Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keselamatan Jadi Prioritas, KAI Daop 4 Semarang Lakukan Tes Urine Acak kepada Petugas Jaga Perlintasan Sebidang

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 1 Juli 2026 | 18:47 WIB
KAI Daop 4 Semarang menggelar tes urine mendadak kepada 28 Petugas Jaga Perlintasan untuk memastikan bebas narkoba dan alkohol. (Antara)
KAI Daop 4 Semarang menggelar tes urine mendadak kepada 28 Petugas Jaga Perlintasan untuk memastikan bebas narkoba dan alkohol. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar pemeriksaan kesehatan mendadak berupa tes urine secara acak dan rahasia kepada 28 Petugas Jaga Perlintasan (PJP), Senin (29/6/2026).

Pemeriksaan berlangsung di Aula Kantor KAI Daop 4 Semarang dan diikuti puluhan petugas jaga perlintasan sebidang yang bertugas di wilayah operasional Daop 4 Semarang.

Pelaksanaan tes dilakukan tanpa pemberitahuan resmi sebelumnya. Langkah tersebut sengaja diterapkan agar hasil pemeriksaan benar-benar mencerminkan kondisi riil para petugas, sekaligus menjaga objektivitas dan transparansi proses pengujian.

Petugas Jaga Perlintasan memiliki peran vital dalam menjamin keselamatan perjalanan kereta api, terutama di titik perlintasan sebidang yang bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas kendaraan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan pemeriksaan narkoba dan alkohol tersebut bertujuan memastikan seluruh personel berada dalam kondisi fisik dan mental yang optimal saat menjalankan tugas.

"Kami ingin memastikan seluruh personel yang mengoperasikan pintu perlintasan benar-benar dalam kondisi prima, fokus penuh, serta sepenuhnya bersih dari pengaruh alkohol maupun narkotika," tegasnya, dikutip Antara.

Dalam pemeriksaan tersebut, KAI menggunakan alat uji cepat (rapid test kit) yang mampu mendeteksi enam jenis zat adiktif dan psikotropika. Parameter yang diperiksa meliputi amphetamine, benzodiazepine, THC, cocaine, methamphetamine, serta opiate.

Amphetamine digunakan untuk mendeteksi penyalahgunaan obat penambah stamina ilegal. Benzodiazepine merupakan golongan obat penenang atau obat tidur yang dapat menurunkan tingkat kesadaran.

Sementara itu, THC merupakan kandungan utama ganja yang dapat memicu halusinasi serta mengganggu persepsi ruang dan waktu. Adapun cocaine dikenal sebagai stimulan adiktif yang berpotensi memicu gangguan ritme jantung dan ketidakstabilan emosi.

Selain itu, methamphetamine dapat menyebabkan gangguan mental secara tiba-tiba dan perilaku impulsif, sedangkan opiate memiliki efek sedatif yang dapat menurunkan konsentrasi hingga menghilangkan fokus saat bekerja.

Menurut Luqman, pelaksanaan tes urine menjadi bagian dari langkah preventif KAI Daop 4 Semarang dalam menjaga keselamatan operasional kereta api. Dengan memastikan seluruh petugas berada dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat terlarang, perusahaan berupaya memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui pemeriksaan acak tersebut, KAI Daop 4 Semarang juga berharap dapat terus membangun lingkungan kerja yang sehat, berintegritas, dan andal. Upaya itu dinilai penting untuk memastikan seluruh layanan operasional berjalan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan.

"KAI berkomitmen penuh terhadap keselamatan perjalanan kereta api. Kami memastikan moda transportasi kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh kebersamaan," pungkas Luqman.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Petugas jaga perlintasan #Tes Urine #KAI Daop 4 Semarang