Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ratusan Wisatawan Rela Mendaki Dini Hari Demi Menyaksikan Blue Fire Kawah Ijen

Mayang Dwi Febrianti • Sabtu, 4 Juli 2026 | 16:48 WIB
Kawah Ijen, salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik hingga mancanegara. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)
Kawah Ijen, salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan domestik hingga mancanegara. (Mayang untuk Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID - Ratusan wisatawan kembali memadati kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen saat libur akhir pekan. Sejak dini hari mereka rela mendaki dalam udara dingin untuk menyaksikan fenomena Blue Fire yang hanya dapat terlihat sebelum matahari terbit. Tak hanya itu, perjuangan para penambang belerang tradisional yang masih bertahan di tengah medan ekstrem turut menjadi daya tarik yang membekas di benak para pengunjung.

Dua pesona tersebut menjadikan Kawah Ijen sebagai salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia. Dalam satu perjalanan, wisatawan dapat menikmati fenomena geologi yang langka sekaligus menyaksikan aktivitas masyarakat lokal yang masih mempertahankan tradisi penambangan belerang secara manual.

Perjalanan berburu Blue Fire dimulai dari Pos Paltuding yang dibuka oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur setiap pukul 02.00 WIB. Dari titik tersebut, wisatawan harus berjalan kaki menempuh jalur pendakian sekitar tiga kilometer menuju bibir kawah.

Perjalanan belum berakhir di sana. Pengunjung yang ingin melihat Blue Fire dari dekat masih harus menuruni jalur berbatu yang cukup curam menuju dasar kaldera. Medan yang menantang itu justru menjadi bagian dari pengalaman yang dinanti para pendaki.

Blue Fire merupakan fenomena pembakaran gas sulfur yang memancarkan cahaya biru ketika keluar dari rekahan kawah. Cahaya tersebut hanya dapat terlihat secara maksimal dalam kondisi gelap sehingga wisatawan umumnya memulai pendakian sebelum dini hari dan menikmati pemandangan hingga menjelang matahari terbit.

Salah seorang wisatawan asal Boyolangu, Sinta Istikoma, mengaku seluruh rasa lelah selama pendakian langsung terbayar ketika berhasil menyaksikan Blue Fire dari dekat.

"Perjalanan ke puncak memang menantang, tapi rasa lelah langsung hilang begitu melihat indahnya Blue Fire dan ketangguhan para penambang belerang. Ini petualangan unik yang tidak terlupakan," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Di balik keindahan kawah, aktivitas penambangan belerang tradisional masih berlangsung setiap hari. Tepat di sekitar titik keluarnya gas sulfur, puluhan penambang memahat bongkahan belerang yang telah membeku di tengah kepulan asap pekat.

Bongkahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam keranjang bambu dengan berat mencapai 70 hingga 90 kilogram. Beban itu dipikul melewati jalur terjal dari dasar kawah menuju pos timbang. Pekerjaan berat tersebut telah menjadi sumber penghidupan masyarakat sekitar sekaligus menjadi potret ketangguhan yang menarik perhatian wisatawan.

Banyak pengunjung tidak hanya mengabadikan fenomena Blue Fire, tetapi juga memberikan apresiasi terhadap semangat kerja para penambang yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi alam yang penuh risiko.

Mengingat jalur menuju dasar kaldera cukup ekstrem dan terdapat paparan gas sulfur, pengelola kawasan menerapkan aturan keselamatan yang wajib dipatuhi seluruh wisatawan.

Setiap pengunjung yang turun ke dasar kawah diwajibkan menggunakan masker respirator sesuai standar. Selain itu, wisatawan dilarang mendekati area pematrian belerang karena berpotensi membahayakan keselamatan.

Pengelola juga mengimbau wisatawan mempersiapkan kondisi fisik sebelum mendaki, mengenakan alas kaki yang nyaman untuk medan berbatu, memakai jaket karena suhu dini hari cukup rendah, serta membawa lampu penerangan selama perjalanan menuju kawah. (*)

*) Penulis adalah siswa jurusan BCF 2 SMKN 1 Banyuwangi

Editor : Lugas Rumpakaadi
#blue fire #kawah ijen #wisata banyuwangi