati panorama, mereka memanfaatkan suasana pantai yang masih lengang untuk berjalan santai, berolahraga ringan, maupun berburu foto dengan latar belakang Selat Bali.

Posisi pantai yang menghadap langsung ke arah timur membuat panorama sunrise terlihat jelas ketika cuaca cerah. Pantulan cahaya matahari di atas permukaan laut menghadirkan gradasi warna yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pencinta fotografi maupun wisata alam.

Pengalaman menikmati matahari terbit di Watudodol juga terasa berbeda karena pengunjung dapat menunggu dari warung-warung yang berjajar di sekitar pantai. Sambil menikmati minuman hangat atau sarapan ringan, mereka dapat menyaksikan perubahan warna langit hingga matahari muncul sepenuhnya di ufuk timur.

Suasana yang tenang membuat banyak pengunjung memilih berlama-lama di kawasan tersebut meski matahari telah meninggi. Fasilitas warung di sekitar pantai juga menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama pagi dengan lebih nyaman.

Selain panorama alam, aktivitas nelayan yang mulai berangkat melaut menjadi pemandangan khas yang melengkapi suasana pagi di Pantai Watudodol. Perahu-perahu yang bergerak perlahan di atas permukaan laut memberikan sentuhan kehidupan pesisir yang menarik perhatian wisatawan.

Momen tersebut kerap dimanfaatkan pengunjung untuk mengambil foto dengan latar matahari terbit dan siluet perahu nelayan. Perpaduan panorama alam dan aktivitas masyarakat pesisir menjadikan suasana pagi di Watudodol memiliki karakter yang berbeda dibandingkan destinasi pantai lainnya.

Salah seorang pengunjung, Rindu, mengaku sengaja datang sejak pagi demi menikmati langsung panorama matahari terbit di Watudodol.

"Saya datang sejak pagi untuk melihat matahari terbit secara langsung. Menunggu sunrise dari warung di tepi pantai juga membuat suasana terasa lebih nyaman," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, suasana pagi di Pantai Watudodol menghadirkan pengalaman yang menenangkan karena udara masih segar dan kondisi pantai belum terlalu ramai.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama sunrise secara maksimal, datang sebelum matahari terbit menjadi pilihan yang tepat. Selain memperoleh pemandangan terbaik, pengunjung juga dapat menyaksikan aktivitas nelayan, menikmati udara pagi yang sejuk, serta merasakan ketenangan suasana pesisir yang menjadi salah satu daya tarik utama Pantai Watudodol Banyuwangi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Pantai Watudodol Banyuwangi