RADARBANYUWANGI.ID - Program diskon tarif kereta api sebesar 30 persen selama masa libur sekolah 2026 mendapat respons sangat tinggi dari masyarakat. Hingga Rabu (2/7/2026) pukul 10.00 WIB, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 1.242.114 tiket diskon telah terjual atau setara 105,75 persen dari kapasitas kumulatif yang disediakan sebanyak 1.174.624 tempat duduk.
Capaian okupansi yang melampaui 100 persen tersebut merupakan okupansi kumulatif. Kondisi ini dimungkinkan karena pola perjalanan kereta api bersifat dinamis. Dalam satu perjalanan, pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sehingga satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang pada segmen perjalanan yang berbeda.
Program Diskon Transportasi 30 persen berlaku untuk periode perjalanan 20 Juni hingga 5 Juli 2026. Masyarakat masih dapat memantau ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI selama program berlangsung.
Program tersebut merupakan bagian dari stimulus Pemerintah untuk membantu masyarakat menekan biaya perjalanan selama libur sekolah, menjaga daya beli, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah yang dilayani jaringan kereta api.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah memberikan potongan tarif kereta api sebesar 30 persen untuk perjalanan pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026 sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, KAI berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan agar program diskon dapat dinikmati pelanggan sesuai periode yang telah ditetapkan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan stimulus transportasi mampu memberikan manfaat langsung. Program tersebut dinilai membantu keluarga merencanakan liburan, pelajar dan mahasiswa melakukan perjalanan, serta memudahkan masyarakat menuju kota tujuan pendidikan, wisata, maupun pusat aktivitas ekonomi dengan biaya lebih terjangkau.
"Program Diskon Transportasi 30 persen memberi ruang bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan libur sekolah dengan lebih hemat. Okupansi kumulatif yang melampaui 100 persen menunjukkan bahwa kursi kereta api termanfaatkan secara optimal sepanjang lintas perjalanan," ujarnya, Kamis (2/7/2026), dikutip Antara.
KAI mencatat puncak penjualan tiket diskon terjadi pada 28 Juni 2026 dengan 90.366 pelanggan. Angka tersebut disusul 27 Juni sebanyak 87.175 pelanggan, 26 Juni sebanyak 85.397 pelanggan, 21 Juni sebanyak 82.061 pelanggan, dan 29 Juni sebanyak 81.890 pelanggan.
Berdasarkan rekapitulasi hingga 2 Juli 2026 pukul 09.00 WIB, jumlah pelanggan pada periode keberangkatan 20 Juni hingga 5 Juli mencapai 3.164.814 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.240.358 pelanggan menggunakan tiket diskon, sedangkan 1.924.456 lainnya merupakan pelanggan non-diskon. Dengan demikian, pelanggan penerima diskon berkontribusi sekitar 39,2 persen terhadap total penumpang.
Jika dibandingkan dengan periode libur sekolah 2025, volume pelanggan pengguna tiket diskon tahun ini telah mencapai 106 persen. Sementara total pelanggan seluruh kategori mencapai sekitar 95 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3.326.281 pelanggan.
Selama periode 20 Juni hingga 2 Juli 2026, volume pelanggan pengguna tiket diskon juga secara konsisten berada di atas capaian periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan tertinggi tercatat pada 28 Juni 2026 dengan kenaikan hingga 124 persen dibandingkan libur sekolah 2025.
Menurut Anne, data tersebut menunjukkan bahwa stimulus transportasi semakin menjadi bagian dari perencanaan perjalanan masyarakat. Pelanggan dapat lebih leluasa memilih jadwal keberangkatan serta tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.
Dari sisi stasiun keberangkatan, lima lokasi dengan volume pelanggan tertinggi adalah Pasar Senen sebanyak 134.988 pelanggan, Yogyakarta 84.951 pelanggan, Semarang Poncol 63.182 pelanggan, Semarang Tawang Bank Jateng 61.189 pelanggan, dan Surabaya Pasarturi 49.507 pelanggan.
Sementara itu, stasiun tujuan terbanyak adalah Pasar Senen dengan 126.728 pelanggan, disusul Yogyakarta 86.269 pelanggan, Semarang Poncol 61.730 pelanggan, Semarang Tawang Bank Jateng 60.776 pelanggan, serta Surabaya Pasarturi 52.348 pelanggan.
Relasi perjalanan paling diminati adalah Lempuyangan–Pasar Senen sebanyak 17.718 pelanggan, Pasar Senen–Lempuyangan 16.918 pelanggan, Surabaya Gubeng–Yogyakarta 15.100 pelanggan, Pasar Senen–Yogyakarta 14.935 pelanggan, serta Solo Balapan–Semarang Tawang Bank Jateng 14.891 pelanggan.
Anne menilai pola tersebut menunjukkan karakter perjalanan libur sekolah yang beragam, mulai dari perjalanan antarkota jarak jauh hingga layanan aglomerasi dan antarkota menengah untuk berlibur, mengunjungi keluarga, maupun mengakses pusat pendidikan dan destinasi wisata.
Dari sisi layanan, lima kereta api dengan volume pelanggan tertinggi adalah KA Joglosemarkerto sebanyak 64.284 pelanggan, KA Ambarawa Ekspres 63.732 pelanggan, KA Pangrango 48.539 pelanggan, KA Kaligung 47.010 pelanggan, dan KA Kamandaka 45.031 pelanggan.
KAI juga mencatat perjalanan menggunakan KA bernomor ganjil lebih dominan selama periode tersebut. Jumlah pelanggan KA ganjil mencapai 669.451 orang atau sekitar 53,9 persen, sedangkan KA genap sebanyak 572.663 pelanggan atau 46,1 persen. Puncak volume keduanya sama-sama terjadi pada 28 Juni 2026.
KAI mengimbau pelanggan yang telah memiliki tiket agar memastikan kembali jadwal keberangkatan, kesesuaian identitas, serta ketentuan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun kanal resmi lainnya. Penumpang juga diminta datang lebih awal ke stasiun agar proses boarding berlangsung lancar.
"KAI berterima kasih atas kepercayaan masyarakat yang memilih kereta api selama masa libur sekolah. Melalui dukungan stimulus dari Pemerintah dan kolaborasi bersama DJKA Kemenhub, KAI akan terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tertib, dan mudah diakses oleh pelanggan," pungkas Anne.
Editor : Lugas Rumpakaadi