Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

New Gambir Disiapkan Jadi Pusat Gaya Hidup, KAI Bidik 1.000 Lapangan Kerja Baru

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 3 Juli 2026 | 17:05 WIB
KAI mengembangkan Stasiun Gambir menjadi Modern Station and Lifestyle Hub berbasis hospitality dan leisure. (Antara)
KAI mengembangkan Stasiun Gambir menjadi Modern Station and Lifestyle Hub berbasis hospitality dan leisure. (Antara)

RADARABANYUWANGI.ID - Stasiun Gambir tidak lagi hanya diproyeksikan sebagai tempat naik dan turun kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan transformasi besar dengan menghadirkan kawasan berbasis hospitality dan leisure yang menggabungkan layanan transportasi dengan pusat kuliner, belanja, ruang publik, hotel, hingga area pertemuan. Pengembangan tersebut juga diperkirakan mampu membuka sekitar 500 hingga 1.000 peluang kerja.

Konsep tersebut menjadi bagian dari optimalisasi aset KAI di kawasan strategis pusat Jakarta. Berada di dekat Monumen Nasional (Monas), kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, dan berbagai moda transportasi, Stasiun Gambir disiapkan menjadi Modern Station & Lifestyle Hub atau stasiun modern yang terintegrasi dengan aktivitas gaya hidup masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, posisi strategis Gambir menjadikannya bukan hanya pintu masuk perjalanan kereta api jarak jauh, tetapi juga wajah pertama yang ditemui masyarakat ketika tiba di pusat ibu kota.

"Gambir adalah pintu perjalanan Kereta Api Jarak Jauh sekaligus teras kedatangan pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota," ujarnya, Jumat (3/7/2026), dikutip Antara.

Dalam pengembangan tersebut, konsep hospitality difokuskan pada peningkatan kenyamanan pelanggan melalui layanan yang lebih lengkap. Sementara leisure menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk bersantai, menikmati kuliner, berbelanja, beristirahat, hingga memanfaatkan ruang publik sebelum maupun sesudah bepergian.

Model pengembangan seperti ini juga mengikuti tren pengelolaan stasiun modern di berbagai kota besar dunia, di mana kawasan stasiun tidak lagi hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan ruang publik yang hidup.

Saat ini, ekosistem usaha di Stasiun Gambir sudah berkembang cukup besar. Berdasarkan data tenant tahun 2026, terdapat 132 titik komersial yang telah tersewa, terdiri atas 67 ruang usaha (space) dan 65 area terbuka (open space).

Berbagai tenant tersebut meliputi restoran, kedai kopi, minimarket, toko ritel, toko buku, pusat oleh-oleh, lounge, hotel transit, pod, ATM, vending machine, loker, area parkir, media luar ruang, hingga berbagai layanan pendukung perjalanan lainnya.

Keberadaan tenant tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di kawasan stasiun telah berkembang dan menjadi bagian dari kebutuhan pelanggan setiap hari.

Besarnya mobilitas masyarakat menjadi salah satu alasan utama KAI memperkuat fasilitas pendukung di Stasiun Gambir.

Data perusahaan menunjukkan, jumlah pelanggan mencapai 5.759.495 orang pada 2022. Angka tersebut meningkat menjadi 6.530.778 pelanggan pada 2023 atau tumbuh 13,39 persen.

Pada 2024, volume pelanggan tercatat 5.914.820 orang, kemudian kembali meningkat menjadi 6.105.784 pelanggan sepanjang 2025 atau naik 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pelanggan yang dilayani mencapai sekitar 16.700 orang setiap hari.

Sementara selama Semester I 2026, Stasiun Gambir telah melayani 3.227.508 pelanggan, terdiri atas 1.652.532 penumpang berangkat dan 1.574.976 penumpang tiba.

Menurut Anne, jumlah pelanggan sebesar itu membutuhkan fasilitas pendukung yang semakin lengkap, mulai dari ruang tunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, pusat ritel, layanan informasi, akses transportasi lanjutan, hingga ruang yang ramah bagi keluarga.

"Optimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman yang lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata," katanya.

Dalam Kajian Optimalisasi Bisnis dan Visioning Stasiun Gambir, KAI mengusung konsep New Gambir sebagai Modern Station & Lifestyle Hub.

Pengembangan tersebut akan menghadirkan berbagai fasilitas baru, antara lain kawasan ritel, pusat kuliner, lounge, hotel, rooftop park, ruang publik, hingga fasilitas Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) untuk mendukung kegiatan bisnis, pameran, konvensi, maupun aktivitas komunitas.

Kajian juga mencatat luas Net Leasable Area (NLA) atau area komersial yang dapat disewakan mencapai sekitar 15.479 meter persegi untuk sektor ritel. Sementara area hotel dan ruang pertemuan memiliki luas sekitar 3.756 meter persegi.

Apabila seluruh rencana pengembangan berjalan sesuai kajian, area komersial baru tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 220 hingga 310 unit usaha kecil dan menengah.

Dengan asumsi setiap tenant mempekerjakan dua hingga tiga orang, potensi tenaga kerja langsung diperkirakan mencapai sekitar 440 hingga 930 orang.

Jumlah tersebut belum termasuk tenaga pendukung seperti petugas kebersihan, keamanan, teknisi gedung, pengelola parkir, customer service, pengelola taman, pengelola rooftop, logistik, hingga pengelolaan sampah.

Secara keseluruhan, kawasan New Gambir diproyeksikan mampu membuka sekitar 500 hingga 1.000 peluang kerja langsung maupun pendukung, bergantung pada desain akhir, komposisi tenant, serta tahapan pembangunan dan operasional.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, pengembangan Stasiun Gambir juga menjadi bagian dari strategi penguatan Non-Fare Box (NFB), yakni sumber pendapatan perusahaan yang berasal dari sektor di luar penjualan tiket kereta api.

Melalui pengembangan fungsi komersial yang lebih tertata, KAI berharap aset perusahaan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

"KAI ingin Gambir menjadi ruang perjalanan sekaligus ruang pengalaman kota. Dengan pengembangan berbasis hospitality, leisure, dan Non-Fare Box, Gambir disiapkan menjadi wajah layanan KAI di pusat Jakarta yang nyaman bagi pelanggan, produktif bagi perusahaan, dan bermanfaat bagi masyarakat," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Hospitality dan Leisure #stasiun gambir #KAI