RADARBANYUWANGI.ID – Pantai Grajagan di Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah bertahun-tahun kehilangan pamornya. Momentum libur panjang sekolah menjadi angin segar bagi destinasi wisata yang pernah berjaya pada era 1990-an hingga awal 2000-an itu. Jumlah pengunjung kini melonjak hingga dua kali lipat dibanding akhir pekan biasa.
Pada akhir pekan selama masa libur sekolah, Pantai Grajagan mampu menarik sekitar 150 hingga 200 wisatawan per hari. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding hari libur biasa yang rata-rata tidak mencapai 100 pengunjung setiap harinya.
Salah satu pengelola Pantai Grajagan, Suyono, mengatakan tren kenaikan jumlah wisatawan mulai terlihat sejak libur Hari Raya Idul Fitri 2026. Menurutnya, sejak saat itu aktivitas wisata di kawasan pantai perlahan kembali hidup.
"Di momen hari libur sekolah ini khususnya Minggu, pengunjung yang datang sekitar 150 sampai 200 orang dalam sehari. Sedangkan sebelumnya paling banyak 100 orang," ujarnya kemarin (5/7).
Suyono menilai membaiknya akses menuju kawasan wisata menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan kunjungan. Selama beberapa tahun terakhir, kondisi jalan menuju Pantai Grajagan yang rusak membuat banyak wisatawan enggan datang.
Kini, akses menuju pantai mulai lebih nyaman dilalui setelah sejumlah titik jalan diperbaiki.
"Namun saat ini jalannya sudah mendingan. Batu-batu besar di jalan sudah banyak yang disingkirkan dan diuruk pakai tanah," jelasnya.
Pantai Grajagan bukanlah nama baru dalam dunia pariwisata Banyuwangi. Pada era 1990-an hingga awal dekade 2000-an, kawasan ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah. Hampir setiap hari pantai tersebut dipadati pengunjung yang menikmati panorama laut selatan.
Namun, seiring menurunnya kualitas akses jalan serta berkembangnya destinasi wisata baru di Banyuwangi, jumlah wisatawan perlahan menyusut hingga Pantai Grajagan sempat kehilangan pamornya.
"Dulu setiap hari sangat ramai dan kemudian sangat sepi. Namun saat ini mulai ada geliat pengunjung kembali," ungkap Suyono.
Selain menawarkan panorama pantai yang masih alami, Grajagan juga dikenal sebagai salah satu lokasi selancar (surfing) yang memiliki ombak menantang. Saat musim penghujan, tinggi gelombang meningkat sehingga menjadi daya tarik bagi peselancar, terutama wisatawan mancanegara.
Menurut Suyono, pada musim tersebut, kawasan Pantai Grajagan kerap didatangi peselancar asing yang ingin menaklukkan ombak khas pantai selatan Banyuwangi.
"Ramainya tamu surfing ketika musim penghujan karena ombaknya besar. Biasanya bule. Kalau hari normal ombaknya kecil, sehingga yang bermain selancar kebanyakan anak-anak sekitar Pantai Grajagan saja," terangnya.
Dengan mulai membaiknya akses menuju kawasan wisata dan meningkatnya jumlah kunjungan selama musim liburan, pengelola berharap kebangkitan Pantai Grajagan terus berlanjut. Destinasi yang pernah menjadi ikon wisata Banyuwangi itu diharapkan kembali menjadi pilihan utama wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin