Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

78 Juta Penumpang Padati Bogor Line, KAI Percepat Pengembangan Stasiun Bogor untuk KRL 12 Kereta

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 7 Juli 2026 | 18:49 WIB
Bogor Line menjadi lintas KRL terpadat dengan melayani 78,08 juta pelanggan selama Semester I 2026. (Pexels/Faisal)
Bogor Line menjadi lintas KRL terpadat dengan melayani 78,08 juta pelanggan selama Semester I 2026. (Pexels/Faisal)

RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat Jabodetabek dengan kereta rel listrik (KRL) terus menunjukkan tren meningkat. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Bogor Line melayani 78.077.679 pelanggan dan kembali menjadi lintas Commuter Line dengan jumlah penumpang terbanyak di Indonesia. Lonjakan tersebut mendorong PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat peningkatan kapasitas layanan, terutama di Stasiun Bogor yang menjadi simpul utama perjalanan komuter.

Tingginya jumlah pelanggan memperlihatkan bahwa KRL semakin menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian setiap hari. Selain menghubungkan Bogor, Depok, dan Jakarta, Bogor Line juga menjadi tulang punggung mobilitas pekerja, pelajar, hingga pelaku usaha yang bergantung pada transportasi publik berbasis rel.

Data KAI menunjukkan pertumbuhan pelanggan Bogor Line terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Pada 2022, lintas ini melayani 102.054.022 pelanggan. Jumlah tersebut naik menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian meningkat menjadi 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan kembali bertambah hingga mencapai 155.009.997 pelanggan sepanjang 2025. Dibandingkan 2022, jumlah pelanggan pada 2025 meningkat sekitar 52 persen.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa layanan KRL telah menjadi bagian penting dalam aktivitas harian masyarakat.

Menurut dia, perjalanan menggunakan Commuter Line kini tidak hanya untuk mendukung akses menuju tempat kerja, tetapi juga pendidikan, pusat kegiatan ekonomi, hingga memperkuat konektivitas masyarakat menuju Jakarta.

"Bogor Line menjadi salah satu lintas utama yang menopang mobilitas harian masyarakat. Dengan 78,08 juta pelanggan pada Semester I 2026, penguatan kapasitas layanan menjadi kebutuhan penting agar perjalanan masyarakat dapat terus berjalan lebih tertata, nyaman, dan andal," ujarnya, Selasa (7/7/2026), dikutip Antara.

Tingginya mobilitas tersebut juga tercermin dari aktivitas di Stasiun Bogor. Selama Januari hingga Juni 2026, stasiun ini mencatat 18.451.462 pergerakan pelanggan, terdiri atas 9.371.057 pelanggan yang masuk (gate in) dan 9.080.405 pelanggan yang keluar (gate out). Rata-rata terdapat sekitar 101.942 pergerakan pelanggan setiap hari.

Stasiun Bogor pun menjadi stasiun dengan aktivitas pelanggan tertinggi di jaringan KRL Jabodetabek selama Semester I 2026. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Tanah Abang dengan 17.291.480 pergerakan pelanggan, disusul Stasiun Sudirman sebanyak 13.078.339 pergerakan, Stasiun Citayam 11.465.614 pergerakan, serta Stasiun Bekasi dengan 11.425.878 pergerakan pelanggan.

Berdasarkan tingginya volume pelanggan tersebut, KAI mempercepat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor. Fasilitas baru itu disiapkan untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line 12 kereta atau SF12 sehingga kapasitas angkut dalam satu perjalanan dapat ditingkatkan.

Anne menjelaskan, kehadiran rangkaian SF12 akan memberikan ruang yang lebih lega bagi pelanggan sekaligus membuat proses naik dan turun penumpang lebih tertata, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.

Saat ini, pekerjaan pengembangan telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan berjalan bersamaan dengan uji operasional. Proyek yang dimulai sejak 15 April 2026 tersebut ditargetkan selesai sepenuhnya pada 15 Juli 2026.

Pengembangan meliputi pekerjaan struktur dan arsitektur, mechanical, electrical and plumbing (MEP), jalur rel, hingga listrik aliran atas (LAA). Selain itu, KAI memasang kanopi (overcapping) di area peron agar pelanggan lebih nyaman saat menunggu kereta, baik ketika cuaca panas maupun hujan.

Sebagai bagian dari tahapan akhir, KAI telah melaksanakan uji beban menggunakan lokomotif pada 29 Juni 2026, kemudian dilanjutkan dengan uji coba operasional KRL pada 1 Juli 2026. Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan prasarana, keselamatan perjalanan, serta keandalan operasional sebelum fasilitas digunakan secara penuh.

Selama proses pengerjaan berlangsung, KAI bersama KAI Commuter tetap menjaga kelancaran pelayanan melalui pengaturan arus pelanggan, penyediaan informasi layanan, serta penempatan petugas di stasiun agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.

Selain meningkatkan kapasitas Stasiun Bogor, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan juga mempersiapkan penguatan konektivitas antara Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang. Integrasi tersebut diharapkan mempermudah perpindahan pelanggan dari Commuter Line menuju KA Pangrango maupun moda transportasi lanjutan di kawasan Bogor.

"KAI ingin memastikan peningkatan layanan dilakukan sesuai kebutuhan pelanggan. Bogor Line melayani jutaan perjalanan masyarakat setiap tahun sehingga kesiapan kapasitas, keselamatan, dan konektivitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan," kata Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pt kai #stasiun bogor #KRL Commuter Line