RADARBANYUWANGI.ID - Stasiun Gambir tidak lagi hanya diproyeksikan sebagai gerbang utama kereta api jarak jauh di pusat Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini menyiapkan transformasi besar dengan menghadirkan konsep Modern Station & Lifestyle Hub yang mengintegrasikan layanan kereta api, transportasi perkotaan, ruang publik, area komersial, hingga fasilitas hospitality. Pengembangan tersebut juga diproyeksikan membuka peluang 500 hingga 1.000 lapangan kerja pada fase operasional penuh.
Langkah itu menjadi bagian dari strategi KAI menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih terintegrasi bagi masyarakat. Tidak hanya memudahkan penumpang menuju kereta api, tetapi juga memperlancar perpindahan ke moda transportasi lain, sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman di kawasan pusat Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, arah pengembangan Gambir kini berfokus pada integrasi. Stasiun tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat naik dan turun kereta, melainkan menjadi ruang yang menghubungkan mobilitas, layanan publik, aktivitas ekonomi, budaya, hingga gaya hidup masyarakat.
"Gambir kami siapkan sebagai ruang perjalanan yang lebih lengkap. Pelanggan datang untuk naik kereta api, dan pada saat yang sama membutuhkan akses yang mudah, alur yang jelas, ruang tunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, serta koneksi ke kawasan sekitar," ujarnya, Selasa (7/7/2026), dikutip Antara.
Selama ini Stasiun Gambir dikenal sebagai pintu utama perjalanan kereta api jarak jauh dari pusat Jakarta. Lokasinya yang berada di kawasan Monumen Nasional (Monas), pusat pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, hingga destinasi wisata menjadikannya salah satu simpul transportasi paling strategis di ibu kota.
Karena itu, pengembangan Gambir diarahkan agar pengalaman pelanggan menjadi lebih utuh. Mulai dari tiba di stasiun, menunggu keberangkatan, berpindah moda transportasi, hingga melanjutkan aktivitas di pusat kota.
Menurut Anne, konsep tersebut sejalan dengan perubahan fungsi stasiun modern yang kini juga menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Saat ini Gambir melayani 34 perjalanan kereta api reguler setiap hari atau sekitar 78 pemberhentian naik dan turun penumpang kereta api jarak jauh.
Di sisi lain, jalur layang Gambir setiap hari dilintasi 326 perjalanan Commuter Line Bogor pada lintas Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo pulang pergi.
Namun, hingga kini Commuter Line yang melintas belum melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Gambir.
Anne menjelaskan, pembukaan layanan tersebut masih memerlukan kesiapan infrastruktur, pengaturan operasional, aspek keselamatan, kapasitas lintas, serta koordinasi dengan regulator.
"Prinsipnya, pelanggan mendapat akses yang lebih mudah, sementara keselamatan dan keandalan operasi tetap menjadi prioritas," katanya.
Kebutuhan integrasi transportasi dinilai semakin mendesak melihat pertumbuhan pengguna Commuter Line Jabodetabek dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2022, volume perjalanan pelanggan tercatat 217.964.892 perjalanan. Angka tersebut meningkat menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025, atau naik 58,11 persen dalam tiga tahun.
Bogor Line menjadi lintas dengan jumlah pelanggan terbesar.
Perkembangannya meliputi:
- 2022: 102.054.022 pelanggan
- 2023: 133.040.885 pelanggan
- 2024: 145.920.264 pelanggan
- 2025: 155.009.997 pelanggan
- Januari–Juni 2026: 78.077.679 pelanggan
Menurut Anne, tingginya mobilitas masyarakat dari Bogor, Depok, Cibinong, Nambo, dan wilayah sekitarnya menuju Jakarta menunjukkan perlunya akses transportasi yang lebih dekat ke pusat aktivitas ibu kota.
Apabila pada tahap berikutnya Gambir melayani naik dan turun penumpang Commuter Line, masyarakat akan lebih mudah menjangkau kawasan Monas, kantor pemerintahan, hotel, ruang publik, maupun layanan kereta api jarak jauh.
KAI menegaskan pengembangan Gambir tidak akan menggeser fungsi Stasiun Manggarai.
Manggarai tetap menjadi central station sekaligus pusat perpindahan antarlintas di Jabodetabek. Sementara Gambir diperkuat sebagai gerbang kereta api jarak jauh di pusat kota, pusat layanan pelanggan, akses menuju kawasan Monas, serta calon titik integrasi Commuter Line.
Pembagian fungsi tersebut diharapkan membuat sistem transportasi publik Jabodetabek semakin tertata.
Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, KAI mengusung konsep Modern Station & Lifestyle Hub yang bertumpu pada tiga pilar utama, yakni mobility, culture, dan lifestyle.
Mobilitas menjadi fondasi utama pengembangan. Selanjutnya diperkuat dengan ruang budaya, layanan pelanggan, area komersial, serta ruang publik yang terintegrasi dengan kawasan Medan Merdeka.
Rencana pengembangan mencakup:
- Integrasi dengan Transjakarta dan MRT.
- Kawasan pedestrian yang lebih nyaman.
- Ruang publik yang terhubung dengan Monas.
- Area ritel dan pusat kuliner.
- Lounge dan hotel.
- Rooftop park.
- Ruang pertemuan.
- Intermoda hub di area lower ground.
- Peron dan concourse Commuter Line.
- Penataan jalur kedatangan dan keberangkatan kereta api jarak jauh.
Selain itu, sirkulasi pejalan kaki akan dibuat lebih terbuka, sedangkan kendaraan diarahkan menuju area lower ground sehingga lantai dasar menjadi ruang yang lebih ramah bagi pejalan kaki.
Ekosistem komersial di Gambir sebenarnya sudah mulai berkembang. Berdasarkan data tenant tahun 2026, terdapat 132 titik komersial yang telah tersewa, terdiri atas 67 ruang usaha dan 65 open space.
Berbagai layanan telah hadir, mulai dari restoran, kedai kopi, minimarket, toko buku, toko oleh-oleh, lounge, hotel transit, ATM, vending machine, hingga layanan pendukung perjalanan lainnya.
Dalam kajian pengembangan, area ritel baru memiliki luas sekitar 15.479 meter persegi, sedangkan hotel dan ruang pertemuan mencapai 3.756 meter persegi.
Area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 220 hingga 310 tenant. Dengan asumsi setiap tenant mempekerjakan dua hingga tiga orang, kebutuhan tenaga kerja langsung diperkirakan mencapai 440–930 orang.
Jika ditambah tenaga pendukung seperti petugas kebersihan, keamanan, teknisi gedung, pengelola parkir, customer service, logistik, hingga pengelola kawasan, total peluang kerja diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang pada fase operasional penuh.
KAI menegaskan pengembangan Gambir merupakan langkah untuk menjawab perubahan pola perjalanan masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan akses dan konektivitas antarmoda.
Editor : Lugas Rumpakaadi