Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Saat Barong Banyuwangi Menjadi Mahakarya Wisata di Kaki Gunung Ijen, Ribuan Penonton Pun Terpukau

Ali Sodiqin • Minggu, 5 Juli 2026 | 20:35 WIB
Barong tak lagi di jalanan, kini jadi atraksi wisata premium di Tamansuruh, Banyuwangi. (banyuwangitourism.com)
Barong tak lagi di jalanan, kini jadi atraksi wisata premium di Tamansuruh, Banyuwangi. (banyuwangitourism.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Kesenian Barong Banyuwangi memasuki babak baru. Seni tradisi yang selama ini identik dengan pentas kampung dan arak-arakan jalanan kini tampil lebih elegan dalam format teatrikal yang modern. Dipadukan dengan panorama matahari terbenam, tata cahaya artistik, musik tradisional, hingga atraksi obor, pertunjukan bertajuk "Senja di Agro Wisata Tamansuruh (AWT)" pada Minggu (5/7/2026) sukses memukau ribuan penonton.

Transformasi tersebut bukan sekadar mengubah kemasan pertunjukan, tetapi juga mengangkat citra Barong sebagai atraksi budaya berkelas yang siap menjadi magnet baru pariwisata Banyuwangi.

Di panggung terbuka yang menghadap bentang perbukitan Tamansuruh, setiap unsur pertunjukan dirancang menyatu dengan lanskap alam. Semburat cahaya senja berpadu dengan tata lampu dramatis, iringan gamelan, pawai budaya, serta kobaran obor yang memperkuat nuansa sakral sekaligus megah.

Barong tampil penuh wibawa tanpa kehilangan akar tradisinya. Justru melalui penyajian yang lebih tertata, nilai-nilai budaya yang melekat di dalamnya terasa semakin kuat dan mudah dinikmati berbagai kalangan.

Kolaborasi Alam dan Budaya Jadi Daya Tarik Baru

Pemilihan Agro Wisata Tamansuruh (AWT) sebagai lokasi pertunjukan dinilai menjadi langkah strategis. Destinasi yang tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata terpadu itu menawarkan pengalaman lengkap, mulai dari panorama alam, wisata berkuda, wahana ATV, kuliner, hingga pertunjukan seni budaya.

Perpaduan kekayaan alam dan budaya lokal menghadirkan pengalaman berbeda dibanding pertunjukan Barong yang selama ini lebih banyak digelar di lapangan terbuka atau lingkungan permukiman.

Konsep tersebut juga membuka peluang lebih besar bagi wisatawan luar daerah maupun generasi muda untuk menikmati seni tradisi dalam suasana yang nyaman dan lebih representatif.

Ribuan Penonton Terpukau

Suasana mencapai puncaknya saat kelompok Barong Cempaka Putih memasuki arena pertunjukan. Gemuruh tepuk tangan penonton langsung memenuhi kawasan AWT.

Gerak dinamis para penari, hentakan gamelan, serta tata panggung yang menyatu dengan langit senja menciptakan pengalaman visual yang memikat. Ribuan pasang mata larut mengikuti jalannya pertunjukan hingga usai.

Salah seorang pengunjung asal Kalibaru, Purnomo Aji, mengaku mendapatkan pengalaman yang sama sekali berbeda dibanding saat menyaksikan pertunjukan Barong sebelumnya.

"Biasanya saya menonton Barong dalam acara hajatan di jalanan atau lapangan kampung. Namun sore ini atmosfernya luar biasa berbeda. Dengan latar perbukitan, permainan lampu yang estetis, suasana yang kondusif, serta kesempatan berinteraksi langsung dengan seniman, rasanya sangat eksklusif. Konsep seperti ini pasti bikin wisatawan makin tertarik ke Banyuwangi untuk menikmati dualitas alam dan budayanya," ujarnya.

Warisan Budaya yang Siap Bersaing di Industri Pariwisata

Tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa seni tradisi tetap memiliki daya tarik kuat ketika dikemas secara kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai autentiknya.

Transformasi Barong dalam format pertunjukan teatrikal menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya mampu bertahan di tengah perubahan zaman, tetapi juga berpotensi menjadi produk wisata unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Lebih dari sekadar hiburan rakyat, Barong kini berkembang menjadi identitas budaya yang memperkuat citra Banyuwangi sebagai daerah yang berhasil memadukan pelestarian tradisi dengan inovasi industri pariwisata.

Konsep "Senja di Agro Wisata Tamansuruh" menjadi contoh bagaimana kekuatan budaya lokal dapat dihadirkan dalam kemasan yang lebih modern, inklusif, dan berkelas. Jika dikembangkan secara konsisten, format ini berpotensi menjadi agenda wisata unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan domestik, tetapi juga memperluas daya saing Banyuwangi sebagai destinasi budaya bertaraf internasional.

Editor : Ali Sodiqin
#Barong Banyuwangi #Senja Tamansuruh #AWT Banyuwangi #wisata budaya #Tamansuruh