RADARBANYUWANGI.ID - Hamparan sabana luas yang membentang di lereng pegunungan kini menjadi daya tarik baru bagi pecinta alam di Bondowoso. Pemandangan itu bisa dinikmati di Gunung Carenge, gunung berketinggian 1.978 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada di Dusun Lerpenang, Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen. Keindahan bentang alamnya bahkan membuat sejumlah pendaki menjulukinya sebagai "Merbabu Lite" karena panorama sabananya yang mengingatkan pada Gunung Merbabu.
Meski tergolong sebagai jalur pendakian baru, Gunung Carenge mulai ramai diperbincangkan di kalangan pendaki. Lanskap perbukitan hijau, sabana yang membentang luas, serta panorama pegunungan yang masih alami menjadi daya tarik utama destinasi ini.
Pendakian Gunung Carenge diawali dari basecamp. Seluruh pendaki diwajibkan mengisi formulir pendakian sebagai bagian dari pendataan sebelum memulai perjalanan. Dari basecamp, perjalanan dilanjutkan menggunakan jasa ojek menuju pintu rimba yang menjadi titik awal pendakian.
Dari pintu rimba menuju puncak, pendakian membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat jam. Durasi tersebut bergantung pada kondisi fisik pendaki, cuaca, serta kecepatan perjalanan selama menyusuri jalur.
Sepanjang perjalanan, pendaki disuguhi suasana pegunungan yang masih asri. Hamparan sabana menjadi pemandangan yang paling mencuri perhatian. Di beberapa titik, bentangan rumput hijau berpadu dengan pepohonan dan panorama pegunungan di kawasan Ijen, menciptakan lanskap yang kerap menjadi lokasi favorit untuk beristirahat maupun mengabadikan momen.
Julukan "Merbabu Lite" muncul dari kalangan pendaki karena karakter sabananya dinilai menyerupai bentang alam Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Meski demikian, Gunung Carenge tetap memiliki karakter tersendiri dengan jalur yang masih alami dan belum terlalu ramai dikunjungi.
Hingga saat ini, pengelola belum memberlakukan tiket masuk maupun Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). Pendaki hanya dikenakan biaya transportasi ojek menuju pintu rimba sehingga biaya awal pendakian relatif terjangkau.
Salah seorang pendaki, Riyanti Eka Erlina Setyowati, mengaku terkesan dengan panorama yang disuguhkan Gunung Carenge. Menurutnya, hamparan sabana menjadi daya tarik utama yang membuat perjalanan menuju puncak terasa menyenangkan.
"Pemandangannya sangat bagus, terutama hamparan sabananya. Namun, untuk trek saya belum merekomendasikannya bagi pendaki pemula karena jalurnya masih tergolong baru dibuka," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menurut Riyanti, kondisi jalur yang masih baru membuat pendaki perlu lebih berhati-hati. Beberapa bagian trek masih membutuhkan perhatian ekstra sehingga pendaki disarankan memiliki kondisi fisik yang prima dan pengalaman dasar dalam kegiatan mendaki gunung.
Potensi wisata alam Gunung Carenge dinilai cukup besar. Keindahan sabana, suasana pegunungan yang masih alami, serta waktu tempuh yang relatif singkat menjadi daya tarik bagi pendaki yang ingin mencari destinasi baru di Bondowoso.
Meski demikian, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Pendaki diimbau mempersiapkan kondisi fisik sebelum berangkat, membawa perlengkapan pendakian yang memadai, memperhatikan perubahan cuaca, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama berada di jalur pendakian. Sikap bertanggung jawab, termasuk menjaga kebersihan dengan tidak meninggalkan sampah, juga diperlukan agar kelestarian Gunung Carenge tetap terjaga seiring meningkatnya minat wisatawan untuk menjelajahi destinasi pendakian baru di Bondowoso.
Editor : Lugas Rumpakaadi