RADARBANYUWANGI.ID – Menikmati panorama Kawah Ijen kini tidak hanya soal mengejar keindahan blue fire atau matahari terbit. Pengelola juga menghadirkan fasilitas penunjang ibadah berupa musala dan toilet di sejumlah titik jalur pendakian, sehingga wisatawan Muslim tetap dapat menunaikan salat meski berada di kawasan pegunungan dengan ketinggian lebih dari 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Fasilitas tersebut tersebar di Pos 4, Pos 5, hingga Pos 6 atau kawasan puncak pendakian Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Kehadirannya menjadi nilai tambah bagi destinasi wisata unggulan Banyuwangi yang setiap tahun dikunjungi ribuan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.
Musala yang tersedia memang tidak berukuran besar. Bangunannya sederhana, menyerupai gardu berbahan kayu. Namun, di dalamnya telah disediakan perlengkapan ibadah seperti mukena dan sarung yang dapat digunakan secara bergantian oleh para pendaki.
Selain musala, tersedia pula toilet sederhana, terutama di Pos 6. Fasilitas ini memudahkan wisatawan untuk bersuci sebelum melaksanakan salat tanpa harus turun kembali ke kawasan Paltuding.
Penjaga warung di Pos 6, Pawisti Ningsih atau yang akrab disapa Bu Angga, mengatakan fasilitas tersebut memang disediakan agar para pendaki tidak mengalami kesulitan menjalankan ibadah selama berada di puncak Ijen.
"Di sini juga ada musala sekaligus toilet. Jadi kalau mau ibadah, pendaki tidak perlu bingung, meski ada di puncak Ijen," ujarnya.
Keberadaan musala di jalur pendakian menjadi pelengkap pengalaman wisata di Ijen. Setelah menikmati fenomena blue fire pada dini hari, banyak pendaki memanfaatkan waktu menjelang matahari terbit untuk menunaikan salat Subuh sebelum melanjutkan perjalanan menikmati panorama kawah.
Salah satunya Andi, pendaki asal Tuban. Ia mengaku keberadaan musala sangat membantu wisatawan Muslim yang memilih berburu blue fire sejak dini hari.
"Adanya musala di puncak Ijen ini memudahkan orang Muslim seperti saya untuk menunaikan salat Subuh, terutama setelah melihat blue fire," katanya.
Selain menjadi destinasi wisata kelas dunia, TWA Ijen terus berbenah melalui penyediaan fasilitas dasar bagi pengunjung. Kehadiran musala, toilet, warung, hingga area istirahat di sepanjang jalur pendakian menjadi bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan wisatawan tanpa mengabaikan kelestarian kawasan konservasi.
Bagi para pendaki, fasilitas sederhana tersebut memiliki arti besar. Di tengah udara dingin dan lanskap pegunungan yang menakjubkan, mereka tetap dapat menjalankan kewajiban beribadah dengan tenang sebelum melanjutkan perjalanan menikmati salah satu ikon wisata alam terbaik di Indonesia. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin