Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

8 Agenda Besar Meriahkan Kalender Wisata Banyuwangi Sepanjang Juli, BEC hingga Festival Permainan Tradisional Jadi Daya Tarik Wisatawan

Shinta Ayu Rahma Wardani • Rabu, 8 Juli 2026 | 21:20 WIB
Event BEC 2026 akan diselenggarakan pada 18 Juli mendatang. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)
Event BEC 2026 akan diselenggarakan pada 18 Juli mendatang. (Lugas Rumpakaadi/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan delapan agenda utama dalam kalender wisata sepanjang Juli untuk menarik lebih banyak wisatawan sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal. Mulai dari tradisi adat masyarakat pesisir dan suku Osing, parade busana etnik bertaraf internasional, kompetisi selancar, hingga festival permainan tradisional akan digelar di sejumlah destinasi wisata dan desa adat di Bumi Blambangan.

Rangkaian kalender wisata Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pariwisata sekaligus menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tidak hanya menyuguhkan hiburan, setiap agenda juga mengangkat identitas budaya, potensi ekonomi kreatif, hingga tradisi masyarakat lokal yang masih lestari.

Agenda budaya dibuka melalui ritual adat Petik Laut Muncar pada 1 Juli. Tradisi masyarakat pesisir ini menjadi ungkapan rasa syukur para nelayan atas hasil tangkapan laut sekaligus doa bersama agar aktivitas melaut tetap diberi keselamatan dan rezeki yang melimpah.

Memasuki pekan pertama Juli, masyarakat agraris Banyuwangi kembali menggelar Padang Ulanan Kebo-Keboan pada 4 Juli. Tradisi yang telah menjadi ikon budaya tersebut menampilkan warga yang berdandan menyerupai kerbau sebagai simbol penghormatan terhadap alam dan harapan akan kesuburan lahan pertanian.

Nuansa budaya kemudian dipadukan dengan pengembangan desa wisata melalui Wringinpitu Attraction yang berlangsung pada 7–11 Juli. Berbagai produk ekonomi kreatif, pertunjukan seni, kuliner lokal, hingga aktivitas budaya masyarakat ditampilkan untuk memperkenalkan potensi desa kepada wisatawan.

Memasuki pertengahan bulan, perhatian wisatawan diperkirakan akan tertuju pada Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) yang digelar pada 18 Juli. Karnaval budaya yang telah dikenal di tingkat internasional tersebut menampilkan parade busana etnik kontemporer yang terinspirasi dari kekayaan budaya Banyuwangi.

Pada waktu yang hampir bersamaan, sektor sport tourism juga mendapat panggung melalui Gandrung Surf Competition pada 18–19 Juli. Kompetisi yang digelar di pantai selatan Banyuwangi itu diharapkan mampu menarik peselancar sekaligus memperkenalkan potensi wisata bahari Banyuwangi kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Menjelang akhir bulan, suasana berubah lebih syahdu melalui festival Pesona Keroncong pada 22–23 Juli. Festival ini menjadi ruang bagi pelestarian musik keroncong sekaligus menghadirkan hiburan bagi masyarakat dan wisatawan.

Agenda kemudian berlanjut dengan Padang Ulanan Geredoan pada 24 Juli. Tradisi khas masyarakat Osing tersebut memadukan seni tutur dengan budaya mencari jodoh yang telah diwariskan dari generasi ke generasi dan masih dipertahankan hingga sekarang.

Sebagai penutup rangkaian kalender wisata Juli, Festival Memengan Tradisional digelar pada 25 Juli bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional. Ribuan pelajar dijadwalkan memainkan beragam permainan tradisional seperti egrang, bakiak, dan permainan rakyat lainnya sebagai upaya mengenalkan kembali budaya permainan tradisional kepada generasi muda.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap kunjungan wisatawan terus meningkat selama musim liburan. Selain menikmati berbagai atraksi budaya, pengunjung juga dapat mengenal lebih dekat tradisi masyarakat Osing, kehidupan masyarakat pesisir, hingga kreativitas desa wisata yang menjadi kekuatan pariwisata Banyuwangi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengimbau wisatawan untuk mencatat jadwal setiap agenda agar dapat merencanakan perjalanan lebih awal.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#kalender wisata Banyuwangi Juli