RADARBANYUWANGI.ID – Keamanan wisatawan yang mendaki ke Kawah Ijen kini semakin diperkuat. Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Ijen memasang fasilitas panic button atau tombol panik di Pos Puncak Kawah Ijen yang terintegrasi dengan kamera pengawas (CCTV) real time dan sistem Radio Frequency Identification (RFID) tracking. Fasilitas ini disiapkan untuk mempercepat respons petugas ketika terjadi kondisi darurat di jalur maupun bibir kawah.
Pemasangan perangkat tersebut dilakukan sekitar sepekan lalu sebagai bagian dari peningkatan sistem keselamatan bagi wisatawan yang berkunjung ke salah satu destinasi unggulan Banyuwangi itu.
Kepala TWA Ijen, Rusdi Santoso, mengatakan panic button dipasang di area puncak yang menjadi titik berkumpulnya wisatawan setelah mencapai bibir kawah. Perangkat tersebut telah terhubung dengan CCTV yang dapat dipantau langsung dari Pos Paltuding.
"Iya, sudah satu minggu yang lalu di Kawah Ijen dipasangi CCTV di panic button," ujarnya.
Menurut Rusdi, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan berbagai kondisi darurat yang mungkin dialami pengunjung. Mulai dari cedera akibat pendakian, kelelahan, serangan panik (panic attack), hingga keadaan lain yang membutuhkan pertolongan segera.
Wisatawan tidak perlu mencari petugas ketika menghadapi situasi darurat. Cukup menekan tombol yang tersedia pada perangkat panic button, laporan akan langsung diterima petugas di Pos Paltuding untuk segera ditindaklanjuti.
"Kalau tiba-tiba cedera, panic attack, atau butuh bantuan, wisatawan tinggal menekan tombol yang ada di panic button, lalu bantuan langsung diproses," jelasnya.
Selain dilengkapi CCTV, sistem pengamanan di Kawah Ijen juga didukung teknologi RFID tracking. Teknologi ini menjadi bagian dari upaya pengelola untuk meningkatkan pemantauan aktivitas wisatawan sekaligus mempercepat proses pencarian apabila terjadi keadaan darurat.
Rusdi menjelaskan, pemasangan panic button sengaja difokuskan di kawasan bibir kawah karena menjadi salah satu lokasi dengan aktivitas wisatawan paling tinggi. Dengan begitu, setiap laporan dapat diterima secara cepat dan petugas bisa segera bergerak menuju titik kejadian.
"Tujuan dipasangnya panic button di TWA Ijen agar kalau ada apa-apa terkait pengunjung di bibir kawah bisa langsung melapor ke Pos Paltuding," katanya.
Penambahan fasilitas keselamatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan standar keamanan destinasi wisata alam di Banyuwangi. Kawah Ijen selama ini menjadi magnet wisata berkat fenomena api biru (blue fire), panorama danau kawah berwarna toska, serta aktivitas pendakian yang setiap hari menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dengan hadirnya panic button, CCTV real time, dan sistem RFID tracking, pengelola berharap wisatawan dapat menikmati pengalaman mendaki dengan rasa aman yang lebih tinggi, sekaligus memastikan setiap kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat. (ray/sgt)
Editor : Ali Sodiqin