RADARBANYUWANGI.ID - Minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api terus menunjukkan tren peningkatan. Selama Semester I 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat lebih dari 2,26 juta penumpang menggunakan layanan di Stasiun Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek. Di antara empat stasiun tersebut, Karawang menjadi wilayah dengan pertumbuhan penumpang paling tinggi, mencapai 27,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Data KAI Daop 1 Jakarta menunjukkan total mobilitas penumpang sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai 2.267.510 orang. Jumlah itu terdiri atas 1.148.248 penumpang berangkat dan 1.119.262 penumpang tiba. Dibandingkan Semester I 2025 yang mencatat 2.047.033 penumpang, terjadi kenaikan sebesar 10,8 persen.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan tren tersebut memperlihatkan kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan antarkota.
"Pertumbuhan volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas antarkota," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/7/2026), dikutip Antara.
Peningkatan jumlah pengguna kereta api juga mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang dinilai efisien, memiliki ketepatan waktu, serta menawarkan kenyamanan untuk berbagai tujuan perjalanan, baik menuju Jakarta maupun ke sejumlah kota lainnya.
Stasiun Bekasi tetap menjadi penyumbang mobilitas penumpang terbesar di wilayah Daop 1 Jakarta. Selama Semester I 2026, jumlah penumpang berangkat mencapai 724.582 orang atau naik 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 652.836 orang.
Sementara itu, penumpang yang tiba mencapai 702.430 orang, meningkat 10,6 persen dari sebelumnya 634.967 orang.
Dengan demikian, total mobilitas penumpang di Stasiun Bekasi mencapai 1.427.012 orang atau tumbuh 10,8 persen secara tahunan.
Pertumbuhan paling signifikan terjadi di Stasiun Karawang. Volume keberangkatan meningkat 28,1 persen, dari 79.082 menjadi 101.324 penumpang.
Jumlah penumpang yang tiba juga naik 27,5 persen, dari 81.119 menjadi 103.399 penumpang.
Secara keseluruhan, mobilitas penumpang di Stasiun Karawang mencapai 204.723 orang atau melonjak 27,8 persen dibandingkan Semester I 2025. Angka tersebut menjadi pertumbuhan tertinggi di antara empat stasiun yang berada dalam wilayah operasional Daop 1 Jakarta.
Di Stasiun Cikarang, KAI mencatat 223.539 penumpang berangkat dan 207.601 penumpang tiba. Total mobilitas mencapai 431.140 orang atau meningkat 3,7 persen dibandingkan tahun lalu.
Sementara itu, Stasiun Cikampek melayani 98.803 penumpang berangkat dan 105.832 penumpang tiba. Total mobilitas di stasiun tersebut mencapai 204.635 orang atau tumbuh 11,7 persen dibandingkan Semester I 2025.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan seluruh stasiun di wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek mengalami pertumbuhan jumlah pengguna kereta api sepanjang enam bulan pertama tahun ini, meski dengan laju yang berbeda-beda.
Franoto menjelaskan karakter pertumbuhan di setiap wilayah dipengaruhi pola mobilitas masyarakat yang berbeda. Meski demikian, tren secara umum masih menunjukkan peningkatan permintaan terhadap layanan kereta api.
"Karakter pertumbuhan di masing-masing wilayah berbeda, namun secara keseluruhan trennya positif. KAI Daop 1 Jakarta terus menyesuaikan pelayanan dan fasilitas agar peningkatan mobilitas masyarakat dapat dilayani dengan aman, nyaman, dan optimal," katanya.
Untuk mengantisipasi tren tersebut, KAI Daop 1 Jakarta terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan pelanggan, kesiapan operasional, fasilitas stasiun, hingga aspek keselamatan. Upaya tersebut dilakukan agar kualitas layanan tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta api di wilayah Bekasi, Cikarang, Karawang, dan Cikampek.
Editor : Lugas Rumpakaadi