Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kereta Petani Pedagang Jadi Andalan Warga Banten, KAI Sebut Layanan Dorong Perdagangan dan Mobilitas Ekonomi Harian

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:29 WIB
Kereta Petani Pedagang KAI di lintas Rangkasbitung–Merak melayani 26.074 pelanggan sepanjang Semester I 2026. (Antara)
Kereta Petani Pedagang KAI di lintas Rangkasbitung–Merak melayani 26.074 pelanggan sepanjang Semester I 2026. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus mengembangkan layanan yang menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pengoperasian Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak, Banten, yang ditujukan untuk mendukung aktivitas petani, pedagang, hingga pelaku usaha kecil yang membawa hasil bumi maupun barang dagangan menggunakan kereta api.

Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Kereta Petani Pedagang telah melayani sebanyak 26.074 pelanggan. Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, layanan tersebut telah dimanfaatkan oleh 30.189 pelanggan, terdiri atas 4.115 pelanggan pada bulan pertama operasional di Desember 2025 dan 26.074 pelanggan selama Semester I 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan Kereta Petani Pedagang merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat di daerah. Kehadiran layanan ini memberikan ruang yang lebih tertata bagi pelanggan yang membawa hasil pertanian, barang dagangan, maupun perlengkapan usaha dalam perjalanan sehari-hari.

"Kereta Petani Pedagang hadir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. Di lintas Rangkasbitung–Merak, banyak pelanggan menggunakan kereta api untuk bekerja, berdagang, membawa hasil bumi, dan menghidupi ekonomi keluarga. KAI ingin perjalanan mereka lebih tertib, nyaman, dan tetap memperhatikan keselamatan," ujarnya, Kamis (2/7/2026), dikutip Antara.

Kereta Petani Pedagang yang beroperasi di lintas Rangkasbitung–Merak merupakan hasil modifikasi Balai Yasa Surabaya Gubeng. Sarana tersebut dirancang untuk mengakomodasi karakter perjalanan pelanggan yang membawa barang produktif, seperti hasil pertanian, bahan dagangan, serta kebutuhan usaha berskala kecil.

Menurut Anne, keberadaan layanan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Petani dapat mengangkut hasil panen menuju pusat perdagangan dengan lebih mudah, sementara pedagang memiliki akses transportasi yang lebih efisien untuk menjangkau pasar dan pelanggan.

"Di balik angka pelanggan, ada cerita tentang warga yang berangkat sejak pagi, membawa hasil kebun, barang dagangan, dan harapan untuk keluarganya. Karena itu, layanan ini kami tempatkan sebagai bagian dari peran kereta api dalam mendukung ekonomi rakyat di daerah," katanya.

Selain Kereta Petani Pedagang, lintas Rangkasbitung–Merak juga menjadi jalur penting bagi operasional KA Lokal yang menghubungkan berbagai wilayah di Banten hingga Stasiun Merak. Lokasi stasiun yang berdekatan dengan Pelabuhan Merak memudahkan masyarakat melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sumatra menggunakan kapal penyeberangan.

Konektivitas tersebut menjadikan KA Lokal Rangkasbitung–Merak sebagai moda transportasi strategis bagi masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bekerja, bersekolah, berdagang, mengakses layanan publik, maupun melakukan perjalanan antarpulau.

KAI mencatat tren pertumbuhan pelanggan KA Lokal di lintas Rangkasbitung–Merak terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, jumlah pelanggan mencapai 3.617.478 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 4.269.154 pelanggan pada 2024 dan kembali naik menjadi 4.463.498 pelanggan sepanjang 2025.

Dalam kurun dua tahun, jumlah pelanggan bertambah sebanyak 846.020 orang atau tumbuh 23,39 persen. Tren positif itu berlanjut pada Semester I 2026, ketika KA Lokal melayani 2.414.115 pelanggan atau meningkat 207.444 pelanggan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.206.671 pelanggan. Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan 9,40 persen.

Anne menilai peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat Banten untuk menunjang mobilitas harian. Layanan tersebut menghubungkan berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, pekerjaan, perdagangan, layanan publik hingga akses menuju Pelabuhan Merak sebagai gerbang penyeberangan ke Pulau Sumatra.

"KAI melihat lintas Rangkasbitung–Merak sebagai jalur yang memiliki nilai sosial, ekonomi, dan konektivitas yang kuat. Pertumbuhan pelanggan KA Lokal dan hadirnya Kereta Petani Pedagang memperlihatkan bahwa layanan kereta api semakin menyatu dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari," ujarnya.

Ke depan, KAI menyatakan akan terus menjaga aspek keselamatan, ketertiban, serta kualitas layanan di lintas Rangkasbitung–Merak. Melalui penguatan layanan KA Lokal dan Kereta Petani Pedagang, perusahaan berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang aman, terjangkau, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berterima kasih kepada pelanggan yang terus menggunakan kereta api secara tertib. KAI akan terus mendengarkan kebutuhan masyarakat agar layanan yang dihadirkan semakin relevan bagi perjalanan, pekerjaan, konektivitas, dan kehidupan ekonomi warga," pungkas Anne.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Rangkasbitung Merak #Kereta Petani Pedagang #KAI