RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sistem transportasi publik melalui pengembangan jaringan Lintas Rel Terpadu (LRT). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, optimistis pembangunan jalur LRT dari Velodrome hingga Dukuh Atas akan membuat konektivitas antarmoda transportasi di ibu kota semakin optimal.
Menurut Pramono, apabila proyek tersebut telah rampung, tingkat integrasi transportasi publik di Jakarta diperkirakan akan melampaui 95 persen. Kondisi itu dinilai akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berpindah moda transportasi saat beraktivitas.
"Kalau ini sudah selesai, maka seluruh transportasi Jakarta akan terkoneksi lebih dari 95 persen. Sehingga akan lebih memudahkan," ujar Pramono, Selasa (30/6/2026), dikutip Antara.
Ia menjelaskan, pembangunan jalur LRT dari Velodrome menuju Manggarai saat ini ditargetkan selesai dan diresmikan pada Agustus mendatang. Jalur tersebut memiliki panjang sekitar 12,5 kilometer dengan total 11 stasiun.
Setelah proyek Velodrome–Manggarai selesai, Pemprov DKI Jakarta akan melanjutkan pembangunan lintasan hingga kawasan Dukuh Atas. Perpanjangan jalur tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas berbagai moda transportasi massal di Jakarta.
Sementara itu, pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai perpanjangan jalur LRT menuju Dukuh Atas berpotensi meningkatkan jumlah pengguna transportasi umum sekaligus membantu menekan tingkat kemacetan.
Menurutnya, efektivitas layanan akan semakin tinggi apabila jalur LRT melewati kawasan dengan aktivitas masyarakat yang padat, seperti pusat perbelanjaan, pasar, kawasan perkantoran, sekolah, maupun kampus.
Dengan akses yang semakin dekat ke berbagai pusat kegiatan, masyarakat dinilai akan lebih terdorong beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
"Bila masyarakat menggunakan transportasi umum, otomatis volume kendaraan pribadi akan berkurang," kata Deddy.
Meski demikian, Deddy memberikan catatan terhadap arah kebijakan pembangunan LRT yang diprioritaskan menuju Manggarai hingga Dukuh Atas. Ia menilai pemerintah sebaiknya juga memperhatikan pembangunan jalur menuju kawasan permukiman.
Menurutnya, akses langsung dari kawasan tempat tinggal menuju jaringan LRT akan memberikan kemudahan lebih besar bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi publik sebagai moda utama perjalanan sehari-hari.
Editor : Lugas Rumpakaadi