Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penumpang Kereta Api Tembus 258,99 Juta pada Semester I 2026, Akses ke Banyuwangi Kian Mudah

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 5 Juli 2026 | 10:38 WIB
Kedatangan penumpang Kereta Api Sangkuriang di Stasiun Banyuwangi Kota. (KAI)
Kedatangan penumpang Kereta Api Sangkuriang di Stasiun Banyuwangi Kota. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian. Bukan hanya untuk perjalanan harian di kawasan perkotaan, tetapi juga perjalanan antarkota, wisata, hingga distribusi logistik nasional. Tren itu tercermin dari lonjakan jumlah pelanggan KAI Group pada Semester I 2026 yang hampir menyentuh 259 juta orang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 7,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 240.805.920 pelanggan.

Peningkatan itu menunjukkan transportasi berbasis rel ini semakin dipercaya masyarakat karena dinilai aman, nyaman, terjangkau, sekaligus terintegrasi dengan moda transportasi lainnya. Di saat bersamaan, KAI juga terus memperluas jaringan layanan, termasuk membuka akses perjalanan yang semakin mudah menuju Banyuwangi.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pertumbuhan pelanggan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di berbagai segmen.

"Sepanjang Semester I 2026, KAI Group melayani 258,99 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan bahwa kereta api semakin dipilih masyarakat untuk perjalanan yang aman, terjangkau, dan terintegrasi. Bagi KAI, pertumbuhan ini perlu selalu diikuti dengan peningkatan keselamatan, kualitas layanan, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujarnya, Minggu (5/7/2026), dikutip Antara.

Pertumbuhan pelanggan terjadi hampir di seluruh layanan KAI Group. Kereta api jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI melayani 29.858.267 pelanggan, naik 8,72 persen dibandingkan Semester I 2025.

Sementara itu, KAI Commuter masih menjadi penyumbang terbesar dengan melayani 204.151.200 pelanggan, meningkat 6,58 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan lebih tinggi terjadi pada sejumlah layanan lainnya. LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan 22,84 persen dengan total 16.018.911 pelanggan. KA Makassar–Parepare melayani 172.015 pelanggan atau naik 15,44 persen, sedangkan KAI Wisata mencatat kenaikan tertinggi hingga 64,45 persen.

Menurut Bobby, meningkatnya jumlah pelanggan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api semakin beragam. Moda transportasi ini kini digunakan untuk bekerja, sekolah, perjalanan bisnis, wisata, hingga menjadi penghubung antarmoda.

"KAI Group terus memperkuat layanan sesuai karakter pelanggan di masing-masing segmen. Ada pelanggan komuter yang membutuhkan ketepatan dan kapasitas, pelanggan antarkota yang membutuhkan kenyamanan, pelanggan wisata yang mencari pengalaman perjalanan, serta masyarakat daerah yang membutuhkan transportasi publik yang terjangkau," katanya.

Kabar baik juga dirasakan masyarakat Banyuwangi. Sejak 1 Mei 2026, KAI mengoperasikan KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pulang pergi.

Layanan ini membuka koneksi langsung dari Jawa Barat menuju Banyuwangi melalui Yogyakarta, Solo, Surabaya, serta sejumlah kota di jalur selatan dan timur Pulau Jawa.

Kehadiran KA Sangkuriang tidak hanya memberi tambahan pilihan transportasi bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian Banyuwangi karena akses dari wilayah barat Pulau Jawa menjadi semakin mudah.

Selain itu, mulai 18 Juni 2026, KAI juga mengoperasikan KA Pandalungan 2 relasi Gambir–Jember pulang pergi. Penambahan layanan tersebut memperkuat konektivitas Jakarta menuju kawasan Tapal Kuda, termasuk wilayah yang menjadi pintu masuk menuju Banyuwangi.

Di wilayah perkotaan, KAI mulai mengoperasikan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) untuk layanan Commuter Line Tanjung Priok sejak 22 Juni 2026. Dalam pekan pertama operasional, stasiun tersebut melayani 4.203 pengguna, terdiri atas 2.555 pelanggan naik dan 1.648 pelanggan turun.

Sementara itu, di Sumatra, KAI meningkatkan kapasitas KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang. Jumlah pelanggan pada Januari–Juni 2026 mencapai 439.984 orang, meningkat 36,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

KAI juga menambah rangkaian kereta dari lima menjadi delapan kereta untuk memenuhi tingginya permintaan masyarakat. Sejak 4 Juli 2026, layanan tersebut menggunakan Kereta Ekonomi Premium Modifikasi yang menawarkan fasilitas lebih nyaman, seperti kursi individual, pendingin udara sentral, dan stop kontak di setiap kursi.

Tak hanya melayani penumpang, KAI juga memperkuat sektor logistik nasional.

Sepanjang Semester I 2026, angkutan barang KAI mencapai 32.498.043 ton, terdiri atas 26.534.095 ton batu bara dan 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara.

Untuk meningkatkan kapasitas distribusi, KAI telah mendatangkan 1.080 gerbong datar yang akan memperkuat layanan angkutan barang di Sumatra.

Selain itu, KAI mengembangkan layanan KA Brumbung Cargo sebagai alternatif logistik berbasis rel. Selama Semester I 2026, angkutan peti kemas mencapai 2,62 juta ton, dengan kapasitas hingga 800 ton dalam satu rangkaian kereta.

"Layanan barang menjadi salah satu kontribusi penting KAI bagi perekonomian. Kereta api memiliki keunggulan kapasitas, keteraturan jadwal, dan konektivitas lintas wilayah. Karena itu, penguatan layanan barang terus kami dorong agar dapat memberi nilai tambah bagi dunia usaha dan rantai pasok nasional," ujar Bobby.

Di bidang keselamatan, KAI menutup 172 perlintasan sebidang prioritas sepanjang Semester I 2026.

Penutupan dilakukan pada titik-titik yang memiliki risiko tinggi melalui koordinasi bersama regulator, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain itu, KAI juga melanjutkan agenda keberlanjutan dengan memperluas penggunaan biodiesel menuju B50 sebagai bagian dari peta jalan dekarbonisasi 2025–2030. Program tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 133.676 ton CO₂e.

Memasuki Semester II 2026, KAI akan melanjutkan penguatan layanan penumpang, memperbesar kapasitas angkutan barang, meningkatkan integrasi antarmoda, memperluas digitalisasi layanan, serta mengembangkan kawasan stasiun sebagai pusat transportasi sekaligus ruang aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat dan bertambahnya konektivitas menuju berbagai daerah, termasuk Banyuwangi, kereta api diproyeksikan semakin menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua 2026.

"Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menjadikan kereta api sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari. KAI Group akan terus menjaga kepercayaan ini melalui layanan yang semakin aman, nyaman, mudah diakses, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia," pungkas Bobby.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#KAI #penumpang #Kereta Api #banyuwangi