RADARBANYUWANGI.ID - Program diskon tarif 30 persen untuk kereta api (KA) ekonomi komersial terbukti mendongkrak minat masyarakat menggunakan transportasi berbasis rel selama libur sekolah. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 1.303.191 pelanggan memanfaatkan program tersebut sepanjang 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Sementara itu, total penumpang yang dilayani KAI pada periode yang sama mencapai 3.451.031 orang.
Artinya, hampir empat dari setiap sepuluh pelanggan KAI selama libur sekolah menikmati tarif diskon yang diberikan pemerintah. Capaian tersebut sekaligus menunjukkan kebijakan insentif harga masih efektif mendorong masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk bepergian.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya jumlah pelanggan mencerminkan kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat selama musim liburan sekolah. Selain untuk berwisata, layanan kereta juga dimanfaatkan untuk pulang ke kampung halaman, mengunjungi keluarga, hingga memenuhi kebutuhan mobilitas antarkota maupun kawasan aglomerasi.
"Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah memilih kereta api selama masa libur sekolah. Tingginya minat pelanggan menjadi pengingat bahwa layanan harus semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan mampu menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat," ujarnya, Senin (6/7/2026), dikutip Antara.
Program diskon tahun ini juga mencatat pertumbuhan dibandingkan periode libur sekolah 2025. Jumlah pelanggan yang memanfaatkan potongan tarif meningkat dari 1.173.612 orang menjadi 1.303.191 orang atau bertambah sekitar 129.579 pelanggan.
Tidak hanya itu, total pelanggan yang dilayani KAI juga meningkat dari 3.326.281 orang pada 2025 menjadi 3.451.031 orang pada 2026. Dengan demikian, terdapat tambahan sekitar 124.750 pelanggan, atau meningkat sekitar 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan tersebut mengindikasikan permintaan perjalanan menggunakan kereta api terus bertumbuh. Selain didukung insentif tarif, masyarakat juga semakin menjadikan kereta sebagai pilihan karena dinilai praktis, nyaman, dan memiliki ketepatan waktu yang lebih terjaga saat musim liburan.
KAI mencatat puncak penggunaan tarif diskon terjadi pada 5 Juli 2026 dengan 94.977 pelanggan. Pada hari yang sama, total pelanggan yang dilayani mencapai 254.939 orang. Angka tersebut menjadi volume perjalanan harian tertinggi sepanjang masa libur sekolah.
Data tersebut menjadi gambaran tingginya mobilitas masyarakat menjelang berakhirnya masa liburan, ketika banyak keluarga kembali ke kota asal maupun kembali ke tempat tinggal setelah menikmati masa libur.
Dari sisi keberangkatan, Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun dengan pengguna tarif diskon terbanyak, yakni 136.136 pelanggan. Berikutnya Stasiun Yogyakarta sebanyak 87.836 pelanggan, Semarang Poncol 69.952 pelanggan, Semarang Tawang 64.451 pelanggan, dan Surabaya Pasarturi sebanyak 51.887 pelanggan.
Untuk stasiun tujuan, Pasar Senen juga menempati posisi pertama dengan 127.571 pelanggan. Selanjutnya Yogyakarta sebanyak 89.801 pelanggan, Semarang Poncol 67.181 pelanggan, Semarang Tawang 63.695 pelanggan, serta Surabaya Pasarturi sebanyak 54.567 pelanggan.
Bagi wilayah Jawa Timur, capaian Surabaya Pasarturi menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dari dan menuju provinsi tersebut selama musim libur sekolah. Hal ini memperlihatkan peran strategis jaringan kereta api dalam mendukung perjalanan antardaerah di Pulau Jawa.
Relasi Lempuyangan–Pasar Senen menjadi perjalanan yang paling banyak memanfaatkan tarif diskon dengan 17.726 pelanggan. Disusul Pasar Senen–Lempuyangan sebanyak 16.913 pelanggan, Surabaya Gubeng–Yogyakarta sebanyak 16.029 pelanggan, Solo Balapan–Semarang Tawang sebanyak 15.398 pelanggan, serta Semarang Tawang–Solo Balapan sebanyak 15.383 pelanggan.
Masuknya relasi Surabaya Gubeng–Yogyakarta dalam daftar tiga besar menunjukkan tingginya minat masyarakat Jawa Timur memanfaatkan program diskon untuk perjalanan antarkota, terutama menuju destinasi wisata dan kota pendidikan.
Sementara itu, KA Joglosemarkerto menjadi kereta dengan jumlah pelanggan tarif diskon terbanyak, yakni 67.556 orang. Posisi berikutnya ditempati KA Ambarawa Ekspres sebanyak 67.298 pelanggan, KA Kaligung 55.256 pelanggan, KA Pangrango 49.085 pelanggan, dan KA Kamandaka sebanyak 48.921 pelanggan.
Anne mengatakan seluruh data perjalanan selama libur sekolah akan menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan. Pembenahan dilakukan mulai dari kesiapan sarana, kebersihan kereta dan stasiun, penyediaan informasi perjalanan, kemudahan layanan digital, hingga percepatan penanganan keluhan pelanggan.
"KAI mendengar setiap masukan pelanggan. Keluhan, saran, dan pengalaman pelanggan menjadi bahan penting untuk memperbaiki layanan secara berkelanjutan. Perbaikan akan terus kami lakukan agar pelanggan merasa semakin aman, nyaman, dan terbantu sejak merencanakan perjalanan hingga tiba di tujuan," katanya.
Ia menambahkan, komunikasi dua arah dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan, terutama saat periode dengan mobilitas tinggi seperti libur sekolah.
"Kami ingin pelanggan merasakan bahwa perjalanan dengan kereta api semakin tertata, informatif, dan menyenangkan. Kepercayaan pelanggan menjadi dorongan bagi KAI untuk terus berbenah dan menghadirkan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat," pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi