Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pendaki Pemula Wajib Tahu, 6 Etika Mendaki Gunung agar Perjalanan Lebih Aman dan Nyaman

Rizki Anindiya Putri • Sabtu, 4 Juli 2026 | 13:28 WIB
Mendaki gunung untuk pemula. (Ilustrasi AI/ChatGPT)
Mendaki gunung untuk pemula. (Ilustrasi AI/ChatGPT)

RADARBANYUWANGI.ID - Tren mendaki gunung terus diminati masyarakat, terutama kalangan muda yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mencari pengalaman baru. Namun, di balik pesona panorama pegunungan, setiap pendaki memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan dan menghormati sesama pengguna jalur pendakian.

Bagi pendaki pemula, memahami etika mendaki menjadi bekal yang sama pentingnya dengan menyiapkan perlengkapan. Etika pendakian tidak hanya berkaitan dengan sopan santun, tetapi juga menjadi upaya menjaga keselamatan, mencegah kerusakan ekosistem, serta memastikan kawasan pegunungan tetap lestari.

Sebelum berangkat, pendaki sebaiknya mencari informasi mengenai aturan yang berlaku di gunung tujuan. Setiap jalur pendakian memiliki kebijakan yang berbeda, mulai dari jam operasional, sistem registrasi, hingga ketentuan membawa perlengkapan tertentu.

Memahami dan mematuhi aturan tersebut dapat membantu meminimalkan risiko selama perjalanan sekaligus mendukung pengelolaan kawasan konservasi.

Pendaki dianjurkan selalu menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan pengelola. Membuka jalur baru atau melewati trek di luar lintasan resmi berpotensi menyebabkan pendaki tersesat sekaligus merusak vegetasi yang selama ini terjaga.

Mengikuti jalur resmi juga memudahkan proses evakuasi apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

Kawasan pegunungan merupakan habitat alami berbagai jenis tumbuhan dan satwa. Karena itu, pendaki tidak diperbolehkan mencoret batu, mematahkan ranting, memetik tanaman, maupun membawa pulang bagian dari alam sebagai suvenir.

Tindakan yang terlihat sepele dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kelestarian ekosistem pegunungan.

Pendaki juga diharapkan tidak mengganggu satwa liar maupun memberi makan hewan yang ditemui di sepanjang jalur pendakian. Interaksi yang tidak tepat dapat mengubah perilaku alami satwa dan mengganggu keseimbangan ekosistem.

Begitu pula dengan tumbuhan yang tumbuh di kawasan gunung. Menjaga keberadaannya berarti ikut mempertahankan fungsi ekologis kawasan tersebut.

Salah satu persoalan yang masih sering ditemukan di sejumlah gunung adalah sampah yang ditinggalkan pendaki. Padahal, seluruh sampah yang dibawa selama perjalanan seharusnya dibawa turun kembali.

Prinsip carry in, carry out menjadi bentuk tanggung jawab sederhana yang memberikan dampak besar terhadap kebersihan jalur pendakian maupun kawasan puncak. Selain menjaga keindahan alam, kebiasaan tersebut juga mencegah pencemaran lingkungan dan gangguan terhadap satwa liar.

Etika mendaki tidak hanya berkaitan dengan kelestarian alam, tetapi juga hubungan antarsesama pendaki. Bersikap ramah, menghormati pengguna jalur lain, serta menjaga tutur kata akan menciptakan suasana pendakian yang nyaman.

Pendaki juga diimbau tidak membuat kegaduhan berlebihan agar setiap orang dapat menikmati suasana pegunungan dengan tenang.

Salah seorang pendaki, Andika Hamzah, mengatakan bahwa daya tarik utama mendaki gunung bukan semata-mata berada di puncak, melainkan proses yang dijalani selama perjalanan.

"Karena gunung adalah tempat untuk menikmati setiap usaha atau proses untuk mencapai puncak. Usaha itu tidak mengkhianati hasil. Aku bisa melihat keindahan di puncak dan ciptaan Tuhan, dan itulah yang membuatku suka ke gunung," ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Andika, menjaga alam merupakan bentuk rasa syukur atas keindahan yang dapat dinikmati setiap pendaki. Ia berharap para pendaki, khususnya pemula, tidak hanya mengejar dokumentasi atau pencapaian menuju puncak, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga kebersihan serta mematuhi aturan yang berlaku di setiap jalur pendakian.

Mematuhi etika mendaki menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya pendakian yang bertanggung jawab. Ketika setiap pendaki menjaga alam, menghormati sesama, dan menaati aturan, keindahan pegunungan akan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. (*)

*) Penulis adalah siswa jurusan PM 2 SMKN 1 Banyuwangi

Editor : Lugas Rumpakaadi
#etika mendaki gunung #pendaki pemula #kelestarian alam pegunungan