RADARBANYUWANGI.ID - Mobilitas masyarakat Jawa Timur terus menunjukkan tren peningkatan. Selama Januari hingga Juni 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya melayani 6.419.803 pelanggan atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 5.947.731 pelanggan.
Kenaikan tersebut setara dengan tambahan sekitar 472 ribu pelanggan dalam enam bulan. Rata-rata, lebih dari 35 ribu pelanggan menggunakan layanan kereta api setiap hari di wilayah Daop 8 Surabaya. Angka itu mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, sekaligus efisien untuk perjalanan antarkota.
Dari total pelanggan tersebut, sebanyak 3.204.334 orang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 8 Surabaya. Sementara itu, 3.215.469 pelanggan tercatat tiba di sejumlah stasiun yang berada dalam wilayah operasional tersebut.
Peningkatan jumlah pelanggan tidak terlepas dari menguatnya aktivitas ekonomi di Jawa Timur. Meningkatnya kegiatan industri, perdagangan, jasa, pendidikan, hingga sektor pariwisata membuat kebutuhan masyarakat terhadap transportasi massal terus bertambah.
Perkembangan kawasan metropolitan Gerbangkertosusila juga menjadi salah satu faktor pendorong. Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah Jabodetabek, kawasan ini memiliki mobilitas masyarakat yang sangat tinggi sehingga membutuhkan moda transportasi publik yang mampu menghubungkan berbagai kota secara cepat, efisien, dan berkelanjutan.
Kereta api menjadi salah satu pilihan utama karena menawarkan kepastian waktu perjalanan di tengah kepadatan lalu lintas jalan raya. Selain itu, konektivitas antarkota yang semakin baik membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan untuk kepentingan bekerja, belajar, berwisata, maupun menjalankan aktivitas bisnis.
Selain didorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan jumlah pelanggan juga dipengaruhi momentum Ramadan dan Angkutan Lebaran 2026. Pada periode tersebut, mobilitas masyarakat meningkat signifikan untuk keperluan mudik, silaturahmi, maupun perjalanan bisnis.
Lonjakan penumpang selama musim Lebaran kembali menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat karena menawarkan kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu dibandingkan moda transportasi darat lainnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, KAI Daop 8 Surabaya terus melakukan berbagai inovasi layanan. Mulai dari kemudahan pembelian tiket melalui layanan digital, peningkatan ketepatan waktu perjalanan, modernisasi fasilitas stasiun, hingga penguatan aspek keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan pertumbuhan pelanggan pada Semester I 2026 menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sekaligus menunjukkan semakin besarnya peran transportasi publik dalam menopang mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
"Pertumbuhan pelanggan pada Semester I 2026 menjadi bukti bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi pilihan. Kepercayaan tersebut kami jawab melalui komitmen menjaga keandalan operasional, mempertahankan ketepatan waktu perjalanan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menghadirkan berbagai inovasi layanan yang memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pelanggan. Kami akan terus berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Mahendro menambahkan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi KAI Daop 8 Surabaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan di seluruh aspek operasional.
"KAI tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah pelanggan, tetapi juga berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin berkualitas di setiap perjalanan. Kami ingin terus menjadi bagian dari penggerak mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, pengembangan wilayah, serta terciptanya sistem transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan di Jawa Timur," katanya.
Editor : Lugas Rumpakaadi