Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Api ke Stasiun Ketapang Banyuwangi Semakin Diminati, Lebih dari 402 Ribu Penumpang Dilayani dalam Enam Bulan

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 5 Juli 2026 | 10:29 WIB
Keberangkatan penumpang Kereta Api Mutiara Timur di Stasiun Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. (KAI)
Keberangkatan penumpang Kereta Api Mutiara Timur di Stasiun Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. (KAI)

RADARBANYUWANGI.ID - Stasiun Ketapang, Banyuwangi, dikenal sebagai gerbang utama perjalanan dari Pulau Jawa menuju Bali. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, stasiun yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Ketapang itu melayani 402.462 pergerakan penumpang atau meningkat 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 375.927 penumpang.

Kenaikan tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi menuju Bali. Dari Stasiun Ketapang, penumpang hanya perlu berjalan kaki menuju Pelabuhan Ketapang untuk melanjutkan perjalanan menggunakan kapal feri menuju Gilimanuk. Integrasi antarmoda ini membuat perjalanan menjadi lebih praktis, efisien, dan nyaman.

Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), selama Semester I 2026 tercatat 191.115 pelanggan naik dan 211.347 pelanggan turun di Stasiun Ketapang. Dengan jumlah tersebut, rata-rata lebih dari 2.200 pergerakan penumpang terjadi setiap hari di stasiun yang menjadi simpul penting transportasi di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan jumlah pelanggan di Stasiun Ketapang menjadi bagian dari tren positif pada stasiun-stasiun yang terhubung dengan pelabuhan penumpang.

Secara nasional, tiga stasiun yang memiliki konektivitas langsung dengan pelabuhan, yakni Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok, melayani total 3.880.577 pergerakan pelanggan sepanjang Semester I 2026. Angka tersebut meningkat 5,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 3.691.429 pelanggan.

"Stasiun yang terkoneksi dengan pelabuhan penyeberangan orang dan terminal penumpang kapal laut memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat melanjutkan perjalanan antarmoda secara lebih mudah," ujar Anne, Minggu (5/7/2026), dikutip Antara.

Menurut dia, tidak semua pelabuhan memiliki layanan penumpang. Karena itu, keberadaan stasiun yang terintegrasi dengan pelabuhan menjadi faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bekerja, berwisata, maupun perjalanan antarpulau.

Selain Ketapang, Stasiun Merak di Banten mencatat pertumbuhan paling tinggi. Selama Januari hingga Juni 2026, total pergerakan pelanggan mencapai 638.211 orang atau naik 16,64 persen dibandingkan Semester I 2025.

Lintas Rangkasbitung–Merak juga didukung layanan Kereta Petani Pedagang yang memberikan ruang lebih ramah bagi petani, pedagang, dan masyarakat yang membawa hasil pertanian maupun barang dagangan. Selama Semester I 2026, layanan tersebut dimanfaatkan 26.074 pelanggan. Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025 hingga akhir Juni 2026, Kereta Petani Pedagang telah melayani 30.189 pelanggan.

Sementara itu, layanan KA Lokal reguler Rangkasbitung–Merak mengangkut 2.414.115 pelanggan sepanjang Semester I 2026 atau meningkat 9,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di Jakarta Utara, Stasiun Tanjung Priok yang terhubung dengan terminal penumpang kapal laut juga mencatat tren positif. Total pergerakan pelanggan mencapai 2.839.904 orang atau naik 2,59 persen dibandingkan Semester I 2025. Kehadiran layanan Commuter Line yang terhubung dengan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) turut memperluas pilihan mobilitas masyarakat di kawasan tersebut.

Anne menegaskan KAI akan terus memperkuat layanan di stasiun-stasiun yang menjadi simpul strategis konektivitas antarmoda agar perjalanan masyarakat semakin mudah dan terintegrasi.

"Merak, Ketapang, dan Tanjung Priok menunjukkan bahwa kereta api dapat menjadi penghubung penting menuju perjalanan laut, baik untuk penyeberangan orang maupun kapal penumpang antarpulau," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#pelabuhan #bali #Kereta Api #banyuwangi #stasiun ketapang