Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Stasiun Padalarang Didominasi Kedatangan WNA, Kereta Cepat Whoosh Perkuat Daya Tarik Pariwisata di Jawa Barat

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 2 Juli 2026 | 08:40 WIB
Kereta Cepat Whoosh menjadi pintu masuk baru wisatawan asing ke Jawa Barat. (Pexels/Noval Gani)
Kereta Cepat Whoosh menjadi pintu masuk baru wisatawan asing ke Jawa Barat. (Pexels/Noval Gani)

RADARBANYUWANGI.ID - Kereta Cepat Whoosh kian menunjukkan perannya sebagai gerbang baru kedatangan wisatawan mancanegara ke Jawa Barat. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat hampir 70 ribu warga negara asing (WNA) masuk ke provinsi tersebut melalui layanan kereta cepat sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, selama lima bulan pertama tahun ini jumlah kedatangan WNA melalui Stasiun Whoosh mencapai 69.874 kunjungan.

"Selama periode Januari-Mei 2026, tercatat akumulasi sebanyak 69.874 kedatangan WNA ke Jawa Barat melalui Stasiun Whoosh. Khusus pada Mei 2026, kedatangan WNA melonjak 27,32 persen secara bulanan menjadi 17.523 kunjungan, dengan Stasiun Padalarang menjadi pintu keluar paling dominan sebesar 86,62 persen," ujarnya, Rabu (1/7/2026), dikutip Antara.

Selain melalui kereta cepat, pintu masuk wisatawan asing juga berasal dari Bandara Internasional Kertajati. Pada Mei 2026, jumlah kedatangan WNA melalui bandara tersebut mencapai 241 kunjungan atau meningkat 11,06 persen dibanding bulan sebelumnya.

Wisatawan yang datang melalui Kertajati didominasi warga negara Singapura dengan porsi 48,96 persen, disusul Malaysia sebesar 12,45 persen.

Meningkatnya kunjungan wisatawan asing turut diperkuat oleh tingginya mobilitas wisatawan nusantara di Jawa Barat. Pada Mei 2026, perjalanan wisatawan domestik mencapai 19,52 juta perjalanan. Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Mei 2026 jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah mencapai 93,45 juta perjalanan atau tumbuh 5,78 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Ari, Kabupaten Bogor masih menjadi destinasi favorit wisatawan nusantara dengan kontribusi 15,70 persen dari total perjalanan. Sementara Kota Bandung berada di posisi berikutnya dengan pangsa 10,88 persen.

Peningkatan aktivitas pariwisata tersebut turut berdampak positif terhadap sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang naik 1,95 poin menjadi 48,21 persen. Kabupaten Purwakarta mencatat TPK hotel berbintang tertinggi, yakni mencapai 66,83 persen.

Sementara itu, TPK hotel nonbintang juga mengalami kenaikan sebesar 2,18 poin menjadi 26,19 persen.

Di sektor transportasi, jumlah pengguna Kereta Cepat Whoosh meningkat 5,23 persen secara bulanan. Penumpang kereta api konvensional juga tumbuh 6,95 persen dibanding bulan sebelumnya.

Adapun pertumbuhan paling tinggi terjadi pada angkutan udara internasional melalui Bandara Kertajati. Volume penumpang internasional melonjak hingga 93,98 persen pada Mei 2026, dipicu oleh musim pemberangkatan ibadah haji.

"Lonjakan drastis pada rute penerbangan luar negeri ini disebabkan oleh momentum pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat melalui Bandara Kertajati. Dan ini berimbas juga ke sektor kargo udara internasional yang ikut terkerek melesat naik sebesar 107,90 persen secara bulanan," kata Ari.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Kereta Cepat Whoosh #wisatawan mancanegara #stasiun padalarang