RADARBANYUWANGI.ID - Tren wisata alam di Banyuwangi terus berkembang. Salah satu destinasi yang semakin menarik perhatian wisatawan adalah Ijen Sky Light di Kecamatan Licin, Banyuwangi. Berada di lereng Gunung Ijen, tempat wisata ini menawarkan pengalaman menikmati matahari terbit, hamparan awan, hingga gemerlap lampu Kota Banyuwangi dari ketinggian dalam suasana pegunungan yang sejuk.
Ijen Sky Light berlokasi di Jalan Raya Kawah Ijen, Dusun Jambu, Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Dari pusat Kota Banyuwangi, destinasi tersebut dapat ditempuh sekitar 40 hingga 60 menit berkendara. Letaknya yang berada di jalur menuju kawasan wisata Gunung Ijen menjadikan lokasi ini mudah dijangkau wisatawan yang ingin menikmati panorama alam khas pegunungan.
Waktu favorit wisatawan untuk berkunjung adalah pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB. Saat cuaca cerah, matahari perlahan muncul dari balik pegunungan di ufuk timur laut. Cahaya keemasan yang menyinari perbukitan berpadu dengan kabut tipis menciptakan panorama yang kerap menjadi incaran pencinta fotografi maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang.
Memasuki sore hingga malam hari, suasana di Ijen Sky Light berubah. Dari kawasan perbukitan, pengunjung dapat menikmati pemandangan lampu-lampu Kota Banyuwangi yang terlihat berkelap-kelip dari kejauhan. Udara pegunungan yang sejuk semakin menambah kenyamanan bagi wisatawan yang ingin bersantai bersama keluarga, teman, maupun pasangan.
Tidak hanya mengandalkan panorama alam, Ijen Sky Light juga menyediakan berbagai fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Tersedia area bersantai, kafe, area parkir yang luas, spot foto, beragam wahana, hingga area camping yang dapat dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati suasana alam lebih lama.
Keberadaan fasilitas tersebut membuat destinasi ini tidak hanya menjadi tempat singgah menikmati pemandangan, tetapi juga menjadi lokasi rekreasi yang cocok untuk berkumpul bersama keluarga maupun menghabiskan waktu saat akhir pekan.
Bagi wisatawan yang berencana datang pada pagi atau malam hari, mengenakan pakaian hangat menjadi pilihan yang tepat mengingat suhu di kawasan lereng Gunung Ijen cenderung lebih dingin dibandingkan wilayah perkotaan.
Meningkatnya kunjungan wisatawan turut membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar. Kehadiran pengunjung mendorong berkembangnya usaha kuliner, penginapan, jasa fotografi, hingga penyewaan perlengkapan camping.
Perkembangan destinasi wisata ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata tidak hanya menghadirkan pilihan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya aktivitas usaha di kawasan sekitar.
Salah seorang pengunjung, Mayza, 18, mengaku mengetahui Ijen Sky Light dari media sosial. Menurutnya, panorama alam dan suasana yang nyaman menjadi alasan utama dirinya memilih berkunjung ke destinasi tersebut.
"Kalau ke Ijen Sky Light aku lebih suka pagi karena tempatnya dingin dan pemandangannya bagus untuk foto. Malam juga bagus, nyaman, tempatnya bersih. Apalagi ada penginapannya, jadi cocok banget buat kumpul keluarga," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Pengalaman serupa juga dirasakan banyak wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian. Perpaduan udara pegunungan yang sejuk, lanskap perbukitan, serta fasilitas yang terus berkembang membuat pengunjung betah menghabiskan waktu di lokasi tersebut.
Editor : Lugas Rumpakaadi